Rabu, Maret 25, 2026
spot_img

BERITA UNGGULAN

BPOM dan Pemprov DKI Jakarta Perketat Pengawasan Pangan Jelang Idulfitri 1447 H

BPOM bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menegaskan komitmennya dalam melindungi masyarakat melalui intensifikasi pengawasan pangan selama Ramadan dan jelang Idulfitri 1447 H. Senin (9/3), Kepala BPOM Taruna Ikrar memimpin langsung kunjungan kerja maraton ke 2 lokasi strategis di ibu kota, yakni sarana produksi PT Mustika Citra Rasa (Holland Bakery) di Jakarta Utara dan sarana Lotte Grosir Pasar Rebo di Jakarta Timur. Langkah ini diambil guna memastikan keamanan dan mutu pangan di tengah lonjakan permintaan masyarakat yang diprediksi meningkat tajam hingga 400% selama momentum Ramadan dan Lebaran.

Kunjungan diawali di pabrik Holland Bakery. Kepala BPOM dan jajaran diterima oleh Direktur Utama PT Mustika Citra Rasa Paulus Tejakusuma beserta jajaran untuk berkeliling fasilitas produksi. Kepala BPOM memantau langsung konsistensi penerapan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB) melalui monitoring corrective action and preventive action (CAPA).

- Advertisement -

Kepala BPOM menyampaikan bahwa pengawalan standar keamanan pada industri pangan nasional sangat krusial dalam mendukung target pertumbuhan ekonomi 8% menuju visi Indonesia Emas 2045. “Pengawasan yang efektif tidak hanya dilakukan melalui pemeriksaan, tetapi juga melalui kemitraan antara pemerintah dan industri. Dengan keterbukaan dan komitmen perbaikan berkelanjutan, kita membangun kepercayaan konsumen sekaligus memberikan perlindungan optimal bagi masyarakat,” tegas Taruna Ikrar di hadapan jajaran manajemen Holland Bakery.

Setelah meninjau hulu produksi, pemantauan dilanjutkan ke sektor hilir di Lotte Grosir Pasar Rebo yang didampingi oleh Store General Manager Lotte Grosir Arifin Yunianto dan Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Provinsi DKI Jakarta Hasudungan A. Sidabalok. Pemantauan di sarana ritel ini guna memeriksa penerapan Cara Peredaran Pangan Olahan yang Baik (CPerPOB).

- Advertisement -

Dalam inspeksi tersebut, BPOM menemukan kondisi gudang penyimpanan beku (frozen) yang melebihi kapasitas (overload). Kepala BPOM mengingatkan pihak pengelola agar segera melakukan perbaikan. “Tadi kami cek izin edar produk, label, dan kemasannya, termasuk juga tanggal kedaluwarsanya. Kemudian, gudang dingin yang overload juga berisiko menyebabkan suhu ruangan meningkat sehingga pangan yang disimpan di dalamnya potensial untuk rusak lebih cepat. Jangan karena motif ekonomi dan ingin cuci gudang, pelaku usaha mengabaikan kesehatan masyarakat,” ujarnya.

Secara nasional, intensifikasi pengawasan pangan tahun 2026 telah memasuki tahap ketiga dengan memeriksa 1.134 sarana peredaran, jumlah ini meningkat 25% dibanding tahun sebelumnya. Hasilnya, ditemukan 56.027 pieces produk pangan yang tidak memenuhi ketentuan (TMK) karena kedaluwarsa, rusak, atau tanpa izin edar (TIE), angka ini melonjak 83% dari periode yang sama di tahun lalu. Di wilayah DKI Jakarta, dari 18 sarana yang diperiksa, terdapat 9 sarana TMK dengan temuan dominan berupa makanan ringan ilegal. Selain pangan kemasan, BPOM juga menguji 222 sampel takjil di Jakarta. BPOM menemukan 10 sampel (4,5%) terbukti mengandung bahan berbahaya berupa rodamin B pada kue mangkok dan kerupuk, serta formalin pada mi kuning dan tahu.

Sekretaris Daerah DKI Jakarta Uus Kuswanto, yang mendampingi kunjungan tersebut, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah tegas BPOM. “Kami menyambut baik kolaborasi ini karena warga Jakarta membutuhkan kepastian akan kebutuhan pokok yang sehat. Pengawasan langsung ini memberikan keyakinan kepada warga agar tidak khawatir mengonsumsi pangan selama Ramadan dan Idulfitri. Kami pastikan pedagang yang melanggar akan diberikan pembinaan dan produk berbahaya segera dimusnahkan,” kata Uus Kuswanto. Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) Provinsi DKI Jakarta Elisabeth Ratu Rante Allo menegaskan siap berkolaborasi dalam menjamin keamanan pangan di wilayah DKI Jakarta.

Di sela-sela peninjauan di Lotte Grosir, Kepala BPOM Taruna Ikrar menyapa beberapa konsumen dan memberikan edukasi langsung mengenai slogan “Cek KLIK”. Taruna Ikrar sekaligus menekankan pentingnya kemandirian masyarakat untuk menjadi konsumen yang cerdas. Sambil mempraktikkan cara memastikan keamanan produk melalui pemindaian barcode aplikasi, Ia menjelaskan bahwa konsumen wajib memeriksa kemasan, label, izin edar, hingga masa kedaluwarsa.

“Ibu, ada caranya memastikan belanjaan ini sesuai aturan: cek kemasan, label, dan nomor izin edarnya. Terakhir yang paling penting adalah masa kedaluwarsa karena makanan sehat bisa menjadi racun, jika sudah rusak atau ditumbuhi bakteri akibat masa berlaku yang habis,” jelas Taruna Ikrar saat memverifikasi produk yang masih layak hingga 24 September 2026 tersebut.

Dalam dialog dengan konsumen, Taruna Ikrar juga menanyakan bagaimana biasanya mereka memilih produk pangan untuk persiapan dikonsumsi di rumah dan bingkisan (parsel). Taruna Ikrar mengajak publik untuk selalu waspada dan disiplin menerapkan prinsip Cek KLIK, yang disambut antusias oleh konsumen.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

- Advertisement -

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email [email protected]

Artikel Terkait

Suara Hari Ini

Ikuti Kami

10,502FansSuka
392PengikutMengikuti
7PengikutMengikuti
2,930PelangganBerlangganan

Terbaru