Beranda blog Halaman 4688

Kolaborasi Kunci Perencanaan Pembangunan

Kolaborasi Kunci Perencanaan Pembangunan

Suarapemerintah.id – Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) mengamanatkan kolaborasi dan kerja sama dalam proses perencanaan pembangunan sehingga menjadi kuat dan tahan menghadapi pandemi.

Ketua Dewan Pengurus Apeksi irin Rachmi Diany menuturkan, Pandemi covid-19 telah mengubah banyak kehidupan di berbagai sektor serta membuat semua pihak melakukan penanganan dan penyesuaian dengan kondisi baru.

“Semua pihak termasuk pemerintah, baik nasional dan daerah harus memikirkan strategi yang tepat untuk menyiapkan rencana-rencana pembangunan yang  berketahanan terhadap pandemi covid-19,” ucapnya dalam Webinar Kolaborasi Semua Pihak Dalam Proses Perencanaan Pembangunan yang Berketahanan Pandemi, Kamis (5/11/2020).

Ditambahkan, kolaborasi ilmu dan kemampuan adalah hal pokok yang dapat dijadikan landasan untuk menemukan perencanaan pembangunan yang memiliki ketahanan terhadap pandemi.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi yang juga menjadi narasumber dalam webinar itu menyebut, Kota Yogyakarta sejak awal sudah berprinsip bahwa kolaborasi dan partisipasi masyarakat menjadi kunci dalam menghadapi pandemi.

“Sejak pertama ada kasus Covid-19, warga dengan sendirinya berinisiatif menyediakan tempat cuci tangan di sepanjang jalan, dan melakukan penyemprotan disinfektan di lingkungannya,” ucapnya.

Kolaborasi dan partisipasi juga ditunjukkan warga Kota Yogyakarta dengan meluncurkan berbagai program sosial, seperti ngluwihi mbagehi, cantelan sayur, dapur umum, hingga relawan hijau dan relawan mengajar.

Heroe menandaskan, Kota Yogyakarta memiliki sebelumnya sudah menjalankan program gandeng gendong yang melibatkan lintas sektoral seperti korporasi, komunitas, kampus, dan kampung.

“Hal itu diterjemahkan dengan baik di masa pandemi Covid-19, sehingga dengan semangat bersama semua saling membantu meringankan beban satu sama lain dengan berbagai cara,” ucapnya.

Perkuat Data KIK Indonesia, DJKI Kemenkumham Tandatangani Perjanjian Kerja Sama Empat Kementerian Lembaga

Perkuat Data KIK Indonesia, DJKI Kemenkumham Tandatangani Perjanjian Kerja Sama Empat Kementerian Lembaga
Suarapemerintah.id – Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) melakukan penandatangan perjanjian kerja sama (PKS) tentang Pertukaran Data dan Informasi Kekayaan Intelektual Komunal (KIK) bersama empat kementerian/lembaga terkait, di Hotel Westin pada 5 November 2020.PKS ini dilakukan dengan Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian, Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, serta Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Dirjen KI Freddy Harris menuturkan, bahwa Kerja sama ini bertujuan untuk mengintegrasikan data KIK agar menjadi terpusat. Sebab data KIK tersebut tersebar dibeberapa database K/L terkait.

Hal tersebut tentunya dapat menyulitkan penyajian data valid dalam upaya untuk melindungi KIK. Seperti sumber daya genetik, pengetahuan tradisional, ekspresi budaya tradisonal dan potensi indikasi geografis.

“Maka adanya PKS bersama antara kementerian atau lembaga ini berupaya melindunginya dengan menginventarisasi data KIK dari berbagai kementerian atau lembaga. Untuk menjadikan satu data KIK nasional,” ungkap Freddy Harris.

“Dalam rangka memudahkan identifikasi, pengawasan dan pencegahan penyalahgunaan KIK oleh pihak lain,” tambahnya lagi.

Freddy Harris menggambarkan bahwa PKS antar kementerian/lembaga ini lebih dari sekedar Memorandum of Understanding (“MoU”) atau pra-kontrak. Sebab dilakukannya PKS ini ibarat mengikat janji antar kementerian atau lembaga untuk menjalankan tugasnya masing-masing.

“Jadi tidak lagi seperti MoU. Karena Mou itu ibarat tunangan. Enggak papa kalau enggak jadi, begitu juga kalau jadi enggak papa. Tapi kalau sudah PKS you tanggung jawabnya apa dan haknya apa. Kami juga begitu sebaliknya menjalankan tanggung jawab dan haknya. Output-nya bisa saling diukur,” jelasnya.

Dalam penandatangan PKS tentang Pertukaran Data dan Informasi KIK tersebut, Freddy mengungkapkan bahwa pemanfaatan KIK dapat menjadi nilai tambah untuk menarik minat wisatawan khususnya turis mancanegara dengan keunikan dan kekhasan budaya yang ada di Indonesia.

Oleh sebab itu, KIK perlu dijaga, dilindungi, dilestarikan dan dimanfaatkan kekayaan tersebut untuk kemajuan bangsa agar tidak diambil atau dimanfaatkan oleh bangsa lain dan terhindar dari ancaman kepunahan.

“Kita sering ribut setelah beberapa kekayaan intelektual kita diklaim oleh negara lain. Bolu pandan, rendang, reog, dan batik,” ungkap Freddy. 

