Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Indonesia tengah menyiapkan berbagai infrastruktur dasar untuk mendukung percepatan pembangunan Hunian Tetap (Huntap) dan Hunian Sementara (Huntara) bagi korban terdampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Wakil Menteri PU, Diana Kusumastuti, mengungkapkan bahwa kementeriannya sedang memobilisasi alat berat untuk membuka kembali akses yang terhalang, serta menyediakan layanan air bersih dan sanitasi untuk korban bencana. Mengingat musim hujan yang sudah mulai datang, pemerintah mendorong percepatan penyediaan hunian bagi masyarakat yang terdampak.
Diana menjelaskan bahwa pembangunan Huntara dilakukan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sedangkan untuk pembangunan Huntap, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) yang bertanggung jawab. Pihaknya juga menekankan pentingnya sinergi antar kementerian untuk menyediakan infrastruktur dasar seperti air bersih, sanitasi, jalan, dan pengelolaan sampah.
“Kita juga akan menyediakan infrastruktur dasarnya, air minumnya, persampahan, jalan dan sebagainya. Kita harus bersinergi bersama-sama antar kementerian,” kata Diana, dikutip dari keterangan tertulis, Senin (25/11/2024).
BNPB, kata Diana, telah menyiapkan dua titik lokasi untuk pembangunan Huntara yang dirancang menggunakan konsep bangunan rangka baja. Rencana pembangunan Huntara tersebut akan berada di Kreser untuk menampung 355 Kepala Keluarga (KK), dan di Kebun Desa Konga untuk 420 KK.
Sedangkan untuk Huntap sendiri, rencananya akan disediakan untuk membantu hunian bagi 2.700 KK masyarakat terdampak bencana. Pemerintah bersama masyarakat tengah melakukan survei untuk menentukan lokasi pembangunan Huntap. Lokasi yang dicari memiliki kriteria kontur datar, struktur tanah atau batuan aman, dekat jalan nasional.
Di samping itu, Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PU akan mendukung pembangunanan Fasilitas Umum dan Fasilitas Sosial (Fasum-Fasos) di lokasi Huntap bagi masyarakat terdampak. Fasilitas tersebut antara lain sarana penyediaan air minum dan sanitasi, termasuk perbaikan sekolah dan rumah ibadah.
Ditjen Cipta Karya juga telah menyalurkan sarana dan prasarana air bersih dan sanitasi di lokasi-lokasi pengungsian seperti 1 unit mobil tangki air, 1 unit mobil dump truck, 2 unit toilet portable, 3 unit hidran umum, dan dukungan 4 personil.
Sementara itu, Direktorat Jenderal Bina Marga akan mendukung fasilitas akses jalan masuk ke lokasi Huntap yang telah disetujui masyarakat terdampak. BNPB dan Zipur TNI juga akan membantu menyiapkan lahan atau clearing lahan untuk pembangunan Huntara di Desa Konga.
“Kami juga telah menurunkan personil dan alat berat untuk membersihkan material vulkanik gunung merapi yang menutupi ruas jalan nasional serta membuka jalan akses untuk mengalirkan bantuan dan logistik meliputi 1 unit wheel loader untuk pembersihan material vulkanik, 1 unit water tank untuk penyiraman badan jalan, 1 unit truck crane, 1 unit pick up untuk kegiatan pengangkutan material, dan dukungan 22 personil,” kata Kepala BPJN NTT, Ditjen Bina Marga Kementerian PU Agustinus Junianto.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News


.webp)















