Beranda blog Halaman 4720

Pemko Medan Gelar FGD Tingkatkan Minat Masyarakat Belanja Online di Era Pandemi

Suarapemerintah.idPemerintah Kota (Pemko) Medan menggelar Focus Group Discussion (FGD) untuk meningkatkan Minat Masyarakat Kota Medan Untuk Belanja Secara Online di Era Pandemi Covid-19″, Selasa (20/10) di Ruang Rapat III, Kantor Wali Kota Medan. Diharapkan FGD ini nantinya dapat menghasilkan solusi dan masukan untuk meningkatkan minat masyarakat berbelanja online.

Focus Group Discussion yang dibuka oleh Kepala Balitbang Kota Medan, Ir. Purnama Dewi, MM mewakili Pjs Walikota Medan, Ir. Arief Sudarto Trinugroho, M.T menghadirkan Narasumber dari Fakultas Ekonomi USU Prof. Dr.Isfenti Sadalia, ME dan Dr. Tetty Yuliaty, SE., M.Si. dan sebagai Pembanding dalam FGD, Kabid Aplikasi Informatika Dinas Kominfo Kota Medan, Laksamana Putra Siregar, SH.

Dalam sambutannya, Kepala Balitbang, Ir. Purnama Dewi menjelaskan bahwa dari hasil penelitian kajian pemulihan ekonomi yg dilakukan oleh bidang tim ahli gugus tugas percepatan penanganan covid-19 Kota Medan, masih banyak ditemukan masyarakat yang enggan melakukan belanja secara online pada masa pandemi covid-19. Padahal lanjut Purnama, belanja secara online dapat mengurangi resiko penularan covid-19 dan bisa menjadi salah satu cara memutus mata rantai penularan covid-19 di kota medan karena dapat mengurangi kontak langsung dan menghindari bertemu banyak orang.

Saya berharap FGD ini nantinya dapat menghasilkan solusi dan masukan untuk Kota Medan dalam meningkatkan minat masyarakat belanja secara online di Era Pandemi Covid-19. Artinya paparan dari Narasumber dan Pembanding menjadi acuan agar masyarakat menjadi minat”, kata Kabanlitbang.

Selanjutnya dalam Pemaparannya, Prof. Dr. Isfenti Sadalia, mengungkapkan bahwa kurangnya minat masyarakat belanja secara online dikarenakan kurangnya kepercayaan terhadap produk yang dijual dan sulitnya tahapan belanja secara online. Artinya para pelaku pengusaha harus memberikan jaminan produk kepada pembeli. “para pengusaha atau penjual harus memberikan jaminan atas kualitas produk yg dijual, kemudahan proses pembayaran, pemberian promo/diskon, percepatan waktu pengiriman, dan garansi dari proses belanja online seperti garansi jika barang rusak atau tidak sampai kepada pembeli”, jelasnya.

Sementara itu, Pembanding, Laksamana Putra Siregar dari Dinas Kominfo Medan mengatakan banyaknya pengguna smartphone dan media sosial sangat berperan besar dalam meningkatkan belanja online, sehingga para penjual/pengusaha harus bisa berimprovisasi dengan memanfaatkan peluang untuk melakukan promosi produk dengan media sosial.

FGD diikuti Dinas Koperasi dan UKM Kota Medan, Dinas Perindustrian Kota Medan, Dinas Perdagangan Kota Medan, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Medan, PKK Kota Medan, Bappeda dan beberapa UKM di Kota Medan diisi dengan Dialog Interaktif.

Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Medan Gelar Razia Masker

Suarapemerintah.idPemko Medan melalui Tim Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Kota Medan menggelar operasi yustisi pendisiplinan protokol kesehatan berupa razia masker di jalan Gaperta Ujung, Kecamatan Medan Helvetia, Selasa (20/10).

Dari hasil razia tersebut, sebanyak 59 warga yang melintas terjaring razia. Razia yang dipimpin oleh Kabid Penertiban Umum Satpol PP, Reyes Sihombing mewakili Kasatpol PP Kota Medan, M. Sofyan, S.Sos melibatkan petugas gabungan yang terdiri dari unsur Satpol PP Kota Medan dan Provinsi Sumut, Dinas Perhubungan, unsur kecamatan, dan dibantu oleh aparat dari TNI dan Polri.

