Beranda blog Halaman 4689

Rezha Suardana Musisi Kelahiran Denpasar Makin Produktif Menulis Lagu

Rezha Suardana Musisi Kelahiran Denpasar Makin Produktif Menulis Lagu

Suarapemerintah.id Setelah merilis tiga single berturut-turut “Seven Seas” (Desember 2019), “We Will See the Light” (April 2020) dan “Sally” (Mei 2020), Rezha Suardana cenderung semakin produktif menulis lagu.

Sepanjang bulan Maret hingga Mei tak kurang dari 18 karya baru yang ditulisnya. Hingga kemudian Rezha memutuskan untuk fokus menggarap 5 karya dengan menggandeng Windu Estianto (Supersoda) di ranah aransemen untuk menghasilkan nuansa yang lebih fresh dari rilisan sebelumnya.

Kolaborasi penulis lagu dan music-arranger ini kemudian diberi sentuhan mastering akhir oleh Ian Joshua Stevenson di Jos Music Lab. Seluruh proses kreatif, rekaman, mixing & mastering tersebut juga selalu melibatkan arahan duo-produser Richart Volx dan Igo Blado dari label The Blado Beatsmith.

“Secara personal, yang membuat saya sangat tertarik untuk memproduseri Rezha Suardana adalah justru karena kejujuran serta kesederhanaannya dalam menulis dan menyanyikan karya-karyanya. Yang jujur lama tak saya jumpai lagi belakangan ini,” ungkap Igo Blado. Igo Blado & The Blado Beatsmith adalah label yang memproduksi album “Lagu Kita Orang Indonesia” Ed Eddy & Residivis serta “Beranda Taman Hati” Dialog Dini Hari di tahun 2008 silam.

Kelima karya baru tersebut ditulis dalam bahasa Indonesia dan Inggris, al; Morning Song, Since the Day, Lagu Hujan, Bukan Sekedar Rindu, serta Me and You yang kesemuanya menceritakan ungkapan rasa dan harapan pribadinya yang dirangkum dalam mini-album bertajuk “The Great Miracle of the Universe”.

Selain melibatkan istrinya; Ranny Swastika untuk berduet dalam lagu “Bukan Sekedar Rindu” yang terdengar begitu riang, jujur dan menggemaskan. Musisi kelahiran Denpasar, 14 April 1990 ini juga didukung oleh Erick Est dari EST Movie untuk penggarapan video-klip Morning Song yang dipilih sebagai single pertama.

“Saya merasa sangat beruntung dan bersyukur pada Tuhan dan semesta yang telah memberikan saya kemampuan berkesenian ini, saya juga tidak pernah berharap banyak kecuali selalu berusaha menggunakan berkat tersebut dengan sebaik-baiknya sehingga karya-karya saya kemudian bisa menghibur para pendengar di mana saja,” tutur Rezha saat ditemui di sela persiapan syukuran perilisan mini-albumnya di Warung Bhineka Muda, Sanur.

“Harapannya bisa terus berkarya, menghasilkan karya-karya yang bisa memanjakan telinga dan hati para pendengar. Bisa mencurahkan isi hati ke semua pendengar, sampai ke semesta,” imbuhnya saat Peluncuran album bernuansa pop-folk-country ke digital-platform, Rabu (4/11/2020).

Pemkot Yogya Hidupkan Kembali Geliat Pariwisata di Kota Yogyakarta

Pemkot Yogya Hidupkan Kembali Geliat Pariwisata di Kota Yogyakarta

Suarapemerintah.idPemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta terus berupaya untuk menghidupkan kembali geliat pariwisata di Kota Yogyakarta di masa pandemi Covid-19.

Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti mengatakan pandemi Covid-19 mengakibatkan kontraksi di berbagai penjuru dunia, termasuk di Kota Yogyakarta salah satunya adalah sektor industri pariwisata.

“Dengan tidak maksimalnya jalannya lokomotif pariwisata dan pendidikan di Kota Yogyakarta sebagai akibat dari pandemi Covid-19 mengakibatkan gerbong-gerbong ekonomi yang memberikan kontribusi penting dalam penyerapan tenaga kerja dan pembentukan PDRB di Kota Yogyakarta berjalan sangat pelan,” ungkapnya ketika membuka FGD pengembangan paket wisata sepeda jelajah kampung dan heritage berbasis masyarakat di Hotel Gaia Cosmo (5/11/2020).

Namun, lanjutnya kondisi pandemi menyebabkan gairah masyarakat untuk berolah raga semakin meningkat, salah satunya olah raga bersepeda.

Mengambil momentum tersebut Pemkot Yogya ingin menggabungkan antara olahraga yang sekaligus dapat juga meningkatkan geliat pariwisata di Kota Yogyakarta.

“Inilah yang kemudian menjadi daya tarik masyarakat dan wisatawan untuk bersepeda.  Tentunya peluang tersebut harus dioptimalkan oleh para pelaku wisata dan masyarakat perkampungan di Kota Yogyakarta,” ujarnya.

Menurutnya Kota Yogyakarta memiliki icon dan tempat bersejarah serta bangunan heritage, maka wisata bersepeda di Kota Yogyakarta dan sekitarnya semakin lengkap.

Karenanya, lanjutnya, untuk mendesain sepeda wisata sebagai salah satu paket yang dapat dijual pada wisatawan maka diperlukan pembahasan yang lebih detil dari berbagai pemangku kepentingan untuk menentukan paket wisata bersepeda dan kolaborasi berbagai pihak yang saling menguntungkan.

Ia mengungkapkan Pemkot Yogyakarta didukung oleh Asosiasi Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) telah merintis lima jalur wisata bersepeda dengan melalui perkampungan, pinggiran sungai dan bangunan bersejarah.

“Lima jalur tersebut direncanakan untuk memberikan alternatif bagi masyarakat melalui jalur bersepeda yang tidak hanya melalui jalur utama, misalanya Tugu dan Malioboro,” katanya.

Beberapa waktu lalu jajaran Pemkot Yogyakarta bersama wilayah dan pelaku wisata telah mencoba 4 jalur pada setiap hari jumat mulai tanggal 25 September 2020.

“Dari hasil diskusi setelah dicobanya 4 jalur tersebut, terdapat kebutuhan yang mengerucut untuk menjadikan jalur bersepeda sebagai aktifitas olah raga, tetapi sangat memungkinkan untuk dikembangkan  sebagai paket wisata di Kota Yogyakarta,” bebernya.

Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta, Maryustion Tonang, ia mengungkapkan jika jumlah kunjungan wisata diperkirakan sampai dengan akhir tahun 2020 sebesar 1.100.000 wisatawan, dari yang ditargetkan sebesar 4.000.000 wisatawan atau berkurang sebesar 72,5% dari yang direncanakan.

“Kondisi tersebut ditambah dengan belum pulihnya aktifitas pendidikan, khususnya di perguruan tinggi, sehingga aktifitas kurang lebih 250.000 pelajar di Kota Yogyakarta juga berkurang,” katanya.

Menutup kuartal III/2020, Telkom Mencatat Pertumbuhan Laba Bersih Positif di Tengah Pandemi

Menutup Kuartal III/2020, Telkom Mencatat Pertumbuhan Laba Bersih Positif

Suarapemerintah.idPT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) menutup kuartal III/2020 dengan kinerja yang sehat dan tingkat profitabilitas yang terjaga. Di tengah kondisi pandemi COVID-19, Perseroan membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp99,94 triliun pada sembilan bulan pertama tahun 2020.

EBITDA (Earnings Before Interest Tax Depreciation Amortization) Perseroan meningkat 7,1% menjadi Rp 53,59 triliun dengan EBITDA margin yang menguat signifikan 4,9ppt dari periode yang sama tahun lalu menjadi 53,6%. Laba bersih tercatat sebesar Rp16,68 triliun atau tumbuh sebesar 1,3% dengan margin laba bersih yang juga lebih baik dibanding periode yang sama tahun lalu menjadi 16,7% dari sebelumnya 16,0%.

Direktur Utama Telkom, Ririek Adriansyah mengatakan, “Dalam kurun sembilan bulan berjalan di tahun 2020, Telkom mampu mencatat kinerja yang baik dan sehat dengan terus fokus pada peningkatan layanan dan tingkat profitabilitas. Pencapaian ini tidak lepas dari kontribusi IndiHome yang menjadi salah satu mesin utama pertumbuhan pendapatan Perseroan, selain bisnis mobile data yang tetap tumbuh dengan baik. Hal ini sejalan dengan fokus bisnis perusahaan pada tiga domain bisnis digital, yakni digital connectivity, digital platform, dan digital services.”

Telkomsel, entitas anak Telkom pada segmen bisnis Mobile, mencatat pertumbuhan bisnis digital yang baik sebesar 10,6% menjadi Rp47,66 triliun dengan kontribusi yang semakin meningkat menjadi 73,2% dari total pendapatan Telkomsel. Pencapaian ini didorong oleh lebih dari 170 juta pelanggan, dengan pelanggan mobile data sebanyak 117,3 juta (tumbuh 4,6% YoY). Hal ini mendorong konsumsi layanan data tumbuh 42,5% dari periode yang sama tahun lalu dan menjadi katalis bagi peningkatan ARPU data. Begitupun dengan lalu lintas data yang juga meningkat 39,6% menjadi 6.681.637 TB.

Layanan fixed broadband triple play, IndiHome mencatat kinerja yang semakin kuat baik dari segi finansial maupun operasional, dan menjadi salah satu lini bisnis andalan Perseroan ke depan. IndiHome mencatat pendapatan sebesar Rp16,1 triliun atau tumbuh 17,1% dari periode yang sama tahun lalu. Pelanggan IndiHome tumbuh 752 ribu hingga akhir kuartal tiga 2020 atau mencapai total lebih dari 7,76 juta pelanggan dan semakin optimis untuk mencapai target 8 juta pelanggan di akhir tahun ini.

Di sisi lain, fundamental bisnis segmen Enterprise semakin sehat, di mana Telkom menerapkan kebijakan dengan berfokus pada lini bisnis yang memiliki profitabilitas lebih tinggi.

Selanjutnya, segmen Wholesale & International Business menunjukkan kinerja yang baik, dengan peningkatan pendapatan sebesar 24,9% YoY menjadi Rp10,2 triliun. Pencapaian ini terutama didorong oleh peningkatan bisnis menara telekomunikasi dan Voice Wholesale.

Pada akhir Oktober 2020, Perseroan melakukan penataan portofolio bisnis menara telekomunikasi melalui pengalihan kepemilikian 6.050 menara Telkomsel ke Mitratel. Hal ini bertujuan untuk menciptakan value generator bagi bisnis menara telekomunikasi, yang potensial untuk menyambut kehadiran teknologi 5G dan menjadikan Mitratel sebagai leading tower provider di Indonesia.

Adapun Direktur Keuangan Telkom Heri Supriadi menambahkan, “Di tengah pandemi COVID-19, Telkom berkomitmen untuk terus berinvestasi guna mengakselerasi bisnis digital serta memberikan produk dan layanan terbaik bagi masyarakat. Hingga kuartal III 2020, Telkom telah membelanjakan Capex sebesar Rp17,9 triliun yang sebagian besar untuk penguatan infrastruktur guna meningkatkan kualitas layanan. Dengan investasi yang terjaga, kami optimis dan berharap dapat menutup tahun 2020 dengan kinerja yang kian sehat dan profitabilitas yang baik.”

Situasi pandemi yang diperkirakan masih akan berlangsung memberikan ruang bagi akselerasi digital. Telkom melihat peluang ini untuk menghadirkan solusi melalui beragam layanan digital yang didukung oleh digital connectivity dan digital platform yang kuat. Telkom akan terus berinovasi memberikan produk dan layanan digital, tidak hanya untuk memberikan pengalaman digital terbaik bagi masyarakat tapi juga untuk menggerakkan perekonomian nasional,” demikian pungkas Ririek.

Indeks Remunerasi Jasa Konsultan di Bengkulu 0.842

Indeks Remunerasi Jasa Konsultan di Bengkulu 0.842

Suarapemerintah.id – Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu Hamka Sabri didampingi Asisten Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Sekretariat Provinsi Bengkulu Yuliswani mengikuti “Sosialisasi Pedoman Standar Minimal Remunerasi dan Biaya Langsung Jasa Konsultan Tahun 2021” secara daring, bertempat di Ruang VIP Pola Provinsi Bengkulu, Selasa siang (3/11).

Sosialisasi yang digelar oleh Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (Inkindo) ini berlangsung lebih dari tiga jam dan difokuskan kepada pembahasan tentang remunerasi.

