Beranda blog Halaman 4638

Peruri Luncurkan Peruri Digital Business Solution, Buat Anda Produktif Di Mana Saja

Suarapemerintah.id -Sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang terpercaya, Peruri mendukung penuh percepatan transformasi digital dengan meningkatkan layanannya dan mengembangkan produk digital melalui Peruri Digital Business Solution.

Salah satu layanan tersebut adalah Peruri Sign, yaitu tanda tangan digital sebagai penjamin dokumen elektronik Anda. Peruri Sign menjaga kerahasiaan data, melindungi integritas isi dokumen, menjamin keaslian data hingga jaminan nirsangkal dari suatu dokumen elektronik Anda.

Seluruh tanda tangan digital Anda terdiri dari informasi elektronik yang dilekatkan, terasosiasi atau terkait dengan informasi elektronik lainnya digunakan sebagai alat verifikasi dan autentikasi.

Diharapkan melalui proses verifikasi dan autentikasi melalui Peruri Sign, dokumen elektronik Anda terjamin keasliannya dan kegiatan bisnis Anda dapat berjalan dengan lancar serta produktivitas kinerja karyawan semakin efektif dan efisien.

Dalam diskusi virtual pada beberapa waktu yang lalu, Koordinator Tata Kelola Sertifikasi Elektronik, Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kemenkominfo, Martha Simbolon, menghimbau agar masyarakat mulai menggunakan tanda tangan elektronik (digital signature) untuk mengurangi kecurangan pada transaksi e-commerce.

Tingkat kecurangan mencapai angka 35%, di mana 26% di antaranya merupakan korban online financial fraud (kecurangan transaksi daring).” ujar Martha.

Penggunaan sebuah sistem identitas elektronik yang menjadi pengenal resmi dan comply dengan hukum yang berlaku sudah menjadi kebutuhan mendesak saat ini.

Tanda tangan basah tidak dapat memberikan kekuatan hukum pada dokumen elektronik, digital signature adalah substitusi tanda tangan basah dalam sistem elektronik yang memiliki kekuatan hukum dan akibat hukum yang sah.” tambah Martha.

Perlu diketahui bahwa Peruri merupakan BUMN satu-satunya yang memiliki kewenangan untuk mencetak uang Rupiah (the highest secured product) sejak 1971. Kepercayaan tersebut merupakan cerminan bahwa Peruri memiliki historical value sebagai penjamin keaslian high security product.

Melalui pengalaman hampir setengah abad sebagai authenticity guarantor dan penugasan dari pemerintah, dapat dipastikan bahwa Peruri merupakan instansi paling tepat untuk menjamin segala bentuk dokumen baik, printing/konvensional maupun digital yang membutuhkan high security features.

Demi menjaga keamanan dokumen elektronik Anda, terutama dokumen yang membutuhkan tanda tangan digital, Anda harus mempercayakan kepada instansi/lembaga yang tepat, terpercaya serta berpengalaman di bidangnya dan instansi tersebut harus memiliki sertifikasi untuk merilis/menerbitkan sistem keamanan dokumen elektronik.

Dalam hal ini instansi tersebut harus terdaftar/tersertifikasi sebagai Penyelenggara Sertifikasi Elektronik (PSrE) di bawah naungan Kementerian Komunikasi & Informatika Republik Indonesia (Kominfo RI).

Sesuai dengan Peraturan Menteri Kominfo RI nomor 11 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Sertifikasi Elektronik, menjelaskan bahwa PSrE merupakan badan hukum yang berfungsi sebagai pihak yang layak dipercaya untuk memberikan dan mengaudit sertifikat elektronik.

Beberapa instansi, baik dari Lembaga/Badan Negara, BUMN maupun private company telah dipercaya sebagai PSrE, salah satunya adalah Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri).

Tumbuhkan Industri Kreatif Berkelanjutan, Kemenperin Gelar Creative Fest 2020

Tumbuhkan Industri Kreatif Berkelanjutan, Kemenperin Gelar Creative Fest 2020

Suarapemerintah.id – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) secara konsisten mendorong pengembangan industri kreatif di tanah air. Sebab, selama ini menjadi salah satu sektor yang memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian nasional.