“Maka diperlukan sikap Pemda untuk peduli segera mendaftarkan kekayaan intelektual miliknya. Biar tidak terjadi keributan saling klaim hak kekayaan intelektual antar negara,” tambahnya.

Lebih lanjut, DJKI juga menyerahkan 58 Surat Pencatatan KIK asal Halmahera Barat kepada Pejabat Sementara Bupati Halmahera Barat, M. Rizal Ismail dan memberikan penghargaan kepada Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenkumham Provinsi Maluku Utara atas perannya dalam menginventarisasi KIK daerahnya yang diterima oleh Kepala Kanwil Kemenkumham Provinsi Maluku Utara, Husni Thamrin.

Adapun 58 surat pencatatan KIK tersebut antara lain berasal dari Ekspresi Budaya Tradisional yaitu Tari Bala-Bala, Hia-Hia, Hadrat, Deti-Deti, Dana-Dana, Legu Salai, Legu Sahu, Lalayon, Lala, Soja, Selo-Selo, Salawu, Togal, Gala, Sara Dabi-Dabi, Samrah, Manika.

Lagu Talaga Tadoke, Esa Moi, Tataruba, Lou Redi; Alat Musik Bambu Tiup, Bambu Tada, Permainan Dodengo, Gasi-Gasi, Doba-Doba, Cenge-Cenge, Bom Pasir, Bolo-Bolo, Boi-Boi, Wela-Wela, Loku-Loku, Layangan, Kelereng, Kanon, Jubi-Jubi; Prosa Bajaru, Bobaso; Sandiwara Rakyat Lawakan, Cerita Rakyat Mia Se Tafai Ori, Moro-Moro, Namol, Ibu Kusu, Jere Modhoka, Jere Tongajel, Kolang Tabu. Serta yang berasal dari Pengetahuan Tradisional yaitu Bulan Baru, Bulan Pertengahan, Bulan Galap, Naga Hamo Ara, Obat Kampong, Pariama Jala, Metode Penyembuhan “Dabe-Dabe”, Alat Tangkap “Bagan”, Minuman Tradisional “Aer Guraka”; Rumah Adat Taboso; Boboso Dan Matakao Bilolo.

Kerja Sama DJKI Dengan Perguruan Tinggi dan Balitbangda

Pada kesempatan ini, DJKI juga melakukan penandatangan PKS dengan 14 Perguruan Tinggi dan 2 Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Tentang Pelindungan dan Pemanfaatan Kekayaan Intelektual.

Kerja sama tersebut dilakukan dengan Universitas Trisakti, Universitas PGRI Semarang, Universitas Riau, Universitas Sebelas Maret, Universitas Semarang, Universitas Hang Tuah, Universitas Indraprasta PGRI, Universitas Islam Nadhdlatul Ulama Jepara, Universitas Tulang Bawang Lampung, Universitas Islam Assyafiiyyah, Universitas Komputer Indonesia, Universitas Muhammadiyah Semarang, Politeknik Negeri Lampung, dan Politeknik Negeri Bengkalis.

Untuk kerja sama dengan Balitbangda dilakukan dengan Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Mandailing Natal, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Ogan Ilir.

Penandatanganan PKS ini merupakan upaya bersama sebagai langkah konkret dari Kementerian, Lembaga, Perguruan Tinggi dan Balitbangda dalam rangka ikut serta memajukan dan memperkuat sistem kekayaan intelektual (KI) nasional, baik itu hak cipta, merek, desain industri, ataupun paten.

Dirjen KI, Freddy Harris mengatakan bahwa dalam membangun perekonomian berbasis KI dibutuhkan peran perguruan tinggi, lembaga litbang, pemerintah, dukungan finansial, dan kolaborasi industri.

Menurutnya, peran perguruan tinggi dan lembaga litbang sebagai pelaksana riset perlu didukung oleh berbagai pihak terutama terkait penganggaran dalam rangka penelitian.

“Perguruan tinggi perlu mengembangkan kompetensi dalam pengembangan inovasi. Dengan begitu, perguruan tinggi dapat menghasilkan produk teknologi,” ucap Freddy.

Sedangkan peran pemerintah, lanjut Freddy yaitu memberikan komitmen yang jelas dalam pembangunan ekonomi berbasis KI dengan memberikan dukungan kebijakan, aturan, dan kelembagaan serta aparat.

Selain itu, Freddy juga menyatakan kolaborasi industri perlu dilakukan. Dalam hal ini, peran industri dalam membangun KI adalah sebagai pelaksana pengembangan teknologi lebih lanjut. Dengan demikian, inovasi tersebut dapat digunakan dan diproduksi secara masal.

Di sisi lain, Freddy masih menyayangkan rendahnya inovasi yang berpotensi paten yang berasal dari dalam negeri. Hal tersebut, terlihat dari jumlah permohonan paten yang masuk di DJKI Kemenkumham.

Sebagai data perbandingan bahwa tahun 2020, paten yang mendapat grant di Indonesia tercatat sebanyak 3.546 paten dari penemu Indonesia, sedangkan dari asing sebanyak 6.275 paten terdaftar.

“Solusi yang ditawarkan adalah mendorong perguruan tinggi di Indonesia untuk memperbanyak riset berbasis kekayaan intelektual sehingga outputnya dapat memperoleh paten,” ungkap Freddy.

Dalam implementasinya, hal yang penting adalah menjalankan penelitian, pengembangan, pengkajian dan penerapan yang menghasilkan inovasi, mengkomersialisasikan serta melaksanakan sektor-sektor produksi nasional. Indonesia perlu segera memperbaiki dan meningkatkan kinerja ekosistem inovasi nasional, agar dapat melahirkan lebih banyak lagi produk-produk inovasi yang mendunia dan menjadi brand nasional.

Selain penandatangan PKS dengan perguruan tinggi dan balitbangda, DJKI menyerahkan 16 sertifikat KI yang terdiri 9 surat pencatatan hak cipta milik Politeknik Negeri Bengkalis, 3 surat pencatatan hak cipta milik Muhammadiyah Semarang, 2 sertifikat paten milik Politeknik Negeri Lampung, 1 sertifikat paten milik Universitas Sebelas Maret, dan 1 sertifikat desain industri milik Universitas Esa Unggul.

“Saya sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan Lembaga, perguruan tinggi, maupun individu yang konsen terhadap pentingnya pelindungan kekayaan intelektual,” ucap Dirjen KI Freddy Harris.

Penghargaan Kekayaan Intelektual Sebagai Wujud Apresiasi DJKI Kemenkumham

Dalam mengapresiasi instansi yang telah berjuang dan berkolaborasi untuk membangun Indonesia melalui kekayaan intelektual, DJKI Kemenkumham memberikan penghargaan kepada Perguruan Tinggi, Lembaga, serta Balitbang.

Berikut daftar penerima penghargaan Indonesia Intellectual Property Award (IIPA):

1. Penghargaan KI untuk Permohonan Pencatatan Hak Cipta Dengan Jumlah Tertinggi Selama Tahun 2019.
A. Kategori Perguruan Tinggi diberikan kepada Universitas Negeri Malang dengan jumlah 563 pencatatan ciptaan.
Diperingkat kedua diraih oleh Universitas Gadjah Mada dengan jumlah 413 pencatatan ciptaan. Dan peringkat ketiga diraih oleh Universitas Brawijaya Malang dengan jumlah 216 pencatatan ciptaan.
B. Kategori Badan Penelitian diberikan kepada LPPM Universitas Negeri Jakarta dengan jumlah 425 pencatatan ciptaan.
Diperingkat kedua diraih LPPM Universitas Andalas dengan jumlah 397 pencatatan ciptaan. Dan peringkat ketiga diraih LPPM Universitas Negeri Yogyakarta dengan jumlah 345 pencatatan ciptaan.

2. Penghargaan KI untuk Permohonan Pendaftaran Desain Industri Dengan Jumlah Tertinggi Selama Tahun 2019.
A. Kategori Perguruan Tinggi diberikan kepada Universitas Telkom dengan jumlah 41 pendaftaran.
Diperingkat kedua diraih oleh Universitas Ciputra dengan jumlah 10 pendaftaran. Dan peringkat ketiga diraih oleh Universitas Pelita Harapan dengan jumlah 10 pendaftaran.
B. Kategori Lembaga diberikan kepada Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dengan jumlah 14 pendaftaran.
Diperingkat kedua diraih oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi dengan jumlah 3 pendaftaran. Dan peringkat ketiga diraih oleh Lapas Perempuan Kelas IIB Jambi dengan jumlah 2 pendaftaran.

3. Penghargaan KI untuk Pendaftaran Paten Dengan Jumlah Tertinggi Selama Tahun 2019.
A. Kategori Universitas diberikan kepada Universitas Gadjah Mada dengan jumlah 211 pendaftaran.
Diperingkat kedua diraih oleh Universitas Brawijaya dengan jumlah 205 pendaftaran. Dan peringkat ketiga diraih oleh Universitas Diponegoro dengan jumlah 175 pendaftaran.
B. Kategori Politeknik diberikan kepada Politeknik Elektronika Negeri Surabaya dengan jumlah 54 pendaftaran.
Diperingkat kedua diraih oleh Politeknik Negeri Batam dengan jumlah 17 pendaftaran. Dan peringkat ketiga diraih oleh Politeknik Negeri Manado dengan jumlah 15 pendaftaran.
C. Kategori Litbang/BUMN diberikan kepada Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dengan jumlah 246 pendaftaran.
Diperingkat kedua diraih oleh Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional dengan jumlah 5 pendaftaran. Dan peringkat ketiga diraih oleh Badan Penelitian Dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian dengan jumlah 1 pendaftaran.

4. Penghargaan KI untuk Pendaftaran Merek Dengan Jumlah Tertinggi Selama Tahun 2019.
A. Kategori Perguruan Tinggi diberikan kepada Universitas TELKOM dengan jumlah 16 pendaftaran.
Diperingkat kedua diraih oleh Universitas Presiden dengan jumlah 15 pendaftaran. Dan peringkat ketiga diraih oleh Institut Teknologi Bandung dengan jumlah 13 pendaftaran.
B. Kategori Lembaga diberikan kepada Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dengan jumlah 16 pendaftaran.
Diperingkat kedua diraih oleh BAPPEDA Kab. Wonosobo dengan jumlah 5 pendaftaran. Dan peringkat ketiga diraih oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi dengan jumlah 3 pendaftaran.