Remunerasi sendiri merupakan pemberian gaji atau pendapatan tambahan kepada seorang pegawai sebagai apresiasi atas pekerjaan atau kontribusi dalam perusahaan yang sifatnya rutin dimana ia bekerja. Atau bisa juga disebut sebagai sesuatu yang diterima oleh seorang pegawai atau karyawan dari tempatnya bekerja.

Terdapat dua unsur utama remunerasi yaitu kompensasi dan bonus. Kompensasi berhubungan dengan keseluruhan yang diterima tenaga kerja baik dalam berupa fisik maupun non-fisik. Tujuan pemberian remunisasi ini diantaranya; menjadikan sumber daya manusia yang berkualitas, memotivasi karyawan untuk mengembangkan diri, mensejahterakan karyawan, serta dapat memberikan keuntungan kepada perusahaan itu sendiri.

Dari sosialisai ini diketahui bahwa indeks remunerasi jasa konsultan pada setiap daerah berbeda. Untuk Provinsi Bengkulu sendiri sebesar 0.842.

Menyikapi hal tersebut Asisten Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Sekretariat Provinsi Bengkulu Yuliswani mengungkapkan aturan tersebut merupakan aturan baru dan pihaknya akan melakukan koordinasi kepada pihak terkait.

“Aturan ini memang baru, makanya Inkindo melakukan sosialisasi kepada kita. Penerapannya sendiri mulai akan dilaksanakan pada tahun 2021 mendatang, maka dari itu kita akan pelajari lebih lanjut dan kita juga akan berkoordinasi kepada pihak-pihak terkait,” terang Yuliswani usai mengikuti sosialisasi secara daring tersebut.

Inkindo sebagai Asosiasi Perusahaan Jasa Konsultansi secara resmi menerbitkan Pedoman Standar Minimal Tahun 2021 untuk dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan sumber data yang dapat dipertanggungjawabkan, dalam penghitungan dan penyusunan HPS sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 ayat (1) Peraturan Presiden RI No. 16 Tahun 2018.

Dikatakan Ketua Umum DPN Inkindo Peter Frans, Pedoman Standar Minimal untuk Tahun 2021 yang disusun Inkindo ini terdiri atas dua komponen pokok yaitu, Biaya Langsung Personil (Remuneration/Billing Rate) dan Biaya Langsung Non Personil (Direct Cost).

Biaya Langsung Personil (Remuneration / Billing Rate) untuk Tenaga Ahli (Professional) dihitung berdasarkan rumus perkiraan dengan menggunakan indikator sosial ekonomi yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik, Bank Indonesia dan Instansi Pemerintah terkait.

Pemprov Bengkulu Terus Imbau Masyarakat Terapkan 3T dan 3M

Pemprov Bengkulu Terus Imbau Masyarakat Terapkan 3T dan 3M

Suarapemerintah.id – Pelaksana Tugas (Plt) Asisten I Setda Provinsi Supran bersama Kepala Staf Korem 041/Gamas Kolonel ARH M. Fachmi Rizal Nasution mengikuti webinar terkait Kegiatan Komunikasi Sosial dengan Aparat Pemerintah (Komsos Appem), Rabu (4/11) bertempat di Aula Sudirman Korem 041/Gamas Bengkulu.

Disampaikan Supran bahwa kegiatan komunikasi sosial ialah langkah lanjutan dalam penerapan protokol kesehatan dimasa pandemi covid-19. Menjaga jarak, Memakai masker, dan Mencuci tangan (3M) serta Testing, Tracing dan Treatment (3T) merupakan poin dalam pembahasan webinar tersebut.

“Pada prinsipnya kondisi pandemi covid-19 ini belum terkendali sebagaimana mestinya. Oleh karena itu, kita diminta masing-masing baik Aparat Pemerintah, TNI/POLRI tentu senantiasa untuk lebih aktif mensosialisikan protokol kesehatan kepada masyarakat, terutama penerapan 3T dan 3M,” ungkap Supran.

Lanjut Supran, Praktik 3T dan 3M bisa menjadi salah satu kunci menurunkan jumlah kasus positif pasien yang terserang virus corona, bahkan angka fatalitas karena virus covid juga akan menurun karena hal tersebut.

“Terkait hal ini tentu selain aparat pemerintah daerah, peran dari masyarakat sebagai garda terdepan dalam penerapan 3T dan 3M ini sangat diharapkan melalui tokoh masyarakat dan agama untuk senantiasa mengedukasi kepada masyarakat. Karena satu jalan yang dapat kita laksanakan saat ini ialah kita wajib patuhi protokol kesehatan,” jelasnya.

