SuaraPemerintah.ID – Menteri Luar Negeri Republik Indonesia (Menlu RI), Retno Marsudi, telah mengajukan permohonan kepada Amerika Serikat untuk membantu meredakan konflik yang memuncak antara Iran dan Israel. Konflik ini mencuat setelah Iran membalas serangan dari Tel Aviv terhadap kantor konsulatnya di Damaskus, Suriah, awal April lalu.
Dalam upaya untuk mengurangi eskalasi ketegangan di kawasan Timur Tengah, Retno Marsudi menyatakan bahwa dia telah menghubungi sejumlah mitra diplomatik, termasuk Wakil Menteri Luar Negeri AS, Kurt M. Campbell, pada hari Selasa.
Retno menekankan pentingnya peran Amerika Serikat dalam menggunakan pengaruhnya untuk mengurangi konflik di kawasan tersebut.
“Kita tahu Amerika Serikat punya peran yang sangat besar untuk dapat menggunakan pengaruhnya agar deeskalasi terjadi,” katanya usai mengikuti rapat tertutup merespons konflik Iran-Israel, di Istana Kepresidenan, Jakarta yang dilansir dari ANTARA, Selasa.
Karena itu, Retno mendesak Campbell untuk menggunakan “pengaruh besar AS” dalam meredakan konflik di Timur Tengah agar tidak semakin meluas dampaknya.
Diketahui bahwa serangan yang dilancarkan oleh Israel terhadap kantor konsulat Iran di Damaskus pada tanggal 1 April telah menewaskan sedikitnya 13 orang, termasuk tujuh penasihat militer Iran.
Amerika Serikat, sebagai sekutu Israel, telah menegaskan komitmennya terhadap keamanan Israel dan mendesak agar konflik tersebut tidak meluas.
Sebelumnya pada Senin (15/4), Menlu Retno telah menelepon Menlu Iran Hossein Amir-Abdollahian, yang disebutnya memiliki hubungan baik dengan Indonesia.
Dalam pembicaraan yang berlangsung sekitar 50 menit, ia menegaskan bahwa eskalasi tidak akan membawa manfaat bagi siapa pun.
Dia pun telah berdiskusi dengan sejumlah pihak yang dianggap memiliki pengaruh, baik terhadap keputusan Iran maupun Israel, seperti Arab Saudi, Yordania, Mesir, Uni Emirat Arab, Turki, Belanda, dan Jerman.
“Jadi upaya diplomatik terus kita jalankan agar deeskalasi terjadi,” tutur Retno.
Namun, dalam upaya Indonesia menengahi kedua pihak yang berkonflik, Retno menegaskan bahwa RI tidak berencana menormalisasi hubungan dengan Israel.
Pemberitaan terkait pembukaan hubungan diplomatik antara Indonesia dan Israel seringkali muncul di tengah isu-isu Timur Tengah, termasuk ketika Indonesia menegaskan komitmennya mendukung perjuangan Palestina.
“Oh enggak (ada rencana normalisasi). Dari waktu ke waktu selalu ada pihak-pihak yang mengatakan sudah waktunya Indonesia melakukan normalisasi (hubungan dengan Israel), tetapi sejauh ini posisi kita tetap no (tidak),” kata Retno menegaskan.
Cek Artikel dan Berita yang lainnya di Google News


.webp)