5. Penghargaan KI untuk Permohonan Pencatatan Hak Cipta Dengan Jumlah Tertinggi Selama Masa Pandemi.
A. Kategori Perguruan Tinggi diberikan kepada Universitas Komputer Indonesia dengan jumlah 1.553 pencatatan ciptaan.
Diperingkat kedua diraih oleh Universitas Tridinanti Palembang dengan jumlah 756 pencatatan ciptaan. Dan peringkat ketiga diraih oleh Universitas Negeri Malang dengan jumlah 647 pencatatan ciptaan.
B. Kategori Badan Penelitian diberikan kepada LPPM Universitas Negeri Jakarta dengan jumlah 578 pencatatan ciptaan.
Diperingkat kedua diraih LPPM Universitas Andalas dengan jumlah 318 pencatatan ciptaan. Dan peringkat ketiga diraih LPPM Universitas Negeri Surabaya dengan jumlah 169 pencatatan ciptaan.

6. Penghargaan KI untuk Permohonan Pendaftaran Desain Industri Dengan Jumlah Tertinggi Selama Masa Pandemi.
A. Kategori Perguruan Tinggi diberikan kepada Universitas Ciputra dengan jumlah 76 pendaftaran.
Diperingkat kedua diraih oleh Universitas Telkom dengan jumlah 64 pendaftaran. Dan peringkat ketiga diraih oleh Institut Teknologi Bandung dengan jumlah 14 pendaftaran.
B. Kategori Badan Penelitian diberikan kepada Balai Besar Kerajinan dan Batik, Kementerian Perindustrian dengan jumlah 10 pendaftaran.
Diperingkat kedua diraih oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi dengan jumlah 3 pendaftaran. Dan peringkat ketiga diraih oleh Lapas Perempuan Kelas IIB Jambi dengan jumlah 2 pendaftaran.

7. Penghargaan KI untuk Pendaftaran Paten Dengan Jumlah Tertinggi Selama Selama Masa Pandemi.
A. Kategori Universitas diberikan kepada Universitas Brawijaya dengan jumlah 132 pendaftaran.
Diperingkat kedua diraih oleh Institut Teknologi Bandung dengan jumlah 61 pendaftaran. Dan peringkat ketiga diraih oleh Universitas Negeri Malang dengan jumlah 52 pendaftaran.
B. Kategori Politeknik diberikan kepada Politeknik Negeri Malang dengan jumlah 21 pendaftaran.
Diperingkat kedua diraih oleh Politeknik Negeri Samarinda dengan jumlah 10 pendaftaran. Dan peringkat ketiga diraih oleh Politeknik Negeri Manado dengan jumlah 5 pendaftaran.
C. Kategori Litbang/BUMN diberikan kepada Badan Penelitian Dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian dengan jumlah 24 pendaftaran.
Diperingkat kedua diraih oleh PT. Pertamina dengan jumlah 5 pendaftaran. Dan peringkat ketiga diraih oleh Pusat Penelitian Bioteknologi dan Bioindustri Indonesia dengan jumlah 1 pendaftaran.

8. Penghargaan KI untuk Pendaftaran Merek Dengan Jumlah Tertinggi Selama Selama Masa Pandemi.
A. Kategori Perguruan Tinggi diberikan kepada Universitas Negeri Surabaya dengan jumlah 18 pendaftaran.
Diperingkat kedua diraih oleh Universitas Telkom dengan jumlah 18 pendaftaran. Dan peringkat ketiga diraih oleh Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya dengan jumlah 8 pendaftaran.
B. Kategori Lembaga diberikan kepada Lembaga Pengkajian Pangan Obat-Obatan Dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia dengan jumlah 83 pendaftaran.
Diperingkat kedua diraih oleh Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi Dan Usaha Kecil dan Menengah (LLP-KUKM) dengan jumlah 4 pendaftaran. Dan peringkat ketiga diraih oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan jumlah 2 pendaftaran.

Antusiasme dan Perjuangan Para Peserta Seleksi Calon Taruna/i Poltekip dan Poltekim

Antusiasme dan Perjuangan Para Peserta Seleksi Calon Taruna/i Poltekip dan Poltekim

Suarapemerintah.id – Sebanyak 1.317 peserta bersaing ketat untuk dapat terseleksi menjadi Taruna/i Sekolah Kedinasan Poltekip dan Poltekim Kemenkumham. Dalam persaingan yang ketat tersebut, terlihat jelas perjuangan dan antusiasme yang tinggi dari seluruh peserta.

Hari ketiga tes seleksi Calon Taruna-Taruni Poltekip dan PoltekimKemenkumham diikuti oleh 375 peserta yang secara antusiasme datang dari berbagai kota, bahkan dari luar Pulau Jawa, untuk mengikuti tes Wawancara Pengamatan Fisik dan Keterampilan (WPFK) yang di pusatkan di Gedung Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemenkumham.

Para peserta sudah mempersiapkan kemampuan mereka dan berjuang semaksimal mungkin untuk dapat lulus pada tes ini. Kebanyakan dari mereka telah mempersiapkan diri dengan mengembangkan pengetahuan, fisik, dan keterampilan mereka. Selain itu mereka memiliki motivasi yang kuat untuk dapat mengenyam pendidikan di Poltekip atau Poltekim Kemenkumham yang nantinya akan menjadi abdi negara di Kemenkumham.