Terkait jumlah kasus Covid-19 di Provinsi Bengkulu yang semakin meningkat, Supran mengatakan wilayah zona merah di Kabupaten/Kota di Provinsi Bengkulu sangat ditentukan oleh tindakan yang dilakukan masyarakat itu sendiri.

“Ini harus benar-benar menjadi perhatian kita semua. Banyak dari masyarakat kita yang sudah mulai termakan pemberitaan hoax terkait covid yang tidak berbahaya. Hal tersebutlah, yang memicu zona merah terus disematkan diseluruh wilayah di Provinsi Bengkulu jika tidak adanya kesadaran masyarakat,” pungkas Supran.

Pemprov Bengkulu Komitmen Jaga Netralitas ASN

Pemprov Bengkulu Komitmen Jaga Netralitas ASN

Suarapemerintah.id – Jelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak yang akan digelar Desember mendatang, pemerintah Provinsi Bengkulu berkomitmen menjaga netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN).

Hal tersebut ditegaskan Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Provinsi Gotri Suyanto usai mengikuti Webinar Netralitas Aparatur Sipil Negara 2020.

Webinar dengan tema Membangun Meritrokasi dan Demokrasi Indonesia diselenggarakan Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) bekerja sama dengan Universitas Sriwijaya, dan Indonesian Association For Public Administration (IAPA).

Dikatakannya Asisten III Gotri Suyanto, setiap ASN diharapkan bersikap netral, profesional dan berintegritas. Namun aplikasinya bukan hanya dalam hal pilkada namun juga ketika memberikan layanan kepada masyarakat.

“Sebagai ASN dalam memberikan pelayanan publik tidak membedakan suku, agama, ras, dan sebagainya. artinya siapapun yang meminta pelayanan publik, ASN secara sungguh-sungguh harus memberikan pelayanan yang terbaik,” tegas Gotri, 04/11/2020.

Sebelumnya dijelaskan Gotri himbauan menjaga netralitas dalam menghadapi pilkada ini juga telah disampaikan melalui surat edaran dan kepala OPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Bengkulu.

Dirinya mengajak untuk sama-sama menjaga netralitas ASN dan berharap hingga usai Pilkada tidak ada ASN Pemprov Bengkulu yang dilaporkan ke Komisi Aparatur Sipil Negara.

Tingkatkan Naskah Kerjasama, Biro Humas Adakan Webinar Treaty Room

Tingkatkan Pengelolaan Naskah Kerja Sama, Biro Humas Selenggarakan Webinar Treaty Room

Suarapemerintah.id – Dalam melaksanakan tugasnya, Bagian Kerja Sama Luar Negeri (KLN) dan Bagian Kerja Sama Dalam Negeri (KDN) di Biro Humas, Hukum, dan Kerja Sama, Sekretariat Jenderal (Setjen), Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham), menghasilkan dokumen/naskah kerja sama. Untuk meningkatkan pengelolaan naskah kerja sama tersebut, Bagian KLN menyelenggarakan web seminar (webinar)/seminar online mengenai pengelolaan ruang perjanjian (treaty room), dengan mengundang narasumber dari Kementerian Luar Negeri (Kemlu), dan perwakilan seluruh unit eselon I di lingkungan Kemenkumham yang mempunyai tugas kerja sama sebagai peserta.

Menurut Kepala Bagian KLN, Youngest Non Itah, dengan diselenggarakan webinar treaty room, diharapkan pengelolaan naskah kerja sama di lingkungan Kemenkumham menjadi lebih baik. “Mohon kepada bapak narasumber untuk membagikan pengalamannya dalam mengelola naskah perjanjian internasional di Kemlu,” ujar Youngest di Gedung Setjen Kemenkumham, Jakarta, Selasa (03/11/2020).

Sementara itu, Kepala Bagian KDN, Meidy Firmansyah menyatakan, bahwa Kemenkumham telah memiliki jendela kerja sama dalam negeri, yang menampilkan naskah kerja sama dalam negeri di website www.kemenkumham.go.id. “Akan tetapi naskah (kerja sama dalam negeri) fisik masih menjadi PR (pekerjaan rumah) kami,” jelas Meidy.

