Beranda blog Halaman 4699

Pantau Infrastruktur Angkutan Penyeberangan, Kemenko Marves Sambangi Pelabuhan Merak

Suarapemerintah.id – Banten, Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves), Ayodhia G L Kalake melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke pelabuhan Penyeberangan PT. ASDP Merak, Provinsi Banten, Sabtu 24 Oktober 2020. Hal ini guna memastikan kesiapan infrastruktur angkutan penyeberangan

“Ini tugas dari Pak Menko (Luhut Binsar Pandjaitan) untuk memantau kesiapan angkutan penyeberangan dalam mengantisipasi libur panjang atau cuti bersama,” ujar Plt Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kemenko Marves Ayodhia GL. Kalake melalui keterangan resminya, ditulis Senin (26-10-2020).

Plt Deputi Ayodhia menjelaskan peninjauan ini juga untuk memastikan kesiapan sarana dan infrastruktur menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru).

“Sehingga dapat diketahui secara jelas sejauh mana kesiapan fasilitas atau saran transportasi guna menunjang keselancaran lalu lintas, termasuk pelayarna atau penyeberangan di pelabuhan,” terangnya.

Sementara itu Asisten Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Konektivitas Rusli Rahim menambahkan, selain menyiapkan dan memperhatikan kesiapan pelabuhan secara baik, pengelolaan juga harus mencermati situasi saat ini yang masih dalam keadaan pandemi virus corona atau Covid-19. Sehingga perlu ada Standar Operasional Prosedur (SOP) penanganan jika ada calon penumpang/penumpang yang terpapar.

“Perlu diperhatikan SOP, antisipasi jika ada penumpang yang sakit atau terpapar Covid-19 penangannya seperti apa. Selain itu keberangkatan harus tepat waktu,” tambahnya.

Kemudian, perwakilan dari Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (ASDP) menyampaikan bahwa, terdapat 72 unit kapal yang beroperasi di Pelabuhan Merak dalam melayani penyeberangan. Bahkan guna mendukung dan memperluas layanan pihak ASDP pun telah menambahkan dua dermaga baru yang kini sudah terpasang, dan persiap-persiapan lainnya.

“ASDP telah menerapkann sistem ticketing online secara full sejak Mei 2020, untuk mengantisipasi calon penumpang yang belum memiliki tiket online, disediakan stopper (tempat utk melakukan transaksi online) sehingga tidak menimbulkan kemacetan di gate tapping,” jelasnya.

ASDP menambahkan untuk pembelian tiket sudah bisa dilakukan mulai H-60 sampai dengan H-2. Terkait upaya mengantisipasi arus mudik, pihak ASDP berharap rest area tol dapat menjadi buffer zone untuk mengurangi penumpukan di pelabuhan.

“Diperlukan support dari KSOP terkait kelancaran penerbitan SBP Penerapan protokol Covid-19,” imbuhnya.

Terkait penanganan covid19, pihak ASDP juga telah bekerja sama dengan gugus tugas covid dan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) setempat. Salah satu yang dilakukan untuk mengantisipasi potensi penularan virus ialah menenerapkan jaga jarak dengan mengosongkan beberapa kursi antarpenumpan. Lalu setiap kapal wajib memiliki ruang klinik.

Meresnpons permintaan ASDP, KSOP pun menyatakan siap mendukung penuh dan bertanggungjawab atas keselamatan pelayaran angkutan pelayaran.

“Sehingga pengaturan kapal-kapal penyeberangan menjadi sangat penting bagi keselamatan pelayaran,” ujar perwakilan dari KSOP.

Selama ini memang Selat Sunda merupakan jalur yang cukup padat. Hal ini berdasarkan pantauan VTS, kapal-kapal asing yang melalui TSS Selat Sunda berjumlah 5.000 kapal dari Selatan dan 3.000 kapal dari Utara per bulan.

Digelar Kemenkeu, Madrasah Borong Juara Lomba Konten APBN 2020

Suarapemerintah.idMadrasah mendominasi kejuaraan lomba konten APBN tingkat SMP tahun 2020 yang digelar Ditjen Anggaran Kementerian Keuangan. Kompetisi yang merupakan bagian dari Olimpiade APBN ini diikuti 127 peserta dan juara satu sampai tiga diraih oleh tim madrasah.

MTsN 3 Pamekasan meraih juara pertama, MTsN 1 Malang juara kedua, dan MTsN 3 Paser, Kalimantan Timur sebagai juara ketiga. Pemenang lomba diumumkan melalui live streaming YouTube Kementerian Keuangan pada Selasa, 27 Oktober 2020.

Setelah pengumuman dibacakan, peserta mendapat kesempatan berbincang dengan Menkeu Sri Mulyani Indrawati, salah satunya adalah siswa MTsN 3 Paser Tiawati. “Assalamualaikum Ibu Menteri, kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan yang telah memberi kesempatan pada kami untuk berkarya dalam lomba, dan alhamdulillah juara 3,” ujar Tiawati.

Dalam sambutannya, Sri Mulyani menyampaikan apresiasi atas keterlibatan siswa SMP/MTs dalam kompetisi ini. “Alhamdulillah kegiatan lomba konten APBN 2020 ini diikuti dengan antusias oleh banyak sekali sekolah yang berbakat dalam membuat video serta memahami APBN, sekaligus momen agar putra putri bangsa mempelajari APBN,” tuturnya.

Terpisah, Kepala MTsN 3 Paser Subhan Walad menjelaskan, Tim MTsN 3 Paser pada kompetisi ini membuat video dengan topik APBN yang difokuskan pada infrastruktur. Video yang mengangkat tema “Pemerataan Bantuan Guna Anak Negeri” ini ternyata mencuri perhatian dewan juri, hingga masuk nominasi.

Menurutnya, video siswa MTsN 3 Paser menyoroti pembangunan infrastruktur jalan dan sarana prasarana sekolah. Video ini dikemas dalam adegan yang diperankan Irmayanti, sebagai siswa baru dengan watak polos dan banyak bertanya. Tokoh lainnya adalah Tyawati sebagai kakak kelas yang membantu menjelaskan bagaimana peran Pemerintah dalam pembangunan, mulai dari infrastruktur jalan hingga asrama terpadu MTsN 3 Paser. Gedung asrama tersebut dibangun dengan skema pembiayaan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN), bagian dari APBN.

Tim lainnya bertugas di belakang kamera, yaitu Abika Ramadhan (cameramen) dan Dicky Febriari (editor). “Video ini seluruhnya digarap dan diselesaikan oleh siswa, dengan didampingi Guru Pembimbing, yaitu Rizki Aulia Rahman, Rina Agustini, dan Rizky Ulfia Rifa’atul Janah,” terang Subhan di Paser, Jumat (30/10).

“Alhamdulillah saya mengucap syukur yang tak terhingga siswa-siswi MTsN 3 Paser bisa mengharumkan nama madrasah dan Provinsi Kalimantan Timur karena diikuti oleh siswa-siswi MTs dan SMP se-Indonesia. Hal ini membuktikan bahwa Pendidikan Madrasah sekarang semakin maju di depan, dibuktikan dengan para juara yang asalnya dari madrasah semua. Saya ucapkan terima kasih kepada anak anak dan guru pembimbing yang sudah mendampingi dari awal sampai pengumuman ini,” ujarnya.

Lomba dilaksanakan secara virtual dengan mengupload video hasil karya ke kanal Youtube. Hingga berita ini dibuat, video yang diupload pada Channel Youtube MTs Negeri 3 Paser ini sudah lebih 1000 view.

Buka Rakernas XII PGLII, Menag Ajak Umat Kristiani Bangun Solidaritas

Suarapemerintah.id – Persekutuan Gereja-Gereja dan  Lembaga-Lembaga Injili Indonesia (PGLII) hari ini menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XII. Kegiatan yang mengangkat tema “Menghadirkan Kabar Baik dan Membangun Bangsa melalui Iman yang Dalam dan Kokoh” ini dibuka Menag Fachrul Razi secara daring (dalam jaringan).

Hadir dalam kesempatan ini, Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI) Pdt. Gomar Gultom, Ketua Umum PGLII Pdt. Ronny Mandang, M.Th., dan Dirjen Bimas Kristen Thomas Pentury.