Salah satunya Kasirah, yang terbang langsung dari Bangka Belitung untuk mengikuti tes seleksi Kedinasan Poltekip. “Saya berharap dapat lolos seluruh seleksi, dan nantinya mampu menjadi taruna  Poltekip yang tanggap dan dapat melaksanakan tugas dengan baik, kemudian dapat membantu membuat suatu inovasi untuk menghilangkan stigma negatif masyarakat terhadap pemasyarakatan” ujarnya. Meskipun telah menjadi pegawai di Lapas Perempuan Klas III Bangka Belitung, ia tetap berharap untuk dapat menjadi taruna Poltekip Kemenkumham.

Perjuangan peserta untuk dapat lolos seleksi juga terlihat dari Ahmad Akbar Rabbani, Putra yang berasal dari dari Lampung yang ikut pada seleksi ini. Ia mengatakan telah melakukan persiapan selama satu tahun penuh untuk dapat lulus seleksi POLTEKIM. “Tahun lalu saya juga mendaftarkan diri pada seleksi catar, namun gagal. Dari kegagalan itu saya belajar untuk mempersiapkan diri sebaik-baiknya dengan harapan bisa lolos pada tes seleksi tahun ini”.

Ia mengatakan telah berjuang mempersiapkan diri meskipun sibuk menjalankan kegiatan perkuliahan. “Saya melatih kemampuan fisik dengan berlari, push up, pull up dan boxing setiap pagi dan sore hari. Disela-sela waktu kosong setelah perkuliahan, saya selalu melatih kemampuan SKD dan pengetahuan lainnya. Lalu malamnya dilanjutkan dengan bimbel kedinasan imigrasi. Latihan itu saya lakukan selama setahun penuh, berharap tidak gagal lagi pada tes tahun ini.” ujarnya. Ia berharap dapat memenuhi lolos seleksi dan memenuhi kriteria sebagai taruna  Poltekim pada tes kali ini.

Harapan para peserta yang mendaftar seleksi ini tidak semata-mata untuk cita-cita dan kepentingan mereka saja, namun juga cita-cita dari dan harapan keluarga mereka. Salah satunya Damar Jati Amarullah, yang datang dari Solo ditemani oleh ibu dan ayahnya. Orang tuanya berharap Damar dapat menjadi teladan bagi keluarga dengan terpilih sebagai Catar Poltekim.

“Saya telah mempersiapkan diri seutuhnya untuk dapat memenuhi kriteria sebagai Catar Poltekim, dengan restu dari orang tua saya yang berharap dapat menjadi teladan dan membantu perekonomian bagi keluarga saya.” ujarnya. Ia mempersiapkan diri dengan belajar secara otodidak. “Saya mempelajari semua ilmu pengetahuan yang diperlukan pada saat tes seleksi secara otodidak, menonton dari youtube, mempelajarinya dari teman saya yang merupakan senior di Poltekim, serta mempersiapkan fisik dengan mengembangkan persiapan fisik saya work out setiap harinya”.

Dengan antusiasme dan perjuangan yang gigih dari para peserta, diharapkan mereka dapat menjadi generasi penerus bangsa lulusan Poltekip dan Poltekim yang berkualitas dengan penguasaan ilmu keimigrasian dan pemasyarakatan serta mendorong perkembangan hukum keimigrasian baru yang lebih responsif dan bermanfaat bagi masyarakat.

Ketua PKK Kabupaten Bogor: Jangan Lagi Ada Kasus Gizi Buruk dan Stunting

Ketua PKK Kabupaten Bogor : Jangan Lagi Ada Kasus Gizi Buruk dan Stunting
Suarapemerintah.id – Ketua Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), Hj. Halimatu Sadiah Iwan mengatakan bahwa stunting dan gizi buruk harus menjadi perhatian para Kader PKK baik di tingkat Kecamatan sampai Desa, maka para kader harus sering turun ke lapangan agar tidak ada kasus kembali di Kabupaten Bogor.
“Saya minta kepada para kader PKK untuk sering turun baik mengecek pelayanan Posyandu maupun bila ada yang terkena gizi buruk harus sering dikunjungi dengan berkolaborasi dengan Puskesmas,” katanya saat melihat kondisi bayi gizi buruk asal kecamatan Nanggung di RSUD Leuwiliang, pada Kamis (5/11).
Pada kesempatan itu, Ketua PKK juga meminta agar penanganan kasus gizi buruk tidak boleh lamban. Harus responsif dan tepat. “Saya mohon dibantu pengobatan
bila ada kasus gizi buruk, sehingga tidak ada lagi kasus gizi buruk di Kabupaten Bogor” harapnya.
Selain itu, ia juga mengatakan, stunting dapat menghambat perkembangan otak anak. Oleh karenanya, penanganan kasus stunting harus dilakukan secara cepat dan tepat. “Stunting itu bukan saja terkait dengan tinggi badan, bukan saja terkait dengan kekurangan gizi, tetapi juga bagaimana perkembangan otaknya,” ucapnya.
“Mudah-mudahan bisa terus didorong supaya mereka bisa betul-betul bisa terlepas dari gizi buruk dan stunting ini,” imbuh Halimatu.