Selanjutnya Kepala Bagian Humas dan Penyimpanan Naskah Perjanjian Internasional Kemlu, Didit Parlambang, membagikan pengalamannya dalam mengelola naskah perjanjian internasional di Kemlu. Agar naskah perjanjian internasional terjaga dengan baik, diperlukan ruangan khusus penyimpanan naskah. “Ruang khusus harus dapat menjaga suhu tertentu, anti api dan air,” tandas Didit melalui aplikasi Zoom Meeting.

Lebih lanjut Didit menerangkan, bahwa penyimpanan naskah memang menjadi tantangan kita semua, kelemahan kita semua mengelola arsip/naskah. “Sering kita jumpai, ada kementerian/lembaga yang menginformasikan telah menandatangani naskah kerja sama, tetapi ketika kita minta naskah fisiknya, tidak ada,” kata Didit.

Untuk itu, lanjut Didit, diperlukan kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) terkait naskah kerja sama. “Kemlu siap membantu menyediakan data yang ada di treatry room Kemlu, sebagai data dukung Biro Humas melakukan monev,” tutur Didit.

Dirjen Gulirkan IHSAN dalam Proses Pendidikan Islam

Dirjen Gulirkan IHSAN dalam Proses Pendidikan Islam

Suarapemerintah.idPendidikan adalah proses transformasi ilmu atau transformasi nilai untuk memberikan nilai kepada manusia dan kemanusian. Dalam kaitan itu, Dirjen Pendidikan Islam Muhammad Ali Ramdhani mengenalkan lima konsep dalam proses pendidikan Islam yang terangkum dalam kata IHSAN.

Kelima konsep ini digulirkan pria yang akrab disapa Dhani ini saat mengisi Workshop Pembinaan Guru Madrasah di Makasar Sulawesi Selatan, Rabu (04/11). Menurutnya, kata IHSAN merupakan akronim dari Integritas, Humanisme, Spritualitas, Adaptability, Nationality.

Pertama, Integritas. Dhani mengatakan, Pendidikan Islam harus mampu menciptakan atau melahirkan alumni madrasah yang memiliki integritas. “Proses pengajaran dalam pendidikan Islam, tidak hanya sebatas transformasi keilmuan atau mengajarkan learning knowlagde learning to do, akan tetapi siswa madrasah harus memahami betul tentang eksistensi dia sebagai manusia dengan integritas yang baik, serta pemahaman yang baik tentang makna kejujuran dalam kehidupannya,” terangnya.

“Nila yang tidak bisa dipertukarkan dengan apapun adalah nama baik, yang terekspresi dalam nilai-nilai kesalehan sosial,” imbuhnya.

Kedua, Humanity. Proses pendidikan yang berlangsung di madrasah, harus mampu menampilkan nilai-nilai kemanusiaan. Setiap proses pengajaran di madrasah jangan sampai menjadi beban tersendiri bagi anak didik.

“Jangan kita bebani anak didik kita dengan hal yang di luar kemampuan mereka. Sebab esensi dari humanisme adalah menempatkan sesuatu pada tempatnya sesuai porsinya. Humanisme menjadi penyeimbang dari konsep integritas,” ujarnya.

Ketiga, Sprituality. Orang yang memiliki nilai-nilai spiritual, aktivitasnya selalu diniatkan sebagai ibadah. Guru yang sadar bahwa proses dan eksistensi hidupnya adalah memberikan makna terhadap orang lain, tidak hanya memikirkan diri sendiri, maka dia memiliki nilai spiritual yang baik.

“Setiap guru dalam mengajar harus selalu diniatkan sebagai sebuah ibadah. Ibadah dalam menyiapkan generasi berintegritas yang akan mengisi peradaban mendatang,” tegasnya.

Keempat,  Adaptability. Yaitu, kemampuan manusia untuk menyelaraskan diri dan berdialog dengan lingkungan strategis di sekitarnya, tanpa kehilangan identitasnya.

Menurut Dhani, adaptasi harus menjadi kekuatan untuk memahami, bahwa sebuah lembaga pendidikan harus menghadirkan anak zaman, mereka yang beribukan waktu berayahkan zaman, menari bersama zaman untuk menarikan zaman. Dalam konteks pendidikan, dinamika zaman hari ini adalah kebutuhan kita terhadap penguasaan teknologi.

“Orang yang hebat pada hari ini adalah orang yang mampu membaca masa depan dengan baik. Guru yang hebat akan mampu melahirkan anak didik  yang akan bisa menguasai zamannya,” sambungnya.

Terakhir atau kelima adalah Nationality. Proses pendidikan madrasah harus mengajarkan kecintaan pada tanah air. Itu adalah bagian dari batang tubuh seorang manusia dan lembaganya.

“Guru dan anak didik di madrasah harus mencinai tanah air. Kita harus tanamkan kepada peserta didik, bahwa mencintai taha air adalah bagian daripada iman,” tegasnya.

Dhani juga menekankan kepada guru madrasah untuk terus belajar. Menurutnya, orang yang terus belajar adalah pemilik peradaban masa depan.  “Eksistensi belajar adalah eksistensi kehidupan, berhentinya belajar adalah berhentinya kehidupan,” pungkasnya.

Kawal Implementasi Perpres Nomor 55/2019 Tentang Ekosistem KBLBB

Kawal Implementasi Perpres Nomor 55/2019 Tentang Ekosistem KBLBB

Suarapemerintah.id – Semarang, Dalam rangka percepatan pembentukan ekosistem Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB), sesuai amanat Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 khususnya pada segmen kendaraan roda dua.

Kemenko Marves diwakili oleh Asisten Deputi Industri Maritim dan Transportasi, M. Firdausi Manti bersama Tim dari Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi melaksanakan peninjauan lapangan sekaligus berdiskusi langsung ke Balai Besar Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri (BBTPPI), Kementerian Perindustrian dan Fasilitas Produksi Industri Sepeda Motor Listrik Dalam Negeri di Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah pada Tanggal 25 – 28 Oktober 2020.

“Salah satu Amanat Perpres 55/2019 terkait Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) adalah Perlindungan terhadap lingkungan hidup, tata kelola baterai bekas merupakan tantangan kedepan yang harus ditindaklanjuti.

Teknologi pengembangan recycle baterai lithium akan menjadi peluang usaha yang menarik , mengingat di masa yang akan datang akan banyak baterai bekas dari KBL Berbasis Baterai,” ujar Asdep Firdausi melalui laporan hasil kegiatan, ditulis pada Rabu (04-11-2020).

Kemudian, beberapa rekomendasi yang dikemukakan, antara lain: Perlu juga dilakukan penelitian terkait Aspek ke ekonomian baterai, Peluang Usaha Pengelolaan Baterai Bekas (reuse/recyle) yang ramah lingkungan.

Skema Trade in Baterai Bekas diharapkan dapat menjadi skema yang menarik di masa yang akan datang, selain menjaga kelestarian lingkungan, pengolahan limbah baterai bekas berbasis teknologi tinggi dan berkesinambungan juga dapat mendorong terciptanya harga baterai yang semakin terjangkau. BBTPPI Semarang diharapkan dapat turut mendorong keberlangsungan ekosistem KBL BB ini.

Lebih lanjut, pihak BBTPPI selaku tuan rumah memaparkan, Dengan adanya program Pemerintah KBL Berbasis Baterai merupakan motivasi bagi BBTPPI agar tata kelola baterai bekas menjadi bagian dari proses bisnis BBTPPI kedepan. Dan, BBTPPI memiliki beberapa litbang, salah satunya adalah bidang penilaian kesesuaian dimana salah satunya adalah laboratorium terkait limbah. Laboratorium dimaksud sudah terregistrasi oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sebagai laboratorium lingkungan.

“Kegiatan laboratorium meliputi monitoring (berupa pengujian limbah), dengan ruang lingkupa meliputi pengujian air limbah, air laut, air permukaan, limbah padat dan limbah B3, dimana limbah baterai adalah salah satunya, BBTPPI memilliki sumber daya dan kapasitas yang dimiliki yang mumpuni, dari mulai tenaga lulusan SMK hingga S2, dengan kapasitas pengujian sampel mencapai 400 sampel per bulan,” jelas pihak BBPTPI.