Menag mengapresiasi peran dan upaya umat Kristiani dalam ikut mensukseskan pembangunan nasional bidang agama yang juga berpengaruh besar pada pembangunan bangsa. Menag juga mengajak umat Kristiani untuk terus membangun dan merawat solidaritas antar sesama.

“Saya mengajak peserta Rakernas dan seluruh umat Kristiani, mari kita membangun solidaritas sejati antar sesama, di tengah keberagaman agama dan pandangan keagamaan, karena itulah spirit yang diajarkan semua agama,” pesan Menag di Jakarta, Jumat (30/10).

Di saat pandemi Covid-19, kata Menag, banyak masyarakat yang tertimpa kemalangan. Mereka membutuhkan pertolongan dan empati. Sebagai bagian keluarga besar Indonesia, umat Kristiani pasti terpanggil untuk saling memberi perhatian dan menguatkan dalam melewati masa-masa sulit ini.

“PGLII diharapkan terus menjadi bagian dari solusi mengatasi masalah kebangsaan yang penuh tantangan ini, dengan berusaha memberi kabar baik, kepada sebanyaknya orang, sesuai tema rakernas ini,” ujar Menag.

“Mari kembangkan budaya dialog yang damai, bermusyawarah secara demokratis, dan meningkatkan semangat gotong royong untuk memperkuat sistem sosial yang kokoh guna mewujudkan Indonesia yang sejahtera, aman, damai, demokratis dan bermartabat,” sambungnya.

Menag juga berpesan tentang pentingnya memperkuat paham, sikap, dan perilaku moderasi beragama dengan meneguhkan nilai-nilai harmoni dalam keragaman. Menurut Menag, moderasi beragama adalah identitas kebangsaan yang akan membawa Indonesia menjadi kiblat pembangunan masyarakat modern. Selain itu, penguatan moderasi beragama juga dapat mendorong peran bangsa Indonesia sebagai penyeimbang dan pelopor perdamaian dunia di tengah keberagaman.

“PGLII sejauh ini telah berperan signifikan dalam meningkatkan kualitas kerukunan hidup umat beragama. Kristen dengan ajarannya yang bertumpu pada ‘kasih’ diharapkan dapat menyumbangkan peran besar bagi kedamaian itu,” harap Menag.

“Kasih kepada Tuhan dan kasih kepada sesama. Dengan sikap ini yang dipahami dan diimplementasikan seluruh gereja-gereja, kita akan dapat menikmati indonesia yang semakin rukun, santun dan toleran,” tandasnya.Selamat mengikuti Rakernas XII PGLII.

KKP – USAID Bagi Pengalaman Kelola Perikanan Berkelanjutan di Indonesia

Suarapemerintah.id – Indonesia merupakan negara bahari dengan wilayah perairan lebih luas dibanding daratan sehingga potensi ini memiliki peran penting dalam mendukung perekonomian nasional. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) selama ini merangkul berbagai pihak untuk bekerjasama kelola laut dan wilayah pesisir yang berkelanjutan. Salah satunya dengan United States Agency for International Development (USAID) Indonesia.

USAID Sustainable Ecosystems Advanced (USAID SEA) Project merupakan kerja sama hibah antara Kementerian Kelautan dan Perikanan dan USAID Indonesia yang berlangsung selama lima tahun (2016-2021). Tujuannya memperkuat tata kelola sumber daya perikanan dan kelautan, serta konservasi keanekaragaman hayati di Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) 715. Selama masa proyek, berbagai program telah diinisiasi meliputi pengelolaan perikanan berkelanjutan, kawasan konservasi perairan, rencana tata ruang laut, serta penegakan hukum dalam penanggulangan perikanan yang merusak (destructive fishing) dan IUU Fishing.

“Saya yakin kita semua dapat belajar banyak dari semua hal yang diciptakan dan dikerjakan di lima tahun terakhir ini. Ada di tangan dan pundak kita semua, tanggung jawab untuk mengembalikan bumi dan lautan serta segala sumber daya yang ada di dalamnya ke anak cucu kita di masa depan dalam kondisi yang baik dan tetap melimpah,” ujar Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) KKP, Prof. Sjarief Widjaja saat membuka acara Serial Simposium Virtual Pembelajaran Proyek USAID SEA, Senin (26/10).

Acara simposium digelar dalam rangka berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pembelajaran selama masa implementasi program yang sebentar lagi akan berakhir. Kegiatan dijadwalkan berlangsung dalam 8 sesi mulai 26 Oktober 2020 hingga 18 November 2020.

Sjarief menjelaskan, sebagai negara penghasil perikanan tangkap terbesar kedua di dunia, Indonesia berpotensi menjadi produsen perikanan laut kelas dunia dan berkelanjutan. Sumber daya laut yang dimiliki, selama ini memberikan sumber pendapatan bagi nelayan, menjaga kestabilan pangan nasional dan sumber protein bagi sekitar 267 juta penduduk Indonesia.

Untuk memastikan potensi perikanan Indonesia dikelola dengan baik, sambungnya, diperlukan kebijakan yang dapat secara jelas menjabarkan fungsi-fungsi dari pengelolaan perikanan berbasis saintifik di berbagai tataran.

“Berbagai capaian kinerja telah kita raih di tataran kebijakan perikanan dan kelautan dan itu menjadi prestasi buat kita semua. Namun jangan mudah berpuas diri, masih banyak yang harus kita benahi guna mengoptimalkan potensi kelautan dan perikanan bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat,” terang Sjarief.

Sementara itu, Wakil Direktur Lingkungan Hidup USAID Indonesia Jason Seuc mengatakan, pihaknya menggunakan ecosystem approach untuk pengelolaan perikanan yang berkelanjutan di Indonesia. Pendekatan ini untuk melindungi ekosistem laut Indonesia sehingga dapat dinikmati oleh generasi mendatang.

“Selama 20 tahun terakhir Pemerintah Amerika Serikat melalui USAID, telah menjalin kerja sama yang sangat baik dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan. Bersama-sama, kami telah meningkatkan pemanfaatan dan konservasi sumber daya laut Indonesia secara berkelanjutan,” akunya.

Serial Simposium Virtual Pembelajaran Proyek USAID SEA membahas sejumlah tema penting yang merupakan pilar-pilar utama kegiatan proyek USAID SEA. Meliputi perikanan berkelanjutan; kawasan konservasi perairan dan jejaringnya; penegakan hukum pelanggaran perikanan di kawasan pesisir; dan tata kelola perikanan berkelanjutan dan konservasi perairan.

Sebagai informasi, proyek USAID SEA bekerja di tiga provinsi di Indonesia bagian Timur serta di tingkat nasional melalui KKP. USAID SEA menggunakan pendekatan yang terintegrasi antara pengelolaan sumber daya perikanan dan konservasi laut dengan cara yang memungkinkan keduanya untuk saling mendukung.

Denpasar Target Tes Swab Massal 143 Orang per Hari

Suarapemerintah.idPemerintah Kota Denpasar menargetkan tes swab yang dilakukan di Puskesmas keseluruhan wilayah Denpasar sebanyak 143 orang per hari.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai mengatakan pihaknya mulai menggencarkan tes swab untuk penelusuran kontak terdekat dengan pasien positif Covid-19. Ia menyatakan tes swab yang tanpa dipungut biaya alias gratis ini akan terus berlangsung hingga jumlah kasus Covid-19 di Denpasar melandai.

“Kita akan terus meningkatkan tracing dan kapasitas uji lab PCR untuk dapat segera memutus rantai penularan covid-19,” ujarnya ketika dikonfirmasi, Kamis (29/10/2020) di Denpasar.

Terkait dengan alat PCR, sejauh ini Denpasar yang menjadi ibukota provinsi Bali ini masih menjadi satu dengan provinsi, diantaranya di RSUP Sanglah, RS Bali Mandara, dan Universitas Warmadewa. Ia mengonfirmasi bahwa pada bulan november mendatang akan bertambah dengan beroperasi lab PCR di RS Wangaya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar dr. Luh Putu Sri Armini, menjelaskan tes swab gratis secara keseluruhan akan tersedia di 11 Puskesmas di wilayah Denpasar. Hal tersebut dilakukan untuk penelusuran kasus atau tracing dari warga yang sempat kontak erat agar cepat diketahui yang positif sehingga cepat bisa ditangani dan ditindaklanjuti.

“Nanti yang akan kami sasar semua yang sempat kontak erat dengan pasien covid positif atau yang suspek. Yang mana, pelaksanaannya akan dilaksanakan di semua Puskesmas atau 11 puskesmas dan akan terus dilaksanakan selama pandemi di kota Denpasar,” ujarnya, Selasa (27/10/2020).

Armini mengimbau, bagi masyarakat yang sempat kontak erat 2 hari sebelum pasien bergejala dan 14 kedepan dipersilakan untuk swab ke puskesmas terdekat dengan bukti ada hasil positif yang diajak kontak erat. Terutama bagi masyarakat yang ada gejala mual, muntah, pusing, panas, batuk dan pilek untuk segera berobat dan melakukan swab.

Pihaknya juga berpesan agar penerapan protokol kesehatan dilakukan dengan disiplin dimanapun, kapanpun dengan siapapun. “Prokes dengan ketat perlu dilakukan mulai dari memakai masker jaga jarak cuci tangan di air mengalir dengan memakai sabun,” tutupnya.

50 Wisatawan Puncak Bogor Reaktif Covid-19

Suarapemerintah.id – Sebanyak 50 wisatawan yang akan mengunjungi kawasan puncak Bogor dinyatakan Reaktif Covid-19. Hasil ini di peroleh dari Rapid Test secara acak oleh Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) pada tiga titik  yakni Telaga Warna Kecamatan Cisarua, Masjid Harakatul Jannah, Gadog-Ciawi, Aula Kecamatan Megamendung, pada Kamis (29/10).
“Dari lebih 918 sampel, ada 50 orang wisatawan yang dinyatakan reaktif Covid-19. Mereka langsung diswab test, dan kami juga berkoordinasi dengan Satgas Penanganan Covid-19 di daerah asal wisatawan,” katanya.
Petugas kemudian melarang 50 wisatawan tersebut melanjutkan perjalanan dan diminta pulang untuk melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing. Sebelum itu, mereka pun pun menjalani swab test (tes swab) di tempat.
“Yang reaktif itu, kita swab langsung ditempat. Nanti, hasilnya kita sampaikan jika sudah keluar dari laboratorium. Terpenting pendataannya sudah kita lakukan, baik nama dan tempat tinggalnya,” kata Kadinkes Mike Kaltarina.
Jika ada yang dinyatakan positif, Mike memastikan untuk berkoordinasi dengan pemerintah daerah asal wisatawan tersebut untuk ditindaklanjuti pemerintah daerah masing-masing.
“Kalau mereka adalah warga kita, langsung akan kita lakukan tracing bersama Satgas Covid-19 Kecamatan untuk selanjutnya kita tangani,” tutupnya.
Adapun secara rinci Laporan Hasil Pemantauan Pelaksanaan Rapid Test dan Swab Test di Kawasan Puncak – Kabupaten Bogor hari Kamis, 29 Oktober 2020 berdasarkan data dari Dinkes Kabupaten Bogor adalah sebagai berikut :
1. Lapangan Parkir Pintu Masuk Telaga Warna, Kecamatan Cisarua :
* Target sasaran 400 Orang
* Peserta Rapid 390 Orang Pengunjung (97,5%)
* Reaktif dan Swab Test 24 orang (6,10%) dan langsung dilakukan Swab Test dilanjutkan PCR Test di Labkesda Kabupaten Bogor
2. Masjid Harakatul Jannah, Gadog-Kecamatan Ciawi
– Target Sasaran Rapid 400
– Pengunjung yang di Rapid 328 orang pengunjung atau 82%
– Reaktif 13 orang pengunjung (3,96%,) dan langsung dilakukan Swab
Test
3. Aula Kecamatan Megamendung
– Target Sasaran 200 orang
– Jumlah Pengunjung yang di Rapid 200 atau (100%)r
– Reaktif 13 Orang (6,50%) dan langsung dilakukan Swab Test dilanjutkan PCR Test di Labkesda Kabupaten Bogor

Tingkatkan Mutu Pelayanan, Pegadaian Lakukan Standarisasi Outlet

Suarapemerintah.idPT Pegadaian Persero melakukan standarisasi terhadap 220 outlet Pegadaian di seluruh Indonesia pada tahun ini. Perubahan dilakukan untuk meningkatkan mutu layanan dan memberikan kenyamanan bagi nasabah, saat bertransaksi di outlet Pegadaian.