Bupati Bogor Berikan Bantuan Ternak Ayam dan Benih Ikan Kepada Pembudidaya di Desa Gunung Sari

Bupati Bogor Berikan Bantuan Ternak Ayam dan Benih Ikan Kepada Pembudidaya di Desa Gunung Sari
Suarapemerintah.id – Pemberian bantuan ternak ayam dan benih ikan kepada para kelompok pembudidaya adalah bentuk stimulan agar kelompok pembudidaya dapat meningkatkan kapasitas dan kualitas produksi. Hal tersebut dikatakan Bupati Bogor, Ade Yasin saat acara penyerahan bantuan hewan ternak dan ikan di Desa Gunung Sari, Kecamatan Pamijahan, Kamis (5/11/2020).
“Hari ini Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Peternakan dan Perikanan memberikan bantuan calon induk ikan Nila Nirwana dan ayam lokal kepada 9 kelompok. Secara simbolis diberikan kepada kelompok tani ikan Lokapurna Milenial dan kelompok ternak Cahaya Tani Kabupaten Bogor,” kata Ade Yasin.
Ia juga menambahkan, potensi perikanan dan peternakan di Kabupaten Bogor cukup besar. “Produksi ternak di Kabupaten Bogor pada tahun 2019 tercatat menghasilkan 191.774 ton daging, 61.247 ton telur dan 21.182 ton susu dengan trend pertumbuhan yang positif dari tahun ke tahun. Ini potensi yang cukup besar dan dapat memberikan banyak manfaat bagi masyarakat serta berkontribusi pada indeks peningkatan daya beli dan kesejahteraan masyarakat apabila dikelola secara optimal,” tambahnya.
Lebih lanjut, Ade Yasin berharap agar kelompok penerima bantuan ternak ayam dan benih ikan dapat memanfaatkan bantuan yang diberikan ini dengan sebaik-baiknya. “Saya harap para kelompok penerima bantuan dapat memanfaatkan bantuan ini dengan sebaik-baiknya bersama seluruh anggota kelompok untuk kemajuan dan kesejahteraan bersama. Semoga sektor perikanan dan peternakan dapat semakin menegaskan eksistensinya dalam berkontribusi pada pembangunan daerah dan upaya terwujudnya Kabupaten Bogor termaju, nyaman dan berkeadaban,” pungkasnya.

UUS Maybank Indonesia Raih Penghargaan The Best Bank in Running Islamic Financial System 2020

UUS Maybank Indonesia Raih Penghargaan The Best Bank in Running Islamic Financial System 2020

Suarapemerintah.id – PT Bank Maybank Indonesia Tbk. (Maybank Indonesia) melalui Unit Usaha Syariah (UUS Maybank Indonesia) meraih penghargaan khusus sebagai “The Best Bank in Running Islamic Financial System 2020” dan mendapatkan predikat “Sangat Bagus” untuk kategori Unit Usaha Syariah (UUS) Bank Konvensional pada ajang penghargaan yang diselenggarakan oleh Infobank ‘The 9th Infobank Sharia Institution Award 2020’

Predikat “Sangat Bagus” yang dianugerahkan kepada UUS Maybank Indonesia tahun ini merupakan yang kelima kalinya diterima Bank dan atas kemampuan Bank untuk mempertahankan predikat tersebut secara konsisten selama lima tahun berturut-turut, maka UUS Maybank Indonesia juga menerima tropi emas.

Peraihan untuk UUS Maybank Indonesia ini berdasarkan hasil penilaian Biro Riset Infobank yang mempertimbangkan seluruh aspek bisnis dan kinerja UUS Bank Konvensional selama periode 2019.

Romy Buchari, Head, Shariah Banking (UUS),Maybank Indonesia mengakui bahwa prestasi sebagai “The Best Bank in Running Islamic Financial System 2020” dan rating “Sangat Bagus” tersebut, tidak lepas dari dukungan yang telah diberikan oleh nasabah, stakeholders internal, para Maybankers dan, dukungan Pemerintah serta OJK terkait pertumbuhan ekonomi dan perbankan Syariah.

“Penghargaan ini semakin mendorong semangat kami untuk senantiasa menyediakan pelayanan terbaik bagi nasabah dan masyarakat luas melalui ketersediaan berbagai solusi keuangan berbasis Syariah yang mampu menjawab kebutuhan nasabah dimanapun dan kapanpun, terutama di tengah situasi pandemi yang sedang kita hadapi bersama” kata Romy.

Kiprah UUS Maybank Indonesia dalam mengedepankan dan meningkatkan penetrasi pasar perbankan Syariah telah diterapkan Bank sejak 2014 melalui strategi Shariah First. Strategi ini menerapkan Leverage Business Model dimana produk Syariah secara aktif ditawarkan melalui kantor-kantor cabang Maybank Indonesia konvensional dan telah memberikan kontribusi peningkatan kinerja bagi perbankan Syariah Maybank Indonesia.

