Beranda blog Halaman 4654

Lorong Sayur Kawandasa Perkuat Ketahan Pangan Warga

Suarapemerintah.id – Sejak beberapa tahun terakhir, tren urban farming kian diminati oleh masyarakat Kota Yogyakarta, tak terkecuali warga RT 40 RW 10 Karangkajen Kelurahan Brontokusuman. Warga memanfaatkan tembok Galery Hotel dan teras rumah warga sepanjang 275 meter sebagai lahan pertanian yang kemudian dinamakan dengan Lorong Sayur.

Pada Sabtu (28/11) mereka melakukan panen raya yang secara simbolis dilakukan oleh Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Peorwadi, dengan memetik sayuran sawi, selada, terong, seledri dan cabai. Wawali dalam sambutannya menuturkan, pemanfaatan lahan sempit untuk budidaya tanaman ini beriringan dengan keinginan masyarakat untuk menjalani gaya hidup sehat, dan menciptakan lahan terbuka hijau di lingkungan perkotaan.

Selain itu, persebaran kampung sayur di berbagai wilayah di Kota Yogyakarta yang cukup banyak dapat dijadikan untuk mencukupi ketersediaan bahan makanan dan memperkuat ketahanan pangan kota serta memiliki potensi wisata yang cukup tinggi.

Wawali mengapresiasi Kelompok Tani Kawandasa RT 40 Kelurahan Brontokusuman, yang telah berpartisipasi aktif dalam menyukseskan program pemerintah untuk menjadikan kampung dan lorong di Kota Yogyakarta sebagai lahan tanam sayur-mayur.

“Saya sangat mengapresiasi apa yang dilakukan oleh Bapak Ibu sekalian yang mampu memanfaatkan lahan sempit di sekitar rumah sebagai lahan pertanian. Ini selain hasilnya dapat dimanfaatkan sebagai bahan untuk memenuhi kebutuhan pangan juga sebagai lahan penghijauan,” tuturnya.

Ketua RW 10, Muhammad Subhan menuturkan sebenarnya lorong sayur ini sudah dimulai sejak tahun 2018, namun sempat vakum dan mulai aktif kembali pada tahun 2020. Pada awalnya hanya satu jenis tanaman yang ditanam yaitu seledri dengan sistem semi hidroponik. Seiring berjalannya waktu tanaman diperbanyak seperti sawi, selada, terong, seledri,kangkung, cabai dan tomat.

“Latar belakang kami mengembangkan lorong sayur ini tidak lepas dari situasi dan kondisi merebaknya virus Corona, di mana kami mengajak ibu-ibu warga RW 10 untuk melakukan kegiatan yang tidak menimbulkan kerumunan, yakni dengan menanam sayur di lingkungan rumahnya,” tuturnya.

Meski Pandemi, Atlet Harus Tetap Berlatih

Suarapemerintah.id – Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti terus memberikan semangat bagi para atlet Kota Yogyakarta untuk tetap berlatih meski dihantam badai covid-19.

Dorongan tersebut disampaikan Walikota Yogyakarta saat membuka musrenbang Koni Kota Yogya di ruang Bima komplek Balaikota Yogyakarta, Sabtu (28/11/2020).

Orang nomor satu di Kota Yogyakarta ini menyatakan, Pemkot Yogya siap memfasilitasi tempat latihan para atlet di Kota Yogya.

Meski begitu, ia mengingatkan pembinaan atlet di masa pandemi ini tetap dilakukan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

“Artinya, pelatih dapat membatasi durasi dan jumlah atlet yang berlatih. Dengan begitu, prestasi tidak akan tertinggal, dan olahraga rutinnya tetap berjalan,” jelasnya.

Untuk menjaga daya tahan tubuh para atlet, Walikota meminta agar seluruh Cabor bisa menambahkan suplemen vitamin bagi para atletnya.

“Kami harap di masa saat ini, Cabor bisa mengalokasikan anggaran untuk memberi vitamin. Kami persilakan mereka untuk mengatur kebutuhan sendiri,” ujarnya.

Walikota juga meminta agar segenap pengurus dapat terus berinovasi, mengenai bagaimana caranya agar tetap dapat melaksanakan kegiatan olahraga, namun dengan tetap berada dalam koridor aturan yang berlaku dan tentunya dengan se-izin otoritas yang berwenang.