Pencanangan wajah baru outlet Pegadaian dengan tema “Wajah Baru Untuk Indonesia”  sekaligus ditandai dengan diresmikannya outlet Pegadaian cabang Kediri hari Rabu, 28 Oktober 2020.

Direktur Utama PT Pegadaian Persero, Kuswiyoto mengatakan standarisasi outlet akan lebih mengedepankan kemudahan akses, interaksi, desain dan fungsi ruang yang lebih nyaman serta fleksibel. Perubahan outlet dilakukan untuk meningkatkan brand image outlet pegadaian menjadi lebih modern dan menjaring segmentasi calon nasabah baru melalui tampilan gedung yang elegan dan modern.

“Standarisasi outlet bisa memberikan atmosfer dan semangat bekerja yang baru untuk meningkatkan kualitas, mutu layanan, dan memberikan pengalaman baru kepada nasabah yang datang ke Pegadaian. Dengan begitu, nasabah bisa merasa nyaman saat bertransaksi di Pegadaian” Kata Kuswiyoto dalam sambutannya saat acara peresmian standarisasi outlet yang dilakukan di Kediri, Jawa Timur.

Perbedaan pada standarisasi outlet yang baru dengan yang lama akan terletak pada desain yang lebih modern dan elegan, mengakomodir ruang/space untuk fungsi penjualan relationship officer, dan jika luas memadai, akan dilakukan penambahan ruang layanan khusus bagi nasabah prioritas. Selain itu perbedaan juga akan terletak pada perubahan desain dan spesifikasi material yang lebih baik dari sebelumnya, dan adanya penyesuaian dengan adaptasi Kebiasaan Baru (New Normal) dalam pelayanan ke nasabah dengan menerapkan penggunaan penyekat berbahan acrylic pada counter & meja transaksi, tempat duduk terpisah yang dapat disesuaikan jaraknya, fasilitas tempat cuci tangan serta hand sanitizer.

Kuswiyoto menambahkan standarisasi outlet baru ini tidak hanya memberikan kenyamanan pada nasabah, tetapi juga bagi karyawan Pegadaian. Tidak hanya itu, melalui standarisasi ini karyawan juga diharapkan dapat bekerja lebih semangat, dan memberikan pelayanan yang terbaik bagi nasabah.

“Dengan suasana outlet baru yang jauh lebih nyaman dan modern dari tampilan outlet sebelumnya, bisa membuat para karyawan nyaman dan bisa bekerja lebih semangat dalam melayani nasabah” Ucap kuswiyoto.

Sementara Direktur Pesona Indonesi Jaya (PIJ), Sri Suryani, yang sekaligus sebagai penanggung jawab dalam proses pembangunan standarisasi outlet Pegadaian mengatakan bahwa saat ini Pegadaian mengambil sejarah baru setelah sebelumnya telah melakukan transformasi produk, sistem hingga budaya kerja.

Memasuki akhir Oktober 2020, progres pembangunan telah mencapai 76,4% dari total target 220 outlet yang akan dilakukan standarisasi hingga Desember 2020. Saat ini pembangunan masih terus dilakukan, dimana 78 outlet dalam proses pengerjaan dan 52 outlet lainnya masih dalam tahap desain.

“Pada pertengahan Juli 2020, kami ditarget harus menyelesaikan 220 outlet yang telah di  standarisasi hingga akhir Desember 2020, sehingga bagi kami proyek ini merupakan pekerjaan besar. Proses pembangunan standarisasi outlet hanya berfokus pada tiga titik lokasi, yaitu tampilan muka, ruang publik, dan back office

Tidak hanya itu, proses tersebut  juga akan dilakukan penambahan sekitar 200 kantor cabang pada tahun 2021. Kedepannya, akan diimplementasikan secara bertahap pada semua outlet Pegadaian di seluruh Indonesia.

Kabupaten Bogor Kembali Perpanjang PSBB Pra Adaptasi Kebiasaan Baru

Suarapemerintah.id Bupati Bogor, Ade Yasin kembali perpanjang pembelakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Pra Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) menuju masyarakat sehat, aman dan Produktif di Kabupaten Bogor hingga 25 November 2020. PSBB secara Pra AKB di Kabupaten berakhir pada 27 Oktober 2020.
Hal itu tertuang dalam Keputusan Bupati (Kepbup) Nomor 443/479/Kpts/Per-UU/2020 tentang Perpanjang kelima  pembelakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Pra Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) menuju masyarakat sehat, aman dan Produktif di Kabupaten Bogor dalam rangka percepatan Penanganan Covid-19. Kepbup tersebut ditandatangi Ade Yasin,pada selasa (27/10/2020).
Tidak ada aturan yang berubah dalam Kepbup tersebut jika dibandingkan dengan Kepbup sebelumnya yang nomor 443/458/Kpts/Per-UU/2020. Dalam Kepbup tersebut terdapat ketentuan yang mengatur 34 aktivitas masyarakat di tengah pandemi virus corona COVID-19. Salah satunya yaitu, mengenai pelonggaran jam operasional pusat keramaian yang diperbolehkan sampai pukul 20.00 WIB, dari sebelumnya sampai pukul 19.00 WIB.
Kemudian, setiap acara resepsi pernikahan ataupun khitanan di wilayahnya maksimal dihadiri 150 peserta dengan durasi acara maksimal selama tiga jam.
“Kapasitas orang paling banyak 30 persen dari kapasitas tempat penyelenggaraan dengan maksimal jumlah orang paling banyak 150 orang yang disertai dengan pengaturan jadwal tamu undangan,” kata Ketua Satgas COVID-19 Kabupaten Bogor itu.
Di samping itu, bagi tempat wisata buatan dan wahana permainan di luar ruangan tetap dibolehkan beroperasi dengan jumlah pengunjung 50 persen dari kapasitas, mulai pukul 06.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB.
Kemudian transportasi publik berupa kendaraan roda dua, yakni ojek online ataupun ojek pangkalan dibolehkan beroperasi mulai pukul 04.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB.

Pemkab Bogor Siapkan 3.000 Alat Rapid Test untuk Wisatawan Puncak

Suarapemerintah.idPemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menggelar pemeriksaan rapid test secara acak di sejumlah titik pada lokasi tempat wisata di kawasan Puncak kepada para wisatawan pada Kamis (29/10).
Kasatpol PP) Kabupaten Bogor, Agus Ridho menjelaskan, orang-orang yang wajib mengikuti rapid dipilih secara acak, meski ada prioritas yakni mereka yang tidak menerapkan protokol kesehatan.
“Tapi bukan yang tidak pakai protokol kesehatan saja. Intinya secara acak, terutama yang datang dari luar Bogor. Untuk memastikan Puncak aman dari penyebaran Covid-19,” jelas Agus.
Dia berharap, dengan rapid test massal ini, orang yang datang ke Puncak bisa dipastikan bebas dari paparan Covid-19. “Tujuannya kan itu. Karena kita juga tetap melakukan pengawasan di wilayah lain. Tidak hanya di Puncak,” tegas Agus.
Dia juga menghimbau, masyarakat untuk menahan diri tidak berlibur di luar rumah. “Di Puncak saat ini, ada peningkatan volume kendaraan. Kami imbau, masyarakat jika tidak terpaksa sekali, lebih baik menahan diri dan cukup di rumah saja,” katanya.
Sementara itu Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Bogor, Dedi Syarif mengatakan Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, mendapat bantuan 2.000 alat rapid test (tes cepat) dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, untuk digunakan selama libur panjang kali ini. Pemeriksaan pun disebar dengan target objek pemeriksaan dipilih secara acak.
“Hari ini ada 1.000 alat yang kita pakai. Alat ini disebar di Simpang Gadog, Megamendung dan objek wisata Telaga Warna,” kata
Pada awalnya, Pemkab Bogor hanya menyiapkan 1.000 unit alat rapid test. Namun, pada Rabu (28/10) malam, Pemprov Jabar mengirimkan bantuan 2.000 alat rapid tambahan kepada Pemkab Bogor.
“Baru datang alatnya dari Pemprov Jabar. Akan kita gunakan selama libur panjang ini sampai hari Minggu. Karena kita antisipasi arus balik di akhir pekan ini,” kata Dedi Syarif.
Selain rapid, Dinkes Kabupaten Bogor, juga menyiapkan 9 petugas swab. Karena jika hasil rapid test ternyata ada yang dinyatakan reaktif, maka akan langsung dilakukan tes swab dan diminta untuk melakukan isolasi mandiri.
“Di Cisarua kan kita target sasarannya 400 alat itu di Telaga Warna. Kemudian di Megamendung 200 alat dan di Ciawi 200 alat. Mudah-mudahan tidak ada yang reaktif atau positif,” ungkapnya.

Jaringan Distributor Luas Hingga Pinggir Kota, Blesscon Perkokoh Posisi di Industri Bata Ringan

Suarapemerintah.id – Produsen bata ringan, Blesscon semakin tidak terbendung langkahnya di industri bata ringan di Indonesia. Kombinasi distributor yang semakin banyak dan luas ditambah dengan layanan yang excellent menjadi kunci keberhasilan Blesscon.

Industri bata ringan dalam negeri termasuk yang sedang menggeliat, indikasinya adalah demand yang terus naik seiring banyaknya pembangunan hunian ataupun perkantoran.

Berbanding lurus dengan demand yang tinggi tersebut maka akan mengundang banyak pemain untuk bermain didalam industri ini. Ini yang menyebabkan industri ini memiliki persaingan yang ketat dikarenakan banyaknya produsen didalamnya.

Salah satu pemain yang terlibat didalamnya yakni Blesscon. Sesaknya industri juga menjadi perhatian bagi Henrianto, General Manager Blesscon.

Ia mengakui jika industri ini masih menyimpan banyak potensi dan ceruk yang bisa dimaksimalkan.

Bahkan, meskipun dalam keadaan pandemi Covid-19, ia tetap optimis industri ini masih akan bisa berkembang pesat kedepannya.

‘’Pasar bata ringan untuk ke depannya masih berpotensi untuk berkembang, walaupun pembangunan khususnya High Rise berkurang drastis disaat Pandemi.’’ Jelasnya.

Kembali mengenai persaingan, Henrianto mengakui tidak khawatir dengan adanya pemain-pemain baru. Karena, ia melihat saat ini Blesscon suidah menjadi top of mind di konsumen Indonesia.

Ia melanjutkan, sebagai produsen bata ringan terbesar saat ini, masyarakat Indonesia sudah terbangun awareness dengan produk Blesscon.

Klaim terbesar disebutkan oleh Henrianto bukan tanpa alasan, pasalnya saat ini perusahaannya sudah memiliki 3 pabrik.

Adanya ke-3 pabrik tersebut tentunya akan memudahkan untuk mendistribusikan produk-produk bata ringan Blesscon ke seluruh Indonesia.

Ke-3 pabrik tersebut juga ditopang dengan jaringan distributor yang menyebar luas hingga ke pelosok-pelosok daerah.

Henrianto mengakui peran dari distributor sangatlah vital bagi pertumbuhan Blesscon. Untuk itu ia selalu memilih mitra distributor yang memiliki jaringan luas.

‘’Kami bermitra dengan distributor yang memiliki jaringan distribusi luas, sehingga produk kami merata diseluruh toko bahan bangunan, guna memudahkan konsumen untuk mendapatkannya,’’ ucapnya.

Adanya distributor diakui Henrianto sangat membantu menjaga ketersediaan produk di toko bangunan sehingga konsumen mudah mendapatkan produk Blesscon.

‘’Kami mendistribusikan produk kami hingga daerah pinggir kota, dengan menjaga ketersediaan produk kami di seluruh toko bahan bangunan, guna memenuhi permintaan konsumen. Itu merupakan bentuk pelayanan terbaik kami.’’ Ungkap Henrianto.

Ia menambahkan, dalam perusahaannya sangat menitikberatkan dan memprioritaskan akan kecepatan pengiriman dan ketersediaan produk.

Berbicara produk, kualitas dari bata ringan Blesscon tidak perlu diragukan lagi. Bata ringan Blesscon dibuat dari bahan baku terbaik dan dengan teknologi canggih.

Dalam pembuatan bata ringan AAC menggunakan mesin canggih seperti mesin potong dan autoklaf untuk menghasilkan bata yang lebih presisi.