Dalam razia tersebut, reyes mengungkapkan bahwa razia masker ini akan terus gencar dilakukan sebagai bentuk Percepatan penanganan Covid-19 dan penegakan  Peraturan Wali Kota (Perwal) No.27/2020 tentang Pedoman Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) Pada Kondisi Pandemi Covid-19 di Kota Medan. Selain itu, langkah ini juga sejalan dengan Peraturan Gubernur (Pergub) Sumut No.34/2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Dalam Pencegahan & Pengendalian Covid-19 di Provinsi Sumut.

“Oleh karenanya hari ini kita kembali melakukan razia masker guna mendisiplinkan masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan terutama menggunakan masker saat beraktifitas di luar rumah. Kegiatan ini gencar dilakukan untuk mencegah meningkatnya penularan covid-19 sekaligus memutus mata rantai penyebarannya khususnya di Kota Medan,” kata Reyes.

Reyes juga menuturkan kegiatan dilakukan dengan tetap mengedepankan cara persuasif. Adapun, sanksi yang dikenakan berupa sanksi fisik seperti push up, non fisik yakni melafalkan Pancasila dan menyanyikan lagu nasional serta penahanan kartu identitas KTP selama tiga hari.

“Bagi masyarakat yang KTP nya ditahan, akan diberikan surat berita acara penahanan kartu identitas sebagai syarat untuk mengambil kembali KTP nya di Kantor Satpol PP. Namun, dari razia yang terus rutin kita gelar, sudah mulai terlihat ada peningkatan kesadaran masyarakat dalam menggunakan masker, meski masih saja ada dijumpai warga yang tidak mengenakan masker.”ujarnya.

Untuk itulah lanjut Reyes lagi, kepada seluruh masyarakat dihimbau untuk tetap mematuhi protokol kesehatan saat beraktifitas.

“Tetap patuhi protokol kesehatan yakni menjaga jarak, mencuci tangan dan menggunakan masker agar kita dan orang lain terhindar dari Covid-19,” pesannya.

Prof Rudy Ucapkan Selamat Hari Ulang Tahun Ke 351 Sulawesi Selatan

Suarapemerintah.id – Pj Walikota Makassar, Prof Rudy Djamaluddin secara khusus menyampaikan apresiasi dan selamat atas Hari Ulang tahun Provinsi Sulawesi Selatan  ke 351 yang jatuh tepat hari Senin, (19/10 2020).

Menurut Prof Rudy  Hari Ulang Tahun Ke 351 Sulawesi Selatan ini adalah  momentum kebangkitan dan kesadaran bersama untuk bisa mengembalikan kejayaan Sulawesi Selatan sebagai penyanggah sejumlah produk unggulan nasional.

Hal tersebut diungkapkan Prof Rudy saat memberikan ucapan selamat pada hari jadi provinsi Sulawesi selatan di kantor Balaikota Makassar, Senin (19/10/2020).

“Selamat ulang tahun Sulawesi Selatan yang ke 351. Ini adalah momen kebangkitan untuk bersama-sama mengembalikan kejayaan berbagai produk unggulan Sulsel. Insya Allah dengan gerak bersama ekonomi Sulsel akan semakin kuat kedepan,” ucapnya.

Lanjut Prof.Rudy, tekad tersebut akan terwujud selama sinergi dengan seluruh elemen masyarakat terjalin kuat, baik itu pemerintah, swasta maupun seluruh lapisan masyarakat.

“Kebersamaan itu sangat diperlukan untuk bisa mengoptimalisasi seluruh potensi-potensi yang kita miliki. di satu sisi kita juga harus tetap menjaga keseimbangan alam untuk menghindari ekses negatif dari upaya kita mempercepat pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Selatan,” terangnya.

TP PKK Makassar Gelar Penyegaran Kader Posyandu

Suarapemerintah.id – Salah satu program kerja Pokja IV TP PKK Makassar guna meningkatkan kualitas kesehatan keluarga dan lingkungan, gelar penyegaran kader posyandu se kota Makassar, digelar di Baruga Anging Mammiri, Senin (19/10/2020).

Selaku ketua tim penggerak PKK Makassar, Rossy Timur Wahyuningsih, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi atas kinerja kader posyandu dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Penyegaran diberikan secara kontinyu, agar pemahaman yang diterima terus terupdate, utamanya di masa pandemi Covid19 ini, agar kita dapat melalui dengan selamat,” lanjutnya.