Pertumbuhan bisnis perbankan Syariah Maybank Indonesia berdasarkan laporan kinerja keuangan Maybank Indonesia kuartal III, 2020, merefleksikan pencapaian strategi tersebut dimana Bank mencatat kenaikan laba sebelum pajak Perbankan Syariah sebesar 35,1% menjadi Rp332,2 miliar, meskipun kondisi pasar sangat menantang.

“Inisiatif Shariah First, telah memberi kontribusi sebesar 21,5% terhadap total aset Maybank Indonesia, persentase tertinggi secara nasional.   Selain segmen retail dan UKM, UUS Maybank Indonesia telah menjadi salah satu Bank yang membiayai sejumlah proyek strategis di berbagai bidang yaitu infrastruktur, pertambangan, transportasi udara, pengelolaan bandara dan kesehatan” tambah Romy.

UUS Maybank Indonesia juga melanjutkan langkah untuk memajukan eksistensi perbankan Syariah di Indonesia, dengan menggelar forum diskusi bertajuk “Maybank Indonesia Shariah Thought Leaders Forum 2020 – From Niche to Mainstream” pada Juli 2020 lalu menghadirkan pakar keuangan Syariah internasional, praktisi perbankan, pelaku bisnis serta regulator untuk membahas best practices dan model bisnis perbankan Syariah yang tepat guna, strategi untuk memperbesar pangsa pasar yang sejalan dengan roadmap Pemerintah RI terhadap perbankan Syariah pada 2023 – 2024 dan juga membahas perihal kesiapan perbankan Syariah dalam menghadapi era New Normal.

Di samping itu, UUS Maybank Indonesia juga mengambil bagian dalam meringankan dampak Covid-19 dengan menyalurkan Alat Pelindung Diri (APD) di berbagai Rumah Sakit yang tersebar di Indonesia, bantuan bahan pangan berupa sembako untuk masyarkat pra–sejahtera dan yatim dhuafa yang bersumber dari dana kebajikan.

Ditlantas Polda Kalteng Raih Juara II Layanan Inovasi Pelayanan Regident Bidang STNK dan BPKB

Ditlantas Polda Kalteng Raih Juara II Layanan Inovasi Pelayanan Regident Bidang STNK dan BPKB

Beritamedia.id – Mantap!!! itulah kata yang pantas diucapakan kepada Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Kalteng. Dimana pagi ini Ditlantas mendapat penghargaan dari Kakorlantas Polri Irjen Pol Drs. Istiono, M.H,. Kamis (5/11/2020) pagi.

Ditlantas mendapat juara II Lomba Inovasi Pelayanan Regident Bidang STNK dan BPKB dalam pembuatan video adaptasi kebiasaan baru tahun 2020 zona B di ruang pelayanan publik oleh Korlantas Polri beberapa waktu lalu.

Dalam kesempatan ini Dirlantas Kombes Pol Djafar Sodiq, S.H., melalui Kasubdit Regident AKBP Paulus Sonny B. Wibowo, S.H., S.I.K., M.I.K., menerima piagam penghargaan saat menghadiri acara rapat evaluasi pelaksanaan tugas bagian Regident di The Rich Hotel Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Ditempat terpisah, Dirlantas Polda Kalteng mengucapkan rasa syukurnya dimana Polda Kalteng telah meraih juara II dalam pembuatan video pelayanan publik dengan penerapan adaptasi kebiasaan baru yang diselenggarakan oleh Korlantas.

Adanya penghargaan pelayanan Regident tersebut, pimpinan Ditlantas ini berharap menjadi semangat tersendiri bagi seluruh personelnya dalam menjalankan tugasnya. Dirinya juga berpesan kepada seluruh personelnya untuk selalu menjadi yang terbaik, serta agar selalu meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Selalu tingkatkan pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat,” tutup Kombes Djafar.

Sri Mulyani Berburu Cukai Minuman Ringan

 

Beritamedia.idMenteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berencana mengenakan cukai terhadap minuman berpemanis. Untuk menerapkan kebijakan tersebut, ia meminta persetujuan Komisi XI DPR RI⁣

Minuman berpemanis yang akan dikenakan cukai ini terbagi menjadi beberapa kelompok, seperti teh kemasan minuman berkarbonasi, dan minuman berpemanis lainnya.⁣

Adapun tarif cukai yang diusulkan Sri Mulyani pada produk minuman berpemanis adalah Rp 1.500 per liter untuk teh kemasan. Produksi teh kemasan ini mencapai 2.191 juta liter per tahun, dari total produksi itu potensi penerimaannya mencapai Rp 2,7 triliun.⁣

Untuk produk karbonasi, Sri Mulyani mengusulkan tarifnya sebesar Rp 2.500 per liter. Tercatat produksi minuman karbonasi ini mencapai 747 juta liter. Dari sini potensi penerimaan negara mencapai Rp 1,7 triliun.⁣

Usulan selanjutnya adalah tarif untuk produk minuman berpemanis lainnya seperti minuman energy drink, kopi, konsentrat dan lainnya sebesar Rp 2.500 per liter. Total produksi minuman ini sebesar 808 juta liter dengan potensi penerimaan sebesar Rp 1,85 triliun

Pemko Medan Sambut Baik & Dukung Pencanangan Kelurahan Bersinar

Pemko Medan Sambut Baik & Dukung Pencanangan Kelurahan Bersinar

Suarapemerintah.idPemerintah Kota (Pemko) Medan menyambut baik dan mendukung penuh Pencanangan Kelurahan Bersinar (Bersih Narkoba) oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumut di Kelurahan Polonia, Kecamatan Medan Polonia. Diharapkan dengan Pencanangan Kelurahan Bersinar ini dapat menekan peredaran Narkoba di Wilayah Ibu Kota Provinsi Sumut.

