Beranda blog Halaman 4655

Mensos Juliari Batubara Raih Predikat Menteri Terpopuler di Media Digital 2020

Suarapemerintah.id – Menteri Sosial (Mensos) Juliari P. Batubara meraih predikat sebagai Pemenang The 2nd Anugerah HUMAS INDONESIA Kategori Menteri Terpopuler di Media Digital 2020.

Mensos Juliari menyatakan, apresiasi dan terima kasih atas penghargaan yang diberikan. Saat ini hampir semua aspek kehidupan dipengaruhi oleh teknologi digital dengan karakter serba cepat, massif, dan saling terhubung satu sama lain.

Saya ucapkan terima kasih atas penghargaan ini. Hal ini tidak lepas dari kerja keras semua jajaran Kemensos dan dukungan dari seluruh masyarakat. Penghargaan AHI 2020, ini menjadi motivasi kami di jajaran Kemensos untuk terus meningkatkan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat,” kata Mensos di Jakarta (26/11).

Menurut dia, era digital membuat partisipasi semua kalangan masyarakat meningkat.

Masyarakat sekarang dengan mudah memonitor dan mempengaruhi kebijakan pemerintah. Mereka juga tidak segan untuk mengungkapkan harapan, dan masukannya kepada pemerintah. Untuk itu, sebagai abdi masyarakat, kita dituntut untuk bekerja keras, dan responsif dalam memenuhi kebutuhan masyarakat,” katanya.

Anugerah Humas Indonesia (AHI) 2020 adalah kompetisi kinerja humas pemerintah (Government Public Relations/GPR) di Kementerian, Lembaga, Pemerintah Daerah, BUMN, Anak BUMN dan BUMD se- Indonesia.

AHI 2020 merupakan barometer pencapaian tertinggi kinerja departemen/biro/bagian humas/dinas kominfo. Keseluruhan penghargaan berbasis penilaian jumlah eksposur positif tertinggi di media online.

Khusus kategori ini, Humas Indonesia bekerja sama dengan KAZEE Digital Indonesia melakukan monitoring pemberitaan ratusan kementerian/lembaga/pemerintah daerah/BUMN/BUMD di 6.831 media online lokal, 904 media online nasional, dan 2.218 media online internasional, serta media sosial sepanjang semester 1 Januari – 30 September 2020.

Bersama Mensos, AHI 2020 juga menanugerahkan predikat sama untuk Menteri PUPR Basuki Hadimulyono, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Pendidikan Nadiem Makarim, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama.

Peran Kekayaan Intelektual Dalam Era Revolusi Industri 4.0

Suarapemerintah.idMenteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Yasonna H. Laoly menyerahkan 61 sertifikat paten secara simbolis kepada Universitas Indonesia. Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan kuliah umum oleh Menkumham dengan judul perlindungan hukum kekayaan intelektual sebagai dasar kemajuan inovasi nasional, Jumat (27/11/2020).

Dalam kuliah umum virtual ini Yasonna mengatakan bahwa peran kekayaan intelektual dalam era baru revolusi industri 4.0 memiliki posisi penting. Kekayaan intelektual yang juga sebagai fondasi dari ekonomi kreatif ini diharapkan dapat menjadi competitive advantage sekaligus pendorong perekonomian nasional.

“Untuk itu, dibutuhkan perhatian khusus dan komitmen yang tinggi dalam mengembangkan dan memajukan ekonomi kreatif dari segenap pemangku kepentingan, mulai dari pelaku usaha, akademisi, hingga pemerintah,” ujar Yasonna di gedung Sentra Mulia Kemenkumham.

Menurut Yasonna era ekonomi kreatif adalah era dimana penciptaan nilai tambah melalui pengembangan ide, kreativitas, dan inovasi. Era dimana daya saing sumber daya manusia menjadi faktor kunci kesuksesan suatu negara untuk dapat bersaing dan menang dalam percaturan ekonomi global.

“Oleh karena itu Kemenkumham merespon kebijakan tersebut dengan melakukan upaya merintis pembentukan Kemenkumham sebagai Corporate University guna menyiapkan SDM aparatur sipil negara yang mumpuni dalam mengemban tugas dan fungsinya serta bekerja cerdas, efektif, dan efisien serta profesional,” kata Yasonna.

Yasonna juga mengatakan saat berkesempatan mengikuti Sidang Majelis Umum WIPO (World Intellectual Property Organization) 2020 yang lalu, ia berkomitmen untuk memperjuangkan kepentingan Indonesia dan negara berkembang terkait hak-hak komunitas lokal untuk memelihara, melindungi, dan mengembangkan kekayaan intelektual komunal atas warisan budaya.