“Hal itu tentunya menjadi tantangan yang harus kita hadapi dan kita cari jalan keluarnya agar kegiatan pembinaan olahraga dapat terus berjalan, serta kita tetap mempertahankan dan meningkatkan prestasi olahraga Kota Yogyakarta, menghadapi event event olahraga mendatang yang diharapkan tetap berlangsung walaupun kita masih harus menunggu kepastiannya sampai kapan Pandemi Covid-19 ini akan berakhir,” katanya.

Gedung Baru Asrama Haji NTT, Menag Minta Asrama Haji Jadi Sarana Penguatan Kerukunan Dan Toleransi

Suarapemerintah.idMenteri Agama Fachrul Razi hari ini meresmikan penggunaan gedung Raudah Asrama Haji Antara Kupang, NTT. Menag berharap keberadaan gedung baru ini akan meningkatkan kualitas pelayanan terhadap jemaah. Lebih dari itu, asrama haji bisa dioptimalkan dalam penguatan kerukunan dan toleransi.

“Tersedianya asrama haji yang berkualitas, memenuhi standar, aman, dan nyaman, penting untuk mendukung pelayanan kita bagi jemaah haji,” ungkap Menag di Kupang, NTT, Jumat (27/11).

Hadir dalam kesempatan ini Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi. Ikut mendampingi Menag, Plt Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Oman Fathurahman, Dirjen Bimas Kristen Thomas Pentury, dan Kakanwil Kemenag NTT Sarman Marselinus.

“Saya minta agar Kanwil Kementerian Agama Provinsi selaku pengelola, membuat asrama haji mengambil peran penguatan kerukunan dan toleransi,” tutur Menag.

Menag mengapresiasi kebijakan Kanwil Kemenag NTT yang telah memanfaatkan asrama haji Kupang sebagai asrama bagi mahasiswa asal Papua dan Papua Barat yang sedang kuliah di Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) NTT. Mereka adalah para penerima beasiswa Kementerian Agama dalam program ‘Kita Cinta Papua’.

Menurut Menag, kebijakan itu menjadi wujud nyata dari upaya menguatkan kohesi sosial di NTT. Menag menilai, toleransi dan kerukunan sangat penting untuk meneguhkan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. “Asrama haji bisa menjadi salah satu komponen atau sarana yang tidak hanya dimanfaatkan untuk pelayanan kepada jemaah haji dan umrah, tapi juga bagi masyarakat NTT secara luas,” tandasnya.

Kasi Urais Binsyar Jamaluddin Malik yang juga PPK Pembangunan Asrama Haji Antara Kupang melaporkan bahwa gedung yang baru diresmikan Menag dibangun dengan fasilitas setara bintang tiga. Gedung asrama haji NTT berdiri di atas lahan seluas 1,2 hektare, memilki kapasitas 42 kamar dengan 168 bed. Setiap kamar pada gedung tiga tingkat ini dapat diisi empat orang.

Selain meresmikan gedung tersebut, dalam kunjungan kerja ke NTT, Menag juga meresmikan perubahan Sekolah Tinggi Agama Kristen Negeri menjadi Institut Agama Kristen Negeri (IAKN), menyapa mahasiswa penerima beasiswa Kita Cinta Papua, serta bertemu dengan tokoh lintas agama.

Kemenag Siapkan SOP Dan Regulasi Sistem Deteksi Dini Konflik Keagamaan

Suarapemerintah.idKementerian Agama tengah menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) dan regulasi sistem deteksi dini konflik keagamaan. Penyusunan ini merupakan kelanjutan dari pembuatan sistem aplikasi yang sudah ada.

“Kita sekarang sedang menyusun SOP untuk mengenali secara presisi tanda-tanda api konflik. Termasuk menyusun regulasi untuk memberikan payung hukumnya,” demikian disampaikan Kepala Puslitbang Bimas Agama dan Layanan Keagamaan Kementerian Agama Adlin Sila dalam acara Workshop Sosialisasi Deteksi Dini Penanganan Isu Kerukunan Umat Beragama Tahun 2020 di Tangerang, Jumat (27/11).

Adlin menjelaskan, kehadiran sistem aplikasi deteksi dini konflik keagamaan, sangat penting. “Dengan harapan, konflik dapat diantisipasi dan dapat dicegah sedini mungkin,” kata Adlin.

Selain itu, dengan adanya sistem aplikasi tersebut juga diharapkan dapat mengubah mindset para pemangku kepentingan. “Dari pemadaman ke arah pencegahan,” ungkap Adlin.

Adlin menambahkan, Kemenag juga tengah menggencarkan penguatan moderasi beragama sebagai solusi pencegahan konflik keagamaan. Penguatan moderasi beragama menjadi salah satu langkah riil pemerintah untuk mencegah terjadinya konflik yang mengatasnamakan agama.

Pemahaman akan moderasi beragama yang berarti memahami sekaligus mengamalkan ajaran agama secara adil dan seimbang harus terus dikampanyekan.

“Para penyuluh agama diharapkan dapat terus mengampanyekan moderasi beragama. Mengingat para penyuluh adalah komunikator kebijakan Kementerian Agama di akar rumput,” kata Adlin.

3 Aspek Penting Tantangan Masa Depan, Kemenag Kembangkan MA Plus Keterampilan

Suarapemerintah.idKementerian Agama mengembangkan Madrasah Aliyah plus Keterampilan atau MAK. Dirjen Pendidikan Islam M Ali Ramdhani mengatakan MAK merangkum tiga aspek penting tantangan masa depan, yaitu: attitude, skill, dan knowledge (ASK).

Hal ini disampaikan Ali Ramdhani saat berbicara pada Workshop Penguatan Kompetensi Guru dan Kepala Madrasah Plus Keterampilan di Bandung, Jumat (27/11).

Menurutnya, setiap lembaga pendidikan, termasuk madrasah, dituntut dapat menjawab harapan dan tantangan masyarakat terkait tiga hal tersebut. Dan, ketiganya terhimpun dalam MA plus Keterampilan.

Attitude, kata Dhani, berkenaan dengan pembelajaran akhlak dan perilaku kaseharian. Ini menjadi salah satu nilai lebih madarasah hingga dipercaya masyarakat.

Di madrasah, siswa tidak sekedar belajar ilmu umum, tapi juga sikap dan perilaku (attitude). Proses pembelajaran di madrasah bukan sekedar schooling, tapi juga learning.

“Di madrasah, siswa tidak hanya bersekolah tapi orang itu belajar,” ujarnya.

Aspek kedua adalah skill atau keterampilan, dan ketiga adalah knowledge atau pengetahuan. Perpaduan attitude, skill, dan knowledge ini menjadi bekal alumni madarasah sehingga siap terjun ke masyrakat dengan dinamika apapun. Jika alumni memilih melanjutkan kuliah, dia sanggup mengikuti.

“Inilah alasan kita mengembangkan Madrasah Aliyah Plus Keterampilan. Jadi penguatannya pada relevansi,” papar Dhani.

Dhani berharap, para kepala MA Plus Keterampilan mempunyai mental tata kelola yang baik untuk perkembangan institusinya. Menurutnya, seberapa baik pekerjaan, kalau tidak ditopang oleh administrasi, akan menjadi sebuah keleliruan.

“Tapi, seberapa buruknya itu, kalau ditutup dengan administrasi bagus, maka kita akan dianggap orang baik. Artinya, bayangkan bahwa ada kekuatan namanya tata kelola. Tata kelola akan menjamin banyak hal termasuk keselamatan kita,” pesan Dhani.

“Jadi saya akan memberikan aksentuasi pada keselamatan kita, kita ingin bersama-sama selamat,” tutupnya.

Hindari Sengketa, Kemenag: Nazhir Harus Kuasai Hukum Perwakafan

Suarapemerintah.id Kementerian Agama mendorong para nazhir untuk menguasai hukum perwakafan secara utuh. Penguasaan hukum perwakafan oleh para nazhir diharapkan dapat mengurangi sengketa harta wakaf yang kerap terjadi. Selain itu para nazhir juga dituntut untuk bersikap konsisten dalam mengawal aset umat. 

Pemikiran ini disampaikan Sekretaris Ditjen Bimas Islam Muhammad Fuad Nasar dalam Webinar Penyelesaian Sengketa Perwakafan yang digelar Badan Wakaf Indonesia (BWI). “Ini (penguasaan hukum wakaf) penting, sebab terkait perlindungan harta wakaf dari sengketa perwakafan,” kata Fuad melalui sambungan video conference, Jumat (27/11).

Ia menjelaskan bahwa persengketaan kerap terjadi akibat pembatalan wakaf yang diwasiatkan. “Sehingga sering ditemukan masalah seperti sengketa, gugatan balik atau pembatalan secara sepihak,”ungkap Fuad

“Padahal kalau melihat Undang-undang Wakaf, Wakif yang sudah mengikrarkan untuk berwakaf tidak bisa dibatalkan, begitu juga dengan wakaf yang telah diwasiatkan,” ujarnya.