Hal ini disampaikan Pjs Wali Kota Medan, Ir. Arief Sudarto Trinugroho, M.T diwakili Asisten Umum Renward Parapat ketika menerima kunjungan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumut ke Kantor Wali Kota Medan Jalan Kapten Maulana Lubis No. 2 Kelurahan Petisah Tengah Kecamatan Medan Petisah, Kamis (5/11).

Selain bersilaturahmi, kehadiran rombongan BNNP Sumut ini dipimpin Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) BNNP Sumut, Drs. Adlin Mukhtar Tambunan, M.Hum juga untuk mengundang Pjs Wali Kota Medan dalam Pencanangan Kelurahan Bersinar pada Kamis (12/11) mendatang.

Dikatakan Asmum, pencanangan Kelurahan Bersinar ini dapat meminimalisir penyalahgunaan narkoba di Kota Medan khususnya di Kelurahan Polonia. Artinya dengan Pencanangan ini akan semakin banyak wilayah Kota Medan yang bebas dari Peredaran Narkoba

“Saya berharap pencanangan kelurahan bersinar ini dapat menjadi salah satu langkah yang efektif dalam memberantas narkoba di Kota Medan. Ini merupakan Tugas dan Perhatian kita bersama dalam memberantas Narkoba”,Kata Asmum.

Terkait Undangan Pencanangan tersebut, Asmum mengatakan akan menyampaikan undangan tersebut kepada Pjs Wali Kota untuk menghadiri acara tersebut. “Undangan ini akan kami sampaikan ke Bapak Pjs Wali Kota Medan sehingga beliau akan hadir dalam acara tersebut”, ungkapnya.

Sebelumnya, Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) BNNP Sumut, Drs. Adlin Mukhtar Tambunan, M.Hum mengatakan Pihaknya dalam waktu dekat ini akan mencanangkan Kelurahan Bersinar di salah satu Kelurahan di Kota Medan tepatnya di Kelurahan Polonia. Oleha karena itu kehadiran dirinya untuk mengundang Pjs Wali Kota Medan dalam acara tersebut.

“Selain pencanangan, acara tersebut nantinya juga akan diisi dengan donor darah dan memberikan bantuan sosial kepada masyarakat sebanyak 500 paket yang diberikan Yayasan Persatuan Islam Tionghoa (PITI) Sumut. Kami berharap Pjs Wali Kota Medan dapat hadir dalam acara tersebut”, jelasnya.

Pjs Ketua TP PKK Kota Medan Harapkan Kader Hidup Bersih dan Sehat

Pjs Ketua TP PKK Kota Medan Harapkan Kader Hidup Bersih dan Sehat

Suarapemerintah.id – Penjabat sementara (Pjs) Ketua TP PKK Kota Medan, Dian Rumondang Arief Sudarto Trinugroho mengharapkan setiap kader PKK dapat memahami pentingnya hidup bersih dan sehat serta menerapkannya dalam kehidupan keluarga dan masyarakat.

Hal ini disampaikannya saat membuka Sosialisasi Lingkungan Bersih dan Sehat (LBS), Kamis (5/11) di aula Kelurahan Nelayan Indah, Kecamatan Medan Labuhan. Acara ini digelar TP PKK Medan bekerjasama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pemberdayaan Masyarakat dan Dinas Kesehatan.

Dia mengatakan, sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya hidup bersih dan sehat. Dia mengharapkan, hasil sosialisasi ini dapat diterapkan dengan tindakan nyata di keluarga maupun masyarakat.

“Apabila hal ini dapat kita terapkan tentu secara umum kita, masyarakat Medan, akan menjadi sehat,” ujarnya pada kegiatan yang turut dihadiri antara lain oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pemberdayaan Masyarakat Kota Medan, Khairunisa, Wakil Ketua TP PKK Kota Medan, Ismiralda Wiriya Alrahman, dan segenap kader TP PKK se-Kecamatan Medan Labuhan itu.

Pada saat itu, Dian juga mendorong untuk semakin sadar akan pentingnya menerapkan adaptasi kebiasaan baru yang intinya adalah kedisiplinan dalam menjalankan protokol kesehatan.

Dian menyebutkan, ada tiga hal mendasar dalam protokol kesehatan, yakni mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir, memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan.

“Penerapan protokol kesehatan ini salah satu upaya kita untuk mencegah terpapar pandemi Covid-19,” ungkapnya.

Dia mengatakan, penerapan protokol kesehatan ini, harus terus dilakukan, karena sampai sekarang belum ada yang bisa memastikan kapan pandemi ini berakhir.

Kegiatan sosialisasi ini dirangkai dengan kegiatan Gebrak Masker, yakni pembagian masker kepada kader PKK di Kecamatan Medan Labuhan. Dian mengatakan, tentu saja masker yang dibagikan belum mencukupi, namun diharapkan dapat memperkuat motivasi kader PKK untuk disiplin dalam menggunakan masker.