“Karena potensi kekayaan intelektual komunal tidak hanya memberi manfaat secara ekonomi tapi juga sebagai potensi ekologi, kepariwisataan, sosial budaya, dan yang paling penting juga adalah untuk identitas bangsa,” ungkap Yasonna.

Komisi III DPR: Pastikan Pilkada 2020 Di Lapas Dan Rutan Berjalan Baik, Netral, Dan Bebas Intervensi

Suarapemerintah.id – Saat melakukan pertemuan dengan jajaran Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Jawa Barat (Jabar), Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Desmond Junaidi Mahesa menekankan kepada para petugas di lembaga pemasyarakatan (lapas) dan rumah tahanan negara (rutan) di lingkungan Jabar untuk menjaga integritasnya dalam pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) 2020.

Desmond ingin memastikan jika pelaksanaan pilkada tersebut berjalan dengan baik dan lancar.

“Pastikan Pilkada 2020 pada bulan mendatang di lapas dan rutan berjalan dengan baik, netral, dan bebas dari intervensi manapun,” kata Desmond saat melakukan pertemuan dalam Kunjungan Kerja (Kunker) Spesifik Komisi III DPR RI di Jabar, Kamis (26/11/2020).

Delapan lapas dan rutan yang menjadi lokasi dilakukannya tempat pemungutan suara (TPS), telah mendata 6.423 warga binaan pemasyarakatan (WBP) yang ada. Hasilnya, sebanyak 3.640 WBP masuk dalam kategori berhak menjadi pemilih, dengan 2.952 diantaranya terdaftar dalam daftar pemilih tetap (DPT)

Kepala Kanwil Kemenkumham Jabar, Imam Suyudi mengatakan jajarannya siap mendukung dan mensukseskan pelaksanaan pilkada pada Desember 2020 mendatang.

“Kami telah berkoordinasi dengan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Jabar, dengan melakukan edukasi dan sosialisasi bagi WBP terkait pelaksanaan pilkada,” jelas Imam.

Imam mengatakan pelaksanaan pilkada dilaksanakan dengan asas LUBER, yaitu langsung, umum, bebas, dan rahasia.

“Sebagai laporan, banyak dari WBP tidak memiliki nomor induk kependudukan (NIK) dan berasal dari luar wilayah,” kata Imam. “Namun, kami telah berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) setempat, dan mendata WBP sebagai data awal DPT,” sambungnya di Mapolda Jabar.

Pelaksanaan pilkada di Jabar digelar di delapan kota/kabupaten, yaitu Karawang, Pangandaran, Kab. Bandung, Tasikmalaya, Kab. Sukabumi, Kota Depok, Kab. Cianjur, dan Kab. Indramayu.

Selain melakukan pertemuan dengan Kepala Kanwil Kemenkumham Jabar, Tim Kunker Spesifik Komisi III DPR RI yang dipimpin Desmond juga melakukan pertemuan dengan Kapolda Jabar dan Kajati Jabar di lokasi yang sama.

KJRI Jeddah Segera Realisasikan Bus Buatan Indonesia Hadir di Arab Saudi

Suarapemerintah.id – Dalam mendukung upaya pelaksanaan ibadah umrah dan haji pasca pandemi Covid-19, KJRI Jeddah segera mengupayakan demand agar bus buatan Indonesia terealisasi masuk dan hadir di Arab Saudi. Tujuan dari masuknya bus buatan Indonesia tersebut salah satunya ialah untuk melayani para jemaah haji asal Indonesia.

Untuk merealisasikan hal tersebut maka KJRI Jeddah telah melakukan pertemuan virtual dengan Kementerian Perhubungan RI, perusahaan Karoseri bus Indonesia dan perusahaan Massaril Haram Arab Saudi (25/11/2020).

Pertemuan membahas rencana penyediaan bus untuk musim Haji 2021 sekaligus tindak lanjut inquiry atau permintaan langsung dari owner Massaril Haram, Omar Miski,

Omar Miski diketahui sebagai orang atau pihak yang memiliki keinginan untuk mendatangkan bus dari Indonesia sebagai salah satu angkutan jemaah haji dan umrah di Arab Saudi. Dalam pertemuan virtual ini, KJRI Jeddah mengundang perwakilan dari PT Adiputro dan PT Laksana.

Konsul Jenderal Indonesia di Jeddah, Eko Hartono mengungkapkan bahwa Indonesia menginginkan agar pengiriman jemaah haji dan umrah asal Indonesia juga dapat dimanfaatkan untuk mendorong peningkatan ekonomi nasional yaitu melalui penggunaan produk Indonesia. Dengan demikian diharapkan produk Indonesia dapat masuk ke Arab Saudi lebih banyak lagi.

Selanjutnya, Omar menyampaikan bahwa pihaknya ingin mendatangkan bus asal Indonesia dalam waktu dekat sehingga bus produk Indonesia dapat bersaing di pasar haji dan umrah tahun 2021.

Omar membeberkan terkait Jumlah jamaah umrah Indonesia adalah kedua terbesar setelah Pakistan, yaitu 1,2 juta jemaah.

Sementara jumlah jemaah haji mencapai 231 ribu. Omar berharap masuknya bus Indonesia tahap pertama tersebut diharapkan dapat menjadi standar untuk jenis angkutan yang berasal dari Indonesia.

Menanggapi hal itu, para perwakilan perusahaan bus menyambut baik inisiatif KJRI Jeddah dan keinginan Omar Miski serta akan melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait dengan persiapan untuk dapat memenuhi ketentuan dan persyaratan yang diperlukan agar dapat masuk di pasar Arab Saudi.

Gowes Bareng Tingkatkan Kebugaran Dan Promosi Wisata Kampung

Suarapemerintah.id – Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi mengawali kegiatan di hari Jumat (27/11) dengan bersepeda bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkot Yogya. Gowes bareng kali ini menempuh tiga rute perjalanan. Trip pertama berangkat dari Rumah Dinas Wawali di Jalan Suroto Kotabaru menuju RW 06 Bumijo. Selanjutnya trip kedua dari RW 06 Bumijo menuju Kelompok Tani Dewasa (KTD) Ayem Tentrem Keparakan Lor dilanjutkan trip ketiga dari KTD Ayem Tentrem ke Suro Amerta Surokarsan.

Di Bumijo, rombongan gowes disambut warga sekitar dengan sangat antusias dan singgah di RW 06 Bumijo. Wawali berkesempatan menikmati sarapan pagi bubur ayam bersama rombongan. Selepas sarapan, Wawali memberikan arahan kepada rombongan dan juga kepada warga Bumijo.

Wawali menuturkan, bahwa kegiatan gowes bareng ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Yogyakarta setiap hari Jumat. Tujuan dari gowes bareng ini selain untuk menjaga kebugaran tubuh di masa pandemi Covid-19, juga sebagai upaya Pemkot Yogya memperkenalkan kampung kepada khalayak luas. Selain itu, juga sebagai upaya Pemkot untuk menggali dan mempromosikan potensi wisata yang ada di kampung-kampung.

‘’Gowes bareng ini selain untuk menjaga kebugaran di masa pandemi juga bertujuan untuk menggali dan mempromosikan postensi wisata yang ada di kampung-kampung. Di mana potensi-potensi itu diharapkan bisa berkembang dengan baik, dan bisa menjadi penopang perekonomian masyarakat,” tuturnya.

Wawali juga mengingatkan kepada masyarakat untuk beradaptasi dengan kebiasaan baru dengan senantiasa menjaga protokol kesehatan, mengingat sejak beberapa hari terakhir ini, kasus Covid-19 di Kota Yogya cukup tinggi.

“Pada kesempatan ini juga saya menghimbau kepada Bapak Ibu sekalian untuk beradabtasi dengan kebiasaan baru, menerapkan protokol kesehatan, baik ketika di dalam maupun di luar rumah, di tempat kerja, dan sebagainya wajib mematuhi protokol kesehatan. Apalagi kasus Covid-19 di Kota Yogya akhir-akhir ini meningkat, maka salah satu kunci pencegahannya adalah dengan menerapkan protokol kesehatan,” kata Heroe Poerwadi.

Pada kesempatan ini pula, Wawali Heroe Poerwadi memberikan bantuan langsung tunai yang diterima langsung oleh Ketua RW 06 Bumijo. Wawali juga turut menyantelkan bahan makanan dari program Cantelan Jumat Berkah warga RW 06 Bumijo dan melihat langsung hasil kerajinan batik tulis karya warga RW 06 Bumijo.

Bertolak dari RW 06 Bumijo, rombongan gowes  menuju KTD Ayem Tentrem. Setibanya di lokasi Wawali rehat sejenak sembari menikmati hasil pertanian dan budidaya ikan yang dikelola oleh KTD Ayem Tentrem. Dalam kesempatan itu, juga diberikan bantual langsung tunai untuk pengembangan kawasan KTD Ayem Tentrem.

Ketua KTD Ayem Tentrem, Sariono menuturkan lahan yang ditanami jagung, gambas dan terong awalnya adalah lahan tidur yang kemudian dimanfaatkan oleh warga. Selain itu, warga juga membuat kolam.

“Saat ini baru ada tiga kolam, namun yang sudah dijadikan tempat budidaya baru dua, yaitu satu di kolam tanah, dan satu lagi di kolam terpal. Untuk yang di kolam terpal kami membudidayakan ikan jenis mutiara, dan sejauh ini hasil budidayanya cukup baik, baik dari sayurannya maupun dari budidaya ikannya,” kata Sariono.