Dalam Kunjungan dan Diskusi ke Fasilitas Produksi Industri Sepeda Motor Listrik Dalam Negeri di Kota Semarang, Kemenko Marves turut mengundang Kementerian Perhubungan dan Pusat P3DN Kementerian Perindustrian untuk dapat memberikan dukungan langsung terhadap Produsen KBL BB secara langsung, juga konsultasi terkait pengurusan Sertifikat Uji Tipe serta bantuan terkait pengurusan sertifikat TKDN. Dimana saat ini sudah tersedia program bantuan sertifikasi TKDN oleh Kementerian Perindustrian

Dalam diskusi, turut disampaikan beberapa permasalahan yang dihadapi oleh Produsen KBL Berbasis Baterai, antara lain ; harga komponen lokal yang lebih tinggi dibandingkan impor, produsen KBLBB roda dua saat ini masih berupa industri perakitan dikarenakan permasalahan rantai pasok dalam negeri yang masih kurang, oleh karenanya perlu disusun standar setiap komponen KBLBB termasuk baterai agar jumlahnya tinggi sehingga harga komponen makin murah

“Yang tidak kalah penting, konsumen perlu diedukasi terkait perawatan KBL-BB karena belum familiar di pasar, namun demikian industri perlu untuk menarik pasar dengan produk yang berkualitas namun dengan harga yang lebih terjangkau,” pungkas Asdep Firdausi.

Sebagai informasi, Kemenko Marves juga telah menyelenggarakan FGD dengan asosiasi komponen GIAMM dan PIKKO agar Tingkat Komponen Dalam Negeri produsen KBL-BB semakin meningkat dan industri KBL-BB dapat semakin berkembang.

Menginspirasi K/L Gulirkan Beasiswa Santri, Ini Filosofi PBSB

Menginspirasi K/L Gulirkan Beasiswa Santri, Ini Filosofi PBSB

Suarapemerintah.id – Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) digagas Kementerian Agama sejak tahun 2005. Program ini masih terus berlangsung hingga hari ini dan telah menginspirasi kementerian atau lembaga (K/L) lain untuk memberikan perhatian kepada santri dan pesantren.

Salah satu yang ikut menggawangi dan mengembangkan program ini adalah sosok yang saat ini diberi amanah Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Sulawesi Selatan, Khaerani. Dia  menangani program ini selama lima tahun, pada rentang 2006 – 2011 saat menjadi pejabat Eselon III di Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren.

Menurutnya, ada dua filosofi pemberian beasiswa untuk santri dalam PBSB. “Ini saya sampaikan agar adik-adik mahasantri PBSB mengerti sejarah dan filosofi yang diusung Kementerian Agama untuk santri,” terangnya pada acara Pembinaan Moderasi Beragama bagi Mahasantri PBSB di Makassar, Rabu (4/11).

“Pertama, PBSB merupakan program afirmasi bagi santri yang berprestasi,” imbuhnya.

Khaeroni menjelaskan, akses pendidikan santri untuk masuk ke perguruan tinggi  terbaik di Indonesia sangat terbatas. “Sangat sedikit santri yang bisa menembus ujian masuk perguruan tinggi negeri favorit. Jadi beasiswa ini benar-benar mengafirmasi para santri agar bisa merasakan belajar di kampus terbaik,” terangnya.

“Kedua, beasiswa ini diberikan dengan harapan agar ke depan lahir intelektual-intelektual seperti Ibnu Sina, al-Farabi, al-Jabbar, Habibie dari pesantren,” tegasnya.

Kakanwil bercerita, diskusi pengembangan PBSB saat itu terfokus pada semangat mendorong para santri untuk menjadi ilmuan yang bukan saja menguasai agama dengan baik, tapi juga  sanis dan ilmu-ilmu umum yang mumpuni.

Khaerani yakin, dengan dua filosofi ini para mahasantri PBSB ke depan akan semakin dibutuhkan bangsa. “Bangsa ini membutuhkan pribadi-pribadi yang santun, berakhlakul karimah, dan cinta pada negeri. Dan itu ada pada pribadi santri,” terangnya.

Menurutnya, keseharian dan pola pendidikan santri di pondok pesantren menghasilkan output yang santun dan berakhlak. “Santri ini dididik dengan kesantunan, dan tradisi-tradisi yang melembutkan hati, misalnya shalawatan. Jadi tidak heran jika hasilnya adalah pribadi yang lembut,” terangnya.

Acara ini dibuka Dirjen Pendidikan Islam, M Ali Ramdhani. Hadir,  Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan, para mahasantri PBSB yang belajar di UIN Makassar dan Ma’had Aly As’adiyah Makassar.