Fuad pun mengapresiasi langkah BWI yang terus mengedukasi layanan informasi perwakafan kepada para nazhir serta masyarakat luas. “Sudah lama sinergi antara Kemenag dan BWI terjalin dalam mengawal aspek hukum perwakafan sebagai langkah pencegahan timbulnya sengketa wakaf,” tuturnya.

Upaya mengurangi sengketa wakaf menurut Fuad juga tak terlepas dari peran Kantor Urusan Agama (KUA). Beliau menjelaskan Kepala KUA sebagai pejabat pembuat akta ikrar wakaf (PPAIW) senantiasa dituntut untuk bekerja tertib, memenuhi segala kaidah-kaidah validasi, serta melayani proses perwakafan guna mewujudkan kepastikan hukum dalam pengelolaan wakaf.

Webinar ini juga dihadiri Ketua BWI Mohammad Nuh, serta Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Tarmizi Tohor.

Kemenag Tetap Siapkan Tiga Skenario Haji 2021

Suarapemerintah.id – Pandemi Covid-19 yang melanda dunia, termasuk Indonesia belum berakhir. Karenanya, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama tetap menyiapkan tiga skenario penyelenggaraan ibadah haji pada 1442H/2021M. Skenario ini serupa dengan yang disiapkan pemerintah dalam penyelenggaraan ibadah haji 1441H/2020M.

Hal ini dikemukakan Sekretaris Jenderal Kemenag Nizar saat menjadi narasumber dalam Diseminasi Pembatalan Pemberangkatan Jemaah Haji Tahun 1441 H / 2020 M angkatan ke VI  yang digelar Kanwil Kemenag Provinsi Nusa Tenggara Barat, di Lombok.

Nizar menyebut, skenario pertama yang akan dilakukan adalah calon jemaah haji tetap akan diberangkatkan dengan kuota penuh. “Ini akan dilakukan dengan catatan apabila covid-19 selesai, atau sudah ditemukan vaksin covid-19,” kata Nizar, Jumat (27/11).

Skenario kedua adalah pembatasan kuota jemaah haji. “Pembatasan kuota ini bisa 30%, 40%, bahkan sampai 50%. Sesuai dengan protokol kesehatan,” ungkap Nizar yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Dirjen  Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag.

?Sedangkan skenario ketiga adalah pemberangkatan jemaah haji ditunda lagi jika Pemerintah Arab Saudi menutup akses layanan penyelenggaraan ibadah haji. Nizar menyampaikan, pada musim haji 2020 lalu pemerintah Indonesia mengambil keputusan  pembatalan keberangkatan jemaah haji dengan mempertimbangkan keselamatan dan keamanan jemaah di masa pandemi.

Selain Nizar, hadir pula sebagai narasumber anggota Komisi VIII DPR RI Dapil NTB Nanang Samodra, Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi NTB Zaidi Abdad, dan Kepala Bidang Penyelenggara Haji Dan Umrah Kanwil Kementerian Agama Prov. NTB Eka Muftati’ah.

Acara yang diikuti 100 peserta, mulai Kepala KanKemenag Kab/Kota Se-NTB, Kepala Seksi PHU Kab/Kota Se-NTB, Staf PHU, Penyuluh, Toga/Toma, UPT Asrama Haji Lombok, PPIU, KBIHU, hingga Kepala Desa ini membahas berbagai topik tentang perhajian.

Antara lain tentang kuota jemaah, pelimpahan porsi, pembiayaan, BPKH, penyandang disabilitas, KBIHU, dokumen perjalanan, dampak pandemi covid-19, pembatalan perjalanan haji, biaya kesehatan, serta penyelenggaraan umrah.

Tak lupa dibahas pula pengawasan penyelenggaraan ibadah haji dilakukan oleh Pengawas internal ( Inspektorat Jenderal ), maupun eksternal ( DPR RI, DPD RI, dan BPK ).