Perjalanan selanjutnya diteruskan menuju Suro Amerta. Di sini Wawali berkesempatan melihat secara langsung kawasan yang sedang dikembangkan oleh warga Surokarsan, Kelurahan Wirogunan, di antaranya ialah wisata mural dan selokan yang akan dijadikan sebagai tempat budidaya ikan. Selain itu, potensi-potensi wisata yang sedang dikembangkan oleh masyarakat sekitar khususnya warga RW 07 Surokarsan ialah budidaya ikan cupang dan kebun alpukat.

Berkaitan dengan hal itu, Wawali Heroe Poerwadi memberikan arahan agar dalam pengembangan kawasan wisata di Surokarsan ini diintegrasikan dengan kawasan-kawasan lainnya, seperti dengan Wirogunan dan Bintaran.

“Ini kalau diintegrasikan akan menjadi kekuatan, jika sendiri-sendiri maka susah untuk berkembang. Seperti halnya Bendung Lepen, bisa populer karena ia terintegrasi dengan banyak potensi,” kata Wawali.

Selain meninjau lokasi-lokasi yang sedang di kembangkan warga RW 07 Surokarsan, Wawali Heroe Poerwadi juga memberikan bantuan langsung tunai. Dan secara bersamaan Wawali juga menerima proposal serta masterplan perencanaan pengembangan kawasan RW 07 Surokarsan. (Muc)
Sumber: DI Yogyakarta

Kemenkop Dirikan Kampus Kebun Loka Hejo Untuk Optimalisasi Aset

Suarapemerintah.id – Kementerian Koperasi (Kemenkop) dan UKM melakukan rebranding melalui pengoptimalan aset. Salah satunya yang dimiliki Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi dan UKM (LLP-KUKM) atau Smesco Indonesia, dengan mendirikan Kampus Kebun Loka Hejo di kawasan Cisarua, Bogor, Jawa Barat.

Pendirian Loka Hejo di atas lahan seluas 13 hektare (ha) ini, diharapkan mampu mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki. Sekaligus berbagai produk para pelaku UMKM baik di sektor kuliner, kerajinan, dan fashion.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan, yang dilakukan Smesco bukan hanya sekadar rebranding. Melainkan mampu menciptakan inovasi berupa ekosistem berbasis agrikultur.

Tak hanya wisata tapi juga agrikultur, menghubungkan pertanian baik dari petani maupun pelaku UMKM, pariwisata, dan market-nya, dengan satu konsep bisnis yang perlu ditonjolkan. Mengangkat ekonomi sekitar dan membawa kesejahteraan,” ujar Teten saat mengunjungi sekaligus meresmikan Loka Hejo di Cisarua, Bogor, Jabar, Kamis (26/11).

Lewat konsep yang inovatif, kata Teten, pembangunan Loka Hejo ini pun diharapkan bisa menjadi bisnis model dan dapat diterapkan di kawasan lain.

Loka Hejo bisa menjadi kampus, melahirkan creator untuk mengolah wilayah seperti ini. Apalagi saat Covid-19 ini, kreativitas sangat dibutuhkan,” tegasnya.

Direktur Utama Smesco Indonesia Leonard Theosabrata menjelaskan kerjasama dengan Kemenkop.

Ia menjelaskan Kampus Kebun Loka Hejo bertransformasi menjadi pusat pendidikan berbasis tanaman olahan, dan laboratorium inovasi bisnis produk berbasis tanaman bagi para pelaku UMKM yang bergerak di sektor kuliner, kerajinan, dan fashion.

Inisiatif itu katanya, merupakan bagian dari program pembinaan dan pendampingan UMKM yang lebih komprehensif, yaitu Sparc Campus.

Tujuan dari inisiatif tersebut yaitu meningkatkan kapabilitas bisnis para pelaku UMKM yang berwawasan lingkungan. Juga berbasis ekonomi sirkular agar dapat menghadapi tantangan-tantangan dunia usaha di masa kini dan masa depan.

Kurikulum dan programnya disiapkan untuk mendorong pelaku UMKM melakukan inovasi bisnis berbasis olahan tanaman. Lewat pendekatan ekonomi sirkular serta fokus pembelajarannya adalah pada keberlanjutan bisnis secara ekologis,” jelas dia.

Ia merinci, ada tiga aspek yang diusung Smesco dalam program pelatihan yang akan diselenggarakan di Kampus Kebun-Loka Hejo yaitu Loka Tani, Loka Saji dan Loka Seni. Sebagai sebuah laboratorium tani, pelaku usaha diajarkan bagaimana sistem berbasis permakultur dengan melakukan pertanian alami secara tidak eksploitatif.