Penyegaran kader posyandu kali ini dibagi atas tiga angkatan, selama tiga hari berturut turut, dengan menghadirkan Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar, dr. Naisyah Tun Azikin selaku salah satu narasumber.

Koperasi di Denpasar Tetap Beroperasi Normal Saat Pandemi

Suarapemerintah.id – Meskipun diterpa pandemi, kondisi Koperasi di Kota Denpasar masih mampu beroperasional dengan normal. Meski ada beberapa penarikan-penarikan yang dilakukan para anggota koperasi.

Hal itu disampaikan, Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kota Denpasar, Made Erwin Suryadarma Sena, Senin (19/10) Denpasar.

“Secara umum dari total koperasi yang aktif sebanyak 904 di kota Denpasar astungkare masih biasa aja. Walaupun disana sini ada penarikan,” jelasnya.

Dalam hal ini, lanjutnya, koperasi  juga diimbau menjaga likuiditas koperasi agar tidak ada nasabah menarik secara besar-besaran atau berlebihan.

“Terkait dengan hal tersebut, saya sudah keluarkan surat edaran kepada pengurus dan anggota koperasi untuk tetap menjaga kekompakan koperasi dan memberikan kemudahan kepada anggota berupa relaksasi dan restrukturisasi,” paparnya di sela-sela memberi pelatihan terkait pengembangan usaha di masa pandemi Covid-19.

Misalnya, ia memberikan contoh seperti salah satu caranya adalah dengan memberikan stimulus kepada koperasi dari propinsi selama 3 bulan. Selanjutnya dari pusat memberikan pinjaman bunga murah lewat dana bergulir dan subsidi bunga.

Rangkaian Wayang Jogja Night Carnival 5 Berlangsung Meriah

Suarapemerintah.idPemerintah Kota Yogyakarta terus menggandeng pelaku seni di Kota Yogya untuk berbagai kegiatan, salah satunya seperti acara rangkaian Wayang Jogja Night Carnival yang ke 5 yang di gelar, Senin malam (19/10/2020).

Rangkaian gelaran Wayang Jogja Night Carnival diharapkan mampu memeriahkan dan membangkitkan sektor pariwisata setempat pada acara puncak yang direncakan bakal berlangsung pada 21 Oktober mendatang secara daring.

Ada empat titik lokasi yang dipilih untuk menampilkan acara tersebut seperti kawasan Suroto Kotabaru dan Tugu Pal Putih, Plaza Pasar Ngasem dan Pojok Beteng Anom.

Untuk pedestrian Suroto Kotabaru menampilkan band Arrow yang membawakan lagu jangan salah menilai, seandainya aku punya sayap dan layang kangen. Sementara untuk area pojok beteng tanjung anom menampilkan band santika yang membawakan lagu Yogyakarta, anoman obong dan kebyar kebyar.

Untuk kawasan tugu menampilkan tarian solah buto dan Wadhana Ananggadipa, sementara di Plaza Pasar Ngasem menampilkan Tari Edan Edanan, Mentjoba, Guyub Nusontoro dan Neng Omah Wae.

Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi mengatakan, rangkaian acara tersebut diharapkan mampu mendongkrak sendi-sendi perekonomian khususnya di kalangan pelaku seni dan budaya di wilayah setempat.

Wawali menyebut, Kota Yogya yang berpredikat sebagai kota Budaya dengan segudang keunikannya harus bangkit dari masa-masa sulit sewaktu pandemi melanda dan mesti memulai upaya-upaya konkret guna menggerakkan kembali roda perekonomian.

“Kami berusaha menggandeng para seniman di Yogya untuk mau bangkit dan kembali berkarya di masa pandemi ini dengan tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan Covid-19,” katanya.

Ia pun mengungkapkan jika Pemerintah Kota Yogyakarta terus menggandeng masyarakat kota Yogya untuk membangun karakter dan atmosfer Kota Yogya yang lekat dengan seni dan budaya.

“Zaman sekarang kalau kita hendak menginternalisasi nilai, maka kebudayaannya harus diselaraskan dengan kondisi generasi muda saat ini. Merekakan dekat dengan teknologi, sehingga kita harus mendekatkan diri, untuk upaya mendekatkan budaya,” tandasnya.

Wawalipun mengapresiasi rentetan agenda HUT ke-264 Kota Yogyakarta yang tetap berlangsung meski secara daring. Dengan kemasan yang apik dan mumpuni, ia meyakini, seluruh acara HUT Kota Yogya bisa mendapat animo yang luas.

“Tidak ada alasan kita terpuruk. Kita buktikan kalau kita ini bisa, kita mampu, buktikan dengan karya. Sehingga, karya yang kita lahirkan di masa pandemi ini bisa jadi semacam penanda zaman,” tambahnya.

Heroe menyatakan berbagai upaya terus dilakukan oleh Pemerintah Kota Yogyakarta dalam menggairahkan kembali sejumlah sektor yang terdampak pandemi.

“Dengan demikian masa-masa sulit sewaktu pandemi ini bisa segera diupayakan untuk segera diakhiri dan masyarakat kembali bergerak membangun kebangkitan sektor lain dengan tetap mengacu pada protokol kesehatan Covid-19,” katanya.

Uji Akses Internet, Menkominfo: Manfaatkan untuk Belajar!

Suarapemerintah.idMenteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate melakukan uji coba konferensi video dan akses internet dengan santri Pondok Pesantren Al Falah Kalibawang,  Kapanewon Kapanewon Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Menteri Johnny mengucapkan selamat dan meminta digunakan untuk proses belajar agar menjadi bagian generasi masa depan bangsa.

“Selamat kepada para santri semoga jaringan internet dapat dimanfaatkan dengan baik untuk sekolah dan pendidikan,” ujarnya usai dari Balai Kelurahan Pagerharjo, Jumat (16/10/2020)

Menteri Kominfo juga menyemangati santri agar memikul tanggung jawab sebagai generasi masa depan bangsa.

“Jangan lupa untuk menjangkau ilmu setinggi-tingginya, masa depan bangsa ini ada di pundak anak-anak semua. Sekali lagi, selamat dan semoga bermanfaat,” harapnya.

Anggota Komisi VI DPR RI Subardi mendorong santri di pondok pesantren memanfaatkan dengan baik akses internet yang ada. “Untuk kepentingan pesantren, pribadi atau lingkungan semua. Bersyukur bahwa Pak Menteri (Kominfo) memberikan perhatian ke Pagerharjo dan sekarang sudah menjadi kota karena akses internet,” ungkapnya.

Direktur Utama BAKTI Kominfo Anang Latief mengingatkan agar akses internet dimanfaatkan untuk belajar dan aktivitas yang produktif.  “Jangan dipakai untuk main TikTok. Semoga sukses dalam belajar,” ujarnya.

Menteri Kominfo menyaksikan pemberian bantuan akses internet untuk Kelurahan Pagerharjo yang akan digunakan BUMDes; Lembaga Pendidikan Yayasan Pangudi Luhur di Gejlik, Kalibawang; serta Pondok Pesantren Al-Falah di Dusun Nyalian, Ngargosari. Bantuan diserahkan oleh Anggota Komisi VI DPR RI Subardi dan Direktur Utama BAKTI Kominfo Anang Latief.

Hadir dalam acara itu Bupati Kulon Progo Sutedjo,  Staf Ahli Menteri Kominfo bidang Hukum Henri Subiakto dan pejabat dari Pemprov DI Yogyakarta.

Nama Presiden Joko Widodo Jadi Nama Jalan di UAE

Suarapemerintah.id – Nama Presiden Joko Widodo (Jokowi) dijadikan nama sebuah jalan di Abu Dhabi. Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) memutuskan menyematkan nama Jokowi adalah sebagai bentuk penghormatan karena memajukan hubungan bilateral antara kedua belah pihak.

Upacara peresmian nama jalan Presiden Joko Widodo atau President Joko Widodo Street itu digelar pada Senin (19/10) pukul 16.45 waktu setempat, oleh Putra Mahkota UEA sekaligus Ketua Majelis Eksekutif Abu Dhabi, Sheikh Khalid bin Mohammed bin Zayed Al Nahyan.

Selain itu, Duta Besar RI untuk UEA dan Koordinator Fungsi Penerangan dan Sosial Budaya Kedutaan Besar RI di Abu Dhabi juga turut hadir dalam kegiatan tersebut sebagai undangan.

Hadir juga sejumlah pejabat setempat dari Kementerian Luar Negeri UEA dan Kotamadya Abu Dhabi.

Jalan Presiden Joko Widodo terletak di salah satu ruas jalan utama yang membelah ADNEC (Pusat Pameran Nasional Abu Dhabi) dengan Area Kedutaan, kawasan yang ditempati sejumlah Kantor Perwakilan Diplomatik.

Sebelumnya, nama jalan tersebut adalah Al Ma’arid Street yang memiliki arti pameran. Jalan itu menghubungkan jalan Rabdan dengan jalan Tunb Al Kubra.

Dubes RI untuk UEA, Husin Bagis, berharap penamaan jalan Presiden Joko Widodo di Abu Dhabi semakin memperkokoh dan meningkatkan hubungan bilateral RI dan UEA.

Husin juga menuturkan penamaan jalan Presiden Joko Widodo di Abu Dhabi menambah jumlah nama tokoh Indonesia yang ada di luar negeri

“Seperti Jalan Sukarno di Rabat, Maroko, Jalan Muhammad Hatta di Harleem, Belanda, Jalan Raden Adjeng Kartini di Amsterdam, dan Jalan Munir di Den Haag,” kata dia.

Melalui akun Instagram, Presiden Jokowi menyampaikan ucapan terima kasih atas keputusan pemerintah UEA.

Ini tentu sebentuk penghargaan dan kehormatan. Bukan untuk saya pribadi semata-mata, tetapi untuk Indonesia. Sebuah gambaran betapa eratnya hubungan di antara dua negara yang kini bekerja sama dalam berbagai bidang,” tulis Jokowi.

Di balik penamaan jalan itu, tersimpan harapan semoga hubungan kedua negara semakin kokoh, saling menguatkan, dan bermanfaat bagi rakyat Uni Emirat Arab dan Indonesia,” lanjut Jokowi.

Hadapi Infodemi Covid-19, Kominfo Gencarkan Literasi Digital

Suarapemerintah.idKementerian Komunikasi dan Informatika meningkatkan upaya literasi digital guna menghadapi penyebaran infodemi Covid-19 di kalangan masyarakat. Selain upaya pengendalian konten seusai dengan amanat Undang-Undang No 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Undang-Undang No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

 

Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO telah memunculkan istilah infodemi yang menggambarkan persebaran hoaks berkaitan dengan pandemi Covid-19.  Menurut Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo, Semuel Abrijani Pangerapan, infodemi itu telah menjadi masalah baru bagi dunia internasional, selain pandemi Covid-19 itu sendiri.

Upaya pengendalian yang dilakukan Kementerian Kominfo, menurut Dirjen Aptika bukan untuk membatasi kebebasan berekspresi masyarakat, namun ditujukan mencegah keresahan dan gangguan ketertiban umum

“Kami perlu melakukan pengaturan dan pengendalian bukan untuk membatasi kebebasan berekspresi atau kebebasan berpendapat, tapi karena situasi pandemi ini kita perlu meluruskan informasi-informasi yang salah agar tidak membuat keonaran atau membuat keresahan dan/atau mengganggu ketertiban umum,” tegas Dirjen Semuel dalam Konferensi Pers Virtual Strategi Kominfo Menangkal Hoaks Covid-19 dari Media Centeri KPCPEN Kantor Kementerian Kominfo, Jakarta, Senin (19/10/2020).

Dirjen Aptika menyatakan ada tiga bentuk infodemi yang beredar, yaitu: (1)  misinformasi atau penyebaran informasi yang tidak tepat akibat adanya ketidaktahuan akan informasi yang tepat; (2) disinformasi atau penyebaran informasi yang tidak tepat dan bersifat destruktif secara sengaja; dan (3) malinformasi atau penyebaran informasi faktual untuk merugikan pihak-pihak tertentu.

“Di tengah pandemi, ketiga jenis gangguan informasi mengakibatkan pemahaman masyarakat yang tidak lengkap tentang situasi dan prosedur medis yang tepat terkait virus Covid-19. 
 Hal ini kemudian menimbulkan stigmatisasi terhadap rumah sakit, tenaga medis dan penyintas COVID-19, hingga keengganan masyarakat untuk melakukan protokol kesehatan yang telah disarankan,” jelasnya.

Pemerintah terus berupaya meluruskan informasi-informasi yang salah berkaitan dengan pandemi. Hal itu dilakukan dengan menelusuri informasi hoaks dan menerima aduan dari masyarakat.

“Kami selalu melakukan verifikasi tidak jadi tidak serta merta Pemerintah langsung mengambil tindakan tanpa memverifikasi. Kita selalu melakukan langkah-langkah verifikasi berkas itu dilakukan dengan beberapa pihak,” jelas Dirjen Semuel.

Ragam Inisiatif Atasi Infodemi

Kementerian Kominfo telah melakukan beberapa inisiatif kunci yang telah terbukti efektif untuk mengurangi jumlah persebaran hoaks terkait Covid-19.  Menurut Dirjen Aptika, hingga hari ini telah diidentifikasi 2.020 konten hoaks yang beredar di media sosial.

“Dengan temuan jumlah kategori sebanyak 1.197 topik. Dari 2.020 hoaks tersebut, Kominfo  sudah melakukan  take-down sekitar 1.759 konten,” jelasnya.

Menurut Dirjen Semuel, dalam melawan derasnya arus infodemi, Kementerian Kominfo melakukan inisiatif berfokus pada yakni level hulu, tengah, dan hilir. 
Di level tengah dan hilir, Kementerian Kominfo lebih berfokus pada terbentuknya kerjasama yang komprehensif antaraktor yang krusial dalam penanganan persebaran hoaks di tengah pandemi.

“Kominfo telah bermitra dengan berbagai platform media sosial yang beroperasi di Indonesia untuk bersama-sama melakukan patroli siber terhadap konten-konten bermuatan hoaks,” tuturnya.

Di level hilir, menurut Dirjen Aptika jika informasi tersebut benar-benar meresahkan masyarakat maka aparat penegak hukum yang langsung menindak. “Kami juga memberikan kemudahan kepada instansi untuk melakukan klarifikasi supaya informasi tersebut tidak berdampak buruk bagi masyarakat,” tegasnya.

Dirjen Semuel menegaskan di tengah era demokrasi seperti saat ini, Pemerintah tidak mungkin menerapkan pendekatan tangan besi. Sehingga tidak lagi ada penutupan situs atau pemblokiran konten tanpa ada alasan yang jelas.

Ada tahapan-tahapan yang memang melanggar, apalagi kita akan mempunyai Permen baru di mana itu ada tahapannya lebih jelas dan sebelum melakukan pemblokiran itu ada tahapan pelaku dikenakan sanksi administratif untuk memuculkan efek jera,” jelasnya.

Pemerintah menurut Dirjen Aptika juga melibatkan masyarakat dalam menghadapi hoaks. Menurutnya, masyarakat juga diharapkan perlu mencari tahu. Sebab, di era digital saat ini siapa saja bisa mengakses informasi dari mana saja sehingga perlu melakukan klarifikasi, memeriksa fakta dan melihat siapa yang menyebarkan informasi atau pemberitaan tersebut.

“Peran masyarakat itu sangat penting, jadi perlu melihat judul-judul yang dibuat yang kadang-kadang provokatif dan mengundang emosi, ini perlu dipahami oleh masyarakat. Jadi kalau memang orangnya belum pernah punya kredensial, websitenya baru kemarin dibuat itu perlu dicurigai. Dilihat juga cek fotonya, kadang-kadang fotonya benar tapi captionnya itu juga yang menyesatkan. Jadi perlu masyarakat juga paham tentang hal-hal ini,” tuturnya.

Dirjen Semuel mgatakan bahwa ketika menemukan jenis-jenis infodemi di platform digital, masyarakat dapat melakukan aduan kepada Kementerian Kominfo dengan mengirimkan email ke aduankonten@kominfo.go.id.

Selain melaporkan melalui Kementerian Kominfo, masyarakat juga dapat melaporkan hoaks melalui berbagai kanal informasi yang tersedia seperti Media sosial Facebook, Twitter, Instagram hingga Google yang menyediakan fitur report atau feedback untuk melaporkan berita yang mengandung informasi negatif.

Gencarkan Literasi

Menurut Dirjen Semuel, situasi pandemi ini pemerintah perlu meluruskan informasi-informasi yang salah agar tidak membuat keresahan di masyarakat, apalagi yang dapat mengganggu ketertiban umum.

“Contoh dampak infodemi timbulnya pemahaman masyarakat yang tidak lengkap tentang situasi dan prosedur medis yang tepat terkait dengan Covid-19. Stigmatisasi terhadap rumah sakit, tenaga medis dan proses-proses yang sudah dibakukan ini yang menjadi berbahaya bagi masyarakat kalau masyarakat akhirnya membuat stigma,” ujarnya.