Jasa Raharja-Polda DIY Lakukan Sosialisasi Millenial Road Safety Bersama SMAN 1 Sleman

Suarapemerintah.id – Senin (23/11) Jasa Raharja Cabang DIY kembali mengadakan kegiatan sosialisasi Millenial Road Safety. Kegiatan ini rutin dilaksanakan sebagai wujud kontribusi Jasa Raharja dalam mengedukasi masyarakat khususnya para pelajar di Daerah Istimewa Yogyakarta terkait keselamatan berkendara. Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan ini adalah Aipda Heru Purwadi selaku Anggota Unit Dikyasa Satlantas Polres Sleman dan Sofyan Adi Nugroho, SE. MM. Selaku Kepala Bidang Operasional Jasa Raharja Cabang D.I. Yogyakarta. 

Dalam kegiatan Sosialisasi Millenial Road Safety. Sofyan menjelaskan tugas dan fungsi Jasa Raharja dalam upaya memberikan perlindungan kepada masyarakat, yakni sebagai penjamin pertama bagi korban kecelakaan. Sofyan juga menghimbau kepada adik-adik SMAN 1 Sleman untuk bersikap baik di jalan raya.

“Adek-adek tertiblah terhadap diri sendiri, jika sampai terjadi kecelakaan yang rugi adalah diri kita sendiri, jadi penting bagi kita untuk menjaga sikap saat berkendara dijalan raya, saat keluar rumah juga jangan lupa untuk pamit dan salim kepada orang tua” ujarnya.

Himbauan ini didukung sepenuhnya oleh Aipda Heru yang memaparkan bahwa pelajar menjadi segmentasi usia yang rentan terhadap kecelakaan di jalan raya. Ia memaparkan beberapa penyebab kecelakaan yang paling vital, seperti faktor pengemudi yang tidak disiplin, kendaraan yang tidak layak jalan, faktor jalan yang kurang baik dan faktor cuaca, terlebih jika sedang musim hujan.

Selain itu ada juga faktor-faktor yang menunjang keselamat berkendara, yakni Orang yang berkeselamatan, maksudnya adalah orang yang mematuhi etika berkendara di jalan raya. Kendaraan yang berkeselamatan, maksudnya adalah kendaraan yang sesuai mutu dan standar penggunaan. Yang terakhir adalah Jalan yang berkeselamatan, yakni jalan yang layak untuk dipakai, tidak berlobang dan tidak bergelombang.

Jasa Raharja Ditlantas Polda DIY beserta seluruh pihak yang bertanggung jawab atas pemantauan keselamatan berkendara di jalan raya selalu meningkatkan mutu pelayanan, tidak hanya melalui kegiatan lapangan, tetapi juga melalui pengembangan wawasan dan edukasi masyarakat terkait keselamatan berkendara.

Tujuan dari kegiatan ini adalah agar generasi muda semakin peduli dengan keselamatan berkendara, sehingga bisa mengurangi angka kecelakaan dan menyelamatkan masa depan mereka.

Rapid Test Kelima Untuk Seluruh Insan Jasa Raharja Cabang D.I.Y

Suarapemerintah.id– Bertempat di Kantor Jasa Raharja Cabang D.I. Yogyakarta pada Senin (23/11) dilaksanakan kegiatan rapid test kelima yang melibatkan seluruh elemen di Jasa Raharja.

Kepala Jasa Raharja Cabang D.I. Yogyakarta, Akhdiyat Setya Purnama mengatakan bahwa pihaknya akan secara rutin melaksanakan kegiatan ini untuk meningkatkan mutu pelayanan serta kepercayaan publik terhadap pelayanan Jasa Raharja di masa pandemi covid-19 ini.

Kegiatan rapid test kelima merupakan wujud kepedulian dan screening awal dalam upaya monitoring kesehatan para pegawai.

Kegiatan ini sifatnya wajib, sehingga diikuti oleh seluruh pegawai cabang, samsat dan KPJR se-DIY. Nashrul Annas, salah satu insan Jasa Raharja mengatakan bahwa kegiatan ini membuatnya merasa dilindungi dan diperhatikan oleh perusahaan.

“Kegiatan rapid test rutin seperti ini membuat kami para karyawan merasa diproteksi dan dilindungi oleh perusahaan dari bahaya Covid-19. kegiatan ini sifatnya wajib, agar kesehatan kita bisa dimonitoring dan diantisipasi jika nantinya ada hasil yang reaktif. Sehingga kami bisa tetap melayani masyarakat dengan sehat dan prima” ungkapnya.

Prosedur rapid test tersebut dilakukan oleh para peserta tenaga medis dari Rumah Sakit Universitas Islam Indonesia. Kegiatan ini merupakan kerjasama ketiga kalinya antara Jasa Raharja dan RS Universitas Islam Indonesia.