Bagaimana meramu kekayaan alam yang terdapat di sekitar kampus. Tujuannya agar bisa dikembangkan menjadi produk baru berkualitas yang dapat dijual dan dinikmati dalam sebuah sajian,” kata dia.

Ia pun mengaku senang dan puas dari upaya yang dilakukan di Loka Hejo.

Agro potensinya yang paling besar disini. Dari kebun yang kita tanam, baru 2 bulan sudah panen beberapa kali. Jagung sudah 1 ton, cabe tumbuh besar, organik pula. Ada juga potensi perikanan dan lainnya, kita ingin menambah added value. Semua diproses oleh mitra kami yang ahli,” katanya.

Secara umum, sambung Leo, ketiga aspek itu akan mengajarkan kepada pelaku usaha tentang ekosistem, manajemen sampah, pembuatan kompos, pembibitan, membuat dan menggunakan pestisida organik, pengaturan plot, pemanenan dan tentunya pemasaran.

Melalui program bersama Kemenkop ini, lanjutnya, Smesco juga mempertemukan artisan lokal dan para pelaku seni yang mumpuni, supaya bersama-sama memetakan potensi material dan keterampilan pengrajin setempat dan mengembangkan produk-produk berdasarkan hasil pemetaan tersebut.

“Seluruh tanaman olahan yang ada di Kampus Kebun mulai dari asal usul hingga jalur distribusinya akan tercatat secara baik,” kata dia.

Sebagai lanjutan dari sosialisasi yang sudah diselenggarakan sebelumnya pada 7 sampai 8 November dan 14 sampai 15 November, Smesco mengundang para pemangku kepentingan terkait hadir dalam acara Stakeholder Gathering atau Site Visit yang diselenggarakan pada Kamis, 26 November 2020.

Kegiatan site visit ini mengumpulkan para stakeholder dari kalangan instansi pemerintah, mitra Smesco dan pihak terkait lainnya melihat langsung fasilitas pendukung inisiatif Kampus Kebun-Loka Hejo. Fasilitas tersebut di antaranya Gedung Pelatihan, Kebun Sehat, Rumah Semai, dan Rumah Kompos.

Pjs Wali Kota Medan Bersama Dirut Bank Sumut Luncurkan Sumutcard Sebagai Alat Pembayaran Bus Trans Metro Deli

Suarapemerintah.idPjs Wali Kota Medan Ir. Arief Sudarto Trinugroho, MT bersama Dirut Bank Sumut Muhammad Budi Utomo meluncurkan Sumutcard, di Pendopo Lapangan Merdeka Medan, Jumat (27/11). Kartu e-Money Sumutcard ini nantinya berguna sebagai alat pembayaran non tunai pada transportasi massal Bus Trans Metro Deli yang telah beroperasi 16 November 2020.

Peluncuran Sumutcard yang dilakukan usai Gowes Bersama Pemko Medan dan Stake Holder ini ditandai dengan pembagian 5.000 Kartu kepada masyarakat yang diterima secara Simbolis sebanyak 2.000 kartu kepada Camat Medan Tuntungan, Camat Medan Barat, Camat Medan Amplas dan Camat Medan Tembung. Selanjutnya Sumutcard tersebut nantinya akan dibagikan kepada masyarakat.

Selanjutnya, dihadapan yang hadir Sekda Kota Medan Ir. Wiriya Alrahman, MM, Deputi Pengawasan OJK Regional Sumut, Anton Purba, Kasatlantas Polrestabes Medan AKBP Sonny Siregar, mewakili Dandim 0201/BS kapt Abdul Halim Pasaribu, dan Kepala OPD diantaranya Asisten Umum Renward Parapat, Kadis Perhubungan Iswar Lubis, Kadis Kebersihan dan Pertamanan M. Husni dan Kepala BPPRD Suherman, Pjs Wali Kota Medan juga menerima Sumutcard yang diserahkan langsung Dirut PT Bank Sumut.

Dikatakan Pjs Wali Kota Medan kegiatan Gowes bersepeda yang merupakan kegiatan rutin kali ini tidak hanya diikuti Jajaran Pemko Medan saja tetapi Stake Holder diantaranya Bank Sumut dan Jasaraharja. Hal tersebut dikarenakan dalam Gowes ini juga akan diluncurkan kartu e-Money Sumutcard kerjasama Pemko Medan dan PT Bank Sumut dan penyerahan CSR dari PT Jasaraharja untuk Pemko Medan.

“Atas nama Pemko Medan kami mengucapkan terimakasih kepada PT Bank Sumut yang telah ikut berperan mendukung program Pemerintah dalam transaksi nontunai dengan menghadirkan Sumutcard. Kita harapkan e-Money Sumutcard ini dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai alat pembayaran pada Bus Trans Metro Deli”, kata Pjs Wali Kota Medan.