Selama masa pandemi, Dirjen Aptika menegakan Kementerian Kominfo melakukan penanganan hoaks dengan pendekatan literasi untuk membantu masyarakat mengidentifikasi informasi hoaks yang beredar. Selain Kementerian Kominfo juga melibatkan pemangku kepentingan dalam meningkatan literasi kepada masyarakat.

“Kalau penanganan pandemi kita mengutamakan literasi, jadi kita mengutamakan supaya masyarakat paham dan masyarakat lah yang bisa menanganin hoaks-hoaks yang beredar, jadi kita melakukan literasi dari berbagai pihak,” jelasnya.

Menurut Dirjen Aptika, KementerianKominfo juga sudah berkolaborasi dengan 108 organisasi baik pemerintahan masyarakat organisasi masyarakat perguruan tinggi dan juga sektor swasta untuk melakukan literasi digital.

“Kita menghadirkan beberapa inisiatif berdasarkan literasi digital, karena literasi digital merupakan kunci penting dalam upaya kita bersama untuk melawan infodemi dan segala jenis risiko kejahatan yang ada di ruang digital,” tandasnya.

Inisiatif ini dikoordinasi oleh GNLD Siberkreasi yang merupakan sebuah gerakan kolaboratif antara 108 komunitas, akademisi, dan institusi yang berfokus pada peningkatan literasi digital masyarakat.

“Program-program pelatihan seperti tips identifikasi hoaks hingga kewirausahaan digital di tengah pandemi telah disediakan oleh Siberkreasi, dan dapat diikuti oleh seluruh masyarakat secara gratis,” ungkapnya.

Bertemu Forum Mahasiswa Aceh, Menag: Jangan Salah Mengambil Visi

Suarapemerintah.idMenteri Agama Fachrul Razi menerima perwakilan Forum Mahasiswa Aceh (FMA) di Kantor Kementerian Agama, Jalan Lapangan Banteng Barat No. 3-4, Jakarta. Dalam kesempatan tersebut, Koordinator FMA Badrudin mengundang Menag untuk menghadiri giat yang akan diselenggarakan pada Desember 2020.

“Kami berharap Bapak Menag dapat hadir dalam pertemuan di bulan Desember 2020 nanti,” ujar Badrudin, Senin (19/10).

Dalam kesempatan tersebut, Menag mengapresiasi kepedulian mahasiswa terhadap permasalahan kebangsaan yang ada saat ini. Namun, Menag mengingatkan agar forum mahasiswa  aceh harus selalu mencari sumber referensi akurat dan terpercaya sehingga dapat menentukan visi pergerakan dengan tepat.

“Saya amat mengapresiasi kepedulian rekan-rekan mahasiswa. Karena kalau bukan kita yang peduli terhadap kondisi bangsa kita, maka siapa lagi. Namun, saya mengingatkan agar tetap berhati-hati jangan sampai salah mengambil visi,” kata Menag.

Menag juga menuturkan, satu hal yang perlu diingat mahasiswa dalam menyampaikan aspirasi dan kepeduliannya jangan sampai bersikap merusak. “Kalau merusak atau destruktif, apa pun alasannya, tidak bisa dibenarkan,” tegas Menag.

Untuk itu Menag mengingatkan pentingnya memiliki sumber referensi yang benar dan tepat sebelum menyampaikan aspirasi atau pendapat. “Jika belum memiliki sumber referensi yang tepat, lebih baik jangan komentar dulu. Silakan komen bila nanti sudah mendapat informasi lengkap yang utuh,” pesan Menag.

Hadir mendampingi Menag, Staf Khusus Kevin Haikal, Direktur Pendidikan Tinggi Kegamaan Islam (Diktis) Suyitno, dan Sesmen Khoirul Huda. Dalam kesempatan tersebut, Direktur Diktis menyampaikan bahwa Kemenag pun memiliki perhatian besar terhadap gerakan mahasiswa.

“Ke depan, kami juga tengah menyiapkan program bagi pimpinan DEMA (Dewan Mahasiswa) di PTKI. Program ini semacam Diklatpim tingkat nasional. Rencananya program ini disusun dalam 100 jpl, dengan menghadirkan narasumber mulai dari pejabat tinggi negara hingga aktivis-aktivis mahasiswa,” tutur Suyitno.

“Semoga akhir tahun ini program tersebut dapat dilaksanakan, sehingga mahasiswa memiliki pengetahuan dan referensi yang tepat dalam pergerakannya,” ujar Suyitno yang disetujui Menag Fachrul Razi.