Sejauh ini dalam lima kali pelaksanaan Rapid Test, seluruh pegawai dinyatakan non-reaktif. Hal ini tentu menjadi sebuah indikator yang membuktikan bahwa seluruh insan Jasa Raharja telah sepenuhnya taat terhadap protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah.

Pada hasil laboratorium yang telah dilaporkan oleh RS UII kepada pihak Jasa Raharja pada hari ini (24/11) menyatakan bahwa seluruh sampel yang diambil pada rapid test kemarin dinyatakan non-reaktif.

Pihak RS Universitas Islam Indonesia mengapresiasi kinerja dan keketatan prosedur protokol kesehatan yang telah dijalankan oleh Jasa Raharja Cabang D.I. Yogyakarta.

Kegiatan seperti ini akan terus diadakan hingga ada statement dari pemerintah maupun ahli kesehatan yang menyatakan bahwa pandemi covid-19 di Indonesia khususnya Daerah Istimewa Yogyakarta telah berakhir.

Dukung UMKM, Pemkot Depok Buka Pameran Pasar ”Ragam Cita Rasa Lokal”

Suarapemerintah.id – Sebagai bentuk dukungan kepada UMKM terdampak Covid-19, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok menggelar Pameran Pasar Industri Kreatif bertajuk ‘Ragam Cita Rasa Lokal’. Pameran tersebut dihelat di Trans Studio Mall Cibubur, Jumat (27/11).

Pameran dibuka oleh Asisten Ekonomi dan Pembangunan Kota Depok Ahcmad Kafrawi didampingi Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Depok, Zamrowi Hasan.

Sebanyak 30 tenan UMKM turut serta dalam pameran ini. Mayoritas dari UMKM yang hadir bergerak di industri makanan.

Zamrowi menyatakan hadirnya pameran ini ialah sebagai bentuk sinergitas pelaku UMKM dan Pemkot Depok.

Lebih lanjut ia menjelaskan melalui acara ini ia berharap UMKM dapat kembali aktif untuk berjualan kembali, usai terdampak pandemi Covid-19 yang sudah bergulir lebih dari 8 bulan.

Kegiatan ini bertujuan untuk membangun sinergi pemerintah dengan pelaku usaha industri kreatif. Hal ini merupakan bentuk respon pemerintah kepada UMKM yang terdampak pandemi Covid-19,” ujar Zamrowi, Jumat (27/11).

Kesempatan untuk berdagang di mall saya yakin hal ini dapat membuat semangat para UMKM untuk aktif dan bangkit kembali untuk berjualan.” tambahnya.

Melalui program ini Pemkot Depok juga memiliki misi untuk membantu para pelaku UMKM. Diantaranya ialah agar bisa me-rebranding dan memperbaiki kemasan produk UMKM. Tujuannya agar produk mereka nantinya mudah diterima dan laku dijual kepada masyarakat.

UMKM yang dilibatkan dalam program ini telah diseleksi oleh Pemerintah Kota Depok sejak Oktober lalu. Terdapat 136 UMKM yang berpartisipasi dalam program ini.

Terpilihlah 30 UMKM yang ikut program namanya rebranding. Kita lihat bagaimana kemasan dan logo. Dari situ kita dampingi bagaimana cara membuat logo atau kemasan yang lebih praktis, lebih ekonomis dan diterima oleh pasar,” ujar Zamrowi.

Sementara itu Achmad Kafrawi yang datang mewakili Wali Kota Depok menyampaikan bahwa UMKM harus lebih maju dan bisa berkompetisi di pasar yang luas.

Tak hanya pelatihan kemasan produk saja, para UMKM juga diberi pendampingan dalam mengurus perizinan usaha dan label halal.

Saya yakin mereka akan menjadi pelaku usaha yang lebih maju, dan bisa memperkenalkan prodok2 nya di pasar modern. sehingga masyarakat tahu bahwa produk2 kita ini sudah layak untuk berkompetisi,” kata Achmad.

Pameran ini merupakan pameran perdana di Trans Studio Mall di era kenormalam baru. Pemkot Depok juga menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19 juga diterapkan pada pameran tersebut.

Para pengujung terus diingatkan untuk tetap menjaga jarak. Pameran Industri Kreatif Kota Depok ini berlangsung selama 15 hari, hingga 11 Desember 2020.