Menurut Pjs Wali Kota Medan sebagai sarana pendukung operasional bus Trans Metro Deli, Sumut Card ini diluncurkan sebagai alat pembayaran non tunai. Artinya Ada 15 ribu kartu yang akan dibagikan kepada masyarakat tetapi, saat ini terlebih dahulu sebanyak 5000 kartu yang akan dibagikan kepada masyarakat dari PT Bank Sumut.

“Ini adalah angkutan massal siapa saja boleh menggunakannya, dengan suasana nyaman dan handal yang jadwalnya ontime. Setiap 10 menit sekali bus jalan. Kita melaunching yang baru tentunya harus lebih baik dari pada sebelumnya. Hingga sampai terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) atau sampai bulan Desember ini, bus ini masih gratis,” jelas Pjs Wali Kota Medan.

Sebelumnya Dirut PT Bank Sumut Muhammad Budi Utomo menjelaskan dalam mendukung Program Pemerintah yakni transaksi non tunai, Bank Sumut ikut berperan dengan menghadirkan Kartu e-Money Sumutcard. Kartu transaksi non tunai kerjasama dengan Pemko Medan ini diharapkan dapat menunjang operasional Bus Trans Metro Deli sebagai alat pembayaran non tunai.

“Hadirnya Sumutcard ini diharapkan akan meningkatkan minat masyarakat untuk menggunakan transportasi Massal dengan pembayaran non tunai”, katanya. Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan Iswar Lubis mengungkapkan, saat ini terdapat 3 koridor yang dijalankan dan rencananya 2 koridor lagi akan beroperasi.

Selain itu, nantinya angkutan massal dengan sistem By The Service (BTS) ini akan dikenakan tarif tetap saat ini hingga Desember mendatang masih gratis. Meskipun gratis, lanjut Iswar, masyarakat yang hendak menggunakan bus ini harus menggunakan Sumut Card tersebut. Disamping itu, masyarakat juga dapat mendownload aplikasi Teman Bus untuk mengetahui informasi mengenai letak halte dan informasi mengenai bus lainnya.

“Kita ingin memberikan edukasi kepada masyarakat, bahwa kedepan itu semuanya harus menggunakan non tunai. Untuk itu, biar masyarakat tidak terbebani dengan pengadaan untuk pembelian kartunya, makanya kita rencanakan akan membagi 15 ribu kartu gratis kepada masyarakat dan hari ini kita bagi 5000 yang disupport Bank Sumut sebagai bank daerah. Selain itu, Bank Sumut nantinya juga akan membantu sarana dan prasarana lainnya. Hanya saja tinggal merubah pola perilaku masyarakatnya untuk mau beralih menggunakan bus. Kita harapkan support dari masyarakat kalau ingin Kota Medan ini maju,” ungkap Iswar.

Dalam acara Gowes dan peluncuran Sumutcard ini juga dirangkaikan dengan penyerahan CSR dari Jasa Raharja kepada Pemko Medan. CSR berupa Pohon Tabebuya ini nantinya akan diberikan kepada Dinas Kebersihan dan Pertamanan berupa pepohonan yang akan dipergunakan untuk menghijaukan Kota Medan.

“Kegiatan CSR Jasa Raharja ini tentunya sangat positif untuk turut berpartisipasi secara aktif dalam proses pembangunan di Kota Medan”, kata Pjs Wali Kota Medan didampingi Kadis Kebersihan dan Pertamanan usai menerima Pohon Tabebuya dari Plt Kepala Cabang PT Jasa Raharja Sumut Ahmad Satiri.

Selanjutnya Pjs Wali Kota Medan bersama Dirut PT Bank Sumut membagikan secara langsung Sumutcard kepada masyarakat pengguna Bus Trans Metro Deli di salah satu halte yang berada di Jalan Balai Kota tepatnya di depan kantor bank Indonesia (BI).

Sebelum membagikan kartu e-money kepada masyarakat, Pjs Wali Kota Medan terlebih dahulu melakukan gowes bersama Sekda Kota Medan dan jajaran BPPRD Kota Medan serta diikuti para pimpinan OPD di Lingkungan Pemko Medan. Gowes yang dilakukan mulai pukul 07.00 wib yang dimulai dari Taman Cadika Pramuka Medan Jalan Karya Wisata hingga finish di Lapangan Merdeka Medan dengan menempuh jarak kurang lebih 10 km.

Pjs Wali Kota Medan Terima TKDD TA 2021

Suarapemerintah.idPenjabat Sementara (Pjs) Wali Kota Medan, Ir.Arief Sudarto Trinugroho,MT menerima Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) Tahun Anggaran 2021. TKDD ini diserahkan langsung oleh Gubsu, Edy Rahmayadi di Pendopo Rumah Dinas Gubsu, Jumat (27/11).

Selain Pjs Wali Kota Medan, TKDD tersebut juga diserahkan kepada Kepala Daerah Kab/Kota se-Sumut lainnya. Selain itu dalam kesempatan ini juga diserahkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) kepada masing-masing Satuan Kerja di Provinsi Sumut.

Usai menerima TKDD, Pjs Wali Kota Medan mengatakan anggaran yang diterima harus dimanfaatkan dengan sebaiknya untuk pemulihan ekonomi masyarakat, karena itulah persiapan penggunaan anggaran yang dimaksud harus dilakukan sesegera mungkin.

“Harus sudah mulai kita persiapkan di bulan Desember ini sehingga awal Januari pelaksanaan kegiatan sudah dapat berjalan untuk membantu masyarakat dan juga mengakselerasi pertumbuhan ekonomi.”kata Pjs Wali Kota Medan.

Sementara itu Gubsu, Edy Rahmayadi dalam sambutanya mengatakan kondisi ekonomi bangsa saat ini mengalami penurunan akibat covid-19, karena itu melalui penyerahan DIPA dan TKDD tersebut Gubsu berharap dapat menjadi momentum dalam percepatan pemulihan ekonomi bangsa khususnya di Provinsi Sumut.

“Dengan uang yang sedikit ini harus kita gunakan untuk membantu stimulus ekonomi agar rakyat terbantu, jangan sampai kita semakin mempersulit rakyat.”kata Gubsu.

Disamping itu Gubsu juga mengingatkan kepada setiap Kepala Daerah agar mempercepat belanja daerah agar terjadi perputaran ekonomi di tengah masyarakat yang dapat membantu percepatan pemulihan ekonomi.

“Ditengah covid-19 saat ini masyarakat butuh uang segar beredar di masyarakat karena itu saya mengingatkan agar Bupati dan Walikota segera melakukan penyerapan anggaran melalui percepatan belanja daerah.”pesan Gubsu.

Keluarga Besar Pemko Gelar Syukuran HUT Ke-56 Pjs Wali Kota Medan

Suarapemerintah.id – Keluarga besar Pemko Medan menggelar syukuran HUT ke-56, Pjs Wali Kota Medan, Ir. Arief Sudarto Trinugroho, MT., Jumat (27/11) di pendopo rumah dinas wali kota. Acara yang dihadiri Sekda, Ir. Wiriya Alrahman, MM., dan segenap pimpinan OPD di lingkungan Pemko Medan itu diisi dengan tausiah oleh Ketua MUI, Prof. Dr. H. M. Hatta dan ditandai dengan pemotongan tumpeng.

Dalam acara syukuran HUT Ke-56 yang berlangsung bersahaja itu, Pjs Wali Kota Medan, Arief memotong nasi tumpeng dan memberikan potongan pertama kepada sang istri, Dian Rumondang Arief S. Trinugroho. Potongan tumpeng juga diberikan Arief kepada Sekda dan Ketua MUI Kota Medan serta segenap keluarganya yang menghadiri acara itu.

Arief mengungkapkan rasa terima kasih atas perayaan yang dihelat ini. Dengan pertambahan usia ini, dia berharap dapat lebih mengkaji diri agar lebih baik dalam kehidupan di dunia maupun akhirat. Dalam sambutannya yang diwarnai canda cerdas tentang pengalaman masa muda itu, Arief juga mengajak segenap pimpinan OPD Pemko Medan terus giat bekerja dan tidak sekalipun melanggar aturan yang berlaku.

“Menteri saja kena OTT KPK, apalagi setingkat kepala daerah, pimpinan OPD. Bekerjalah sesuai ketentuan,” pesannya. Sebelumnya, Ketua MUI Medan, Prof. Dr. H. M. Hatta, menyampaikan tausiah tentang keberhasilan dan kebahagian di dunia.

Disampaikan, setiap manusia lahir mengemban amanah dari Allah, yakni khalifah di muka bumi. Dalam mengemban amanah itu, manusia selalu memohon kepada Allah untuk diberikan kekuatan agar mendapat kebahagian dunia dan akhirat.

Hatta juga mengingatkan, agar semakin bertambah ilmu manusia, bertambah rendah hati dan penuh kasih sayang, bertambah amal bertambah pula rasa takut dan sikap hati-hati, bertambah umur berkurang sifat tamak kepada dunia, bertambah harta bertambah pula kedermawanan, dan bertambah kedudukan bertambah pula kedekatan kepada sesama manusia.

Komisi III DPR RI: Putus Peredaran Narkoba di Lapas/Rutan

Suarapemerintah.idKomisi III DPR RI meminta Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Sulawesi Tengah memutus rantai peredaran narkoba baik di lembaga pemasyarakatan (lapas) maupun rumah tahanan (rutan) di wilayah Sulawesi Tengah. 

Itu disampaikan oleh Sarifuddin Suding dalam rapat kunjungan kerja spesifik Komisi III DPR RI ke Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (26/11). Rapat dilangsungkan di aula kantor kepolisian daerah Sulawesi Tengah, dihadiri oleh Kanwil Kemenkumham Sulteng, Polda Sulteng, Pengadilan Tinggi Sulteng, Kejaksaan Tinggi Sulteng dan Pengadilan Tata Usaha Negara Palu.

“Saya minta jajaran Kemenkumham di Sulawesi Tengah ini berani bertindak untuk memutus rantai peredaran narkoba di lingkungan lapas dan rutan,” ujar politisi PAN tersebut.

Politisi dapil Sulteng ini mengatakan masih ada oknum petugas terlibat peredaran narkoba di dalam Lapas maupun Rutan. Karenanya dia meminta para pimpinan kemenkumham di Sulteng berani menerapkan peraturan tegas dan memberikan sanksi keras kepada petugas yang terlibat peredaran narkoba di balik jeruji. Suding menyoroti kasus ditangkapnya seorang sipir lapas Petobo, Palu saat sedang bertransaksi dengan tiga orang napi di balik dinding penjara April 2020.

Menanggapi pernyataan Suding, Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Sulteng, Lilik Sujandi, menyampaikan bahwa saat ini pengawasan terhadap sipir dan juga peredaran narkoba di lingkungan Sulawesi Tengah semakin ditingkatkan. Oknum yang terlibat juga dijatuhi sanksi tegas.

Lilik kemudian menjelaskan kondisi hunian lapas di wilayah Sulawesi Tangah yang terus mengalami peningkatan penghuni atau warga binaan pemasyarakatan (WBP), sementara tempat hunian tidak berkembang. Akibatnya terjadi over capacity. Sebagian besar napi baru karena kasus obat-obatan terlarang.

“Isi hunian lapas dalam 5 tahun terakhir ini meningkat sebesar 372 orang/tahun dimana WBP kasus Narkotika mencapai klimaks ke angka 188% tetapi cenderung menurun pada tahun 2020” papar kakanwil Sulteng.

Secara keseluruhan, berdasarkan data Badan Narkotika Nasional (BNN), peredaran narkoba di wilayah Sulteng sangat mengkhawatirkan. Bahkan mirisnya lagi, berdasarkan survey Puslitdatin BNN tahun 2017, Sulteng menempati posisi empat besar penyalahgunaan maupun peredaran narkoba di Indonesia.

Berdasar survey tersebut, prevalensi pengguna/pengedar narkoba di provinsi ini sebesar 1,70% dengan jumlah yang terpapar sebesar 36.594 jiwa. Sedangkan hasil survey LIPI tahun 2019 data prevalensi meningkat menjadi 2,80 % dengan jumlah yang terpapar berjumlah 52.341 jiwa.

Pada tahun 2020 ini, sejak Januari hingga Agustus, BNN telah mengungkap 15 kasus penyalahgunaan Narkoba di Sulteng dan menetapkan 29 tersangka. Dari kasus itu barang bukti yang disita oleh BNN adalah sabu sebanyak 1174,66 gram, Ganja 960 gram. Selain itu, rehabilitasi juga dilakukan kepada 344 pasien dengan melibatkan instansi pemerintah dan lembaga masyarakat.

Kakanwil Kumham Sulteng menyadari adanya tantangan tersebut. Karena itu, sebagai bagian dari aparat penegah hukum, pihaknya telah meningkatkan kedisiplinan pegawai melalui berbagai kebijakan. Pengawasan di lapas dan rutan juga semakin ditingkatkan untuk memutus rantai peredaran narkoba. Bekerja sama dengan instansi penegak hukum lain, Kemenkumham Sulteng terus membangun sinergi membongkar berbagai kasus besar yang ada.

Atas berbagai upaya yang dilakukan, pimpinan rombongan kunjungan kerja spesifik sekaligus wakil ketua Komisi III DPR RI, Khairul Saleh, memberikan apresiasi kepada para penegak hukum wilayah Sulteng.

“Tantangan bagi para penegak hukum hukum dalam memberantas peredaran dan penyalah gunaan narkoba di wilayah Sulteng ini sangat berat. Tetapi saya memberikan apresiasi kepada para penegak hukum yang telah bekerja keras dalam menekan jumlah peredaran dan penyalahgunaan narkoba sehingga mampu membongkar berbagai kasus besar yang terjadi di wilayah ini,” papar Khairul Saleh saat menutup rapat.