Wujud nyata yang direalisasikan oleh Kemenperin guna mencapai sasaran tersebut, antara lain yakni melalui penyelenggaraan Creative Fest oleh Bali Creative Industry Center (BCIC). Tahun ini, digelar secara online pada 3-5 Desember 2020, karena adanya pandemi Covid-19.

Tema Creative Fest 2020 adalah The Challenge for Uncertainty Era. Melalui tema ini, kami ingin mengajak ekosistem industri kreatif di Indonesia agar turut berkontribusi dalam menghadapi tantangan saat ini,” kata Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Gati Wibawaningsihdi Jakarta, Sabtu (5/12).

Rangkaian kegiatan Creative Fest 2020 di antaranya adalah Awarding IFCA 2020, Graduation Creative Business Incubator 2020, Creative Talkshow, Creative Workshop dan Pameran Produk Online melalui platform Tokopedia.

Program yang dihelat Kemenperin ini merupakan penutup dari seluruh rangkaian acara yang telah dilaksanakan oleh BCIC sepanjang tahun 2020.

Pada tahun ini, BCIC melaksanakan berbagai program, meliputi webinar dengan tema Strategi Bertahan terhadap Krisis pada April-Mei 2020. Selanjutnya, webinar tentang Strategi Menghadapi New Normal pada Juni 2020.

Selain itu, dilaksanakan berbagai webinar dalam rangka sosialisasi Program Creative Business Incubator 2020 pada bulan Juli sampai Agustus 2020,” sebut Gati.

Program Creative Business Incubator dilaksanakan melalui Program Camp dan Coaching. Pada akhir acara, sebanyak 30 peserta terbaik akan melakukan presentasi dihadapan Investor dan Stakeholders Pengembangan Bisnis Kreatif.

Program Kemenperin lain adalah kompetisi IFCA 2020 yang bertujuan untuk mencari desainer muda berbakat yang peka terhadap tantangan era baru dalam menjaga keberlanjutan sektor kriya dan fesyen. Kompetisi ini memperebutkan total hadiah sebesar Rp130 juta.

Selain itu, para pemenang meraih kesempatan untuk mendapatkan pembinaan lebih lanjut melalui Creative Business Incubator dan Business Matching.

Rangkaian acara Creative Fest tahun ini dimulai pada 3 Desember 2020 melalui workshop strategi bisnis kreatif dengan menghadirkan berbagai pembicara dari Universitas Prasetiya Mulya. “Acara dimulai pukul 11.00 – 15.00 WIB yang disiarkan secara live streaming dan bisa diakses melalui platform vidio.com dan Youtube Kementerian Perindustrian RI,” ungkap Gati.

Berikutnya, pada 4 Desember 2020 telah dilaksanakan malam penganugerahan IFCA 2020 dan Kelulusan Creative Business Incubator 2020. Dalam acara tersebut, diumumkan pemenang kompetisi IFCA yang diberikan kepada enam desainer terbaik, meliputi tiga desainer terbaik bidang kriya dan tiga desainer terbaik bidang fesyen.

Selain itu, Kemenperin menyerahkan piagam penghargaan kepada tiga lulusan terbaik Creative Business Incubator sesi Camp dan dua lulusan terbaik Creative Business Incubator sesi Coaching.

Tidak hanya itu saja, sobat muda kreatif juga bisa mengikuti rangkaian acara Creative Workshop dan Creative Talkshow pada tanggal 6 Desember 2020 mulai pukul 11.00 – selesai yang bisa diakses melalui platform vidio.com dan Youtube Kementerian Perindustrian RI,” papar Gati.

Acara tersebut menghadirkan berbagai pembicara mulai dari pelaku industri kreatif hingga Pengampu Kebijakan Industri kreatif. “Di antaranya Brodo, Sweda, Bappenas, Kemenperin, Alvin-T, MM-Sustainability Trisakti, dan sederet pembicara menarik lainnya yang dapat menambah wawasan bagi generasi muda pelaku industri kreatif,” imbuhnya.

Bahkan, Gati menegaskan, masyarakat juga bisa mendukung perkembangan industri kreatif tanah air dengan membeli produk tenant BCIC yang dipamerkan melalui platform Tokopedia dalam halaman Bangga Buatan Indonesia.

Dengan membeli produk buatan dalam negeri diharapkan kita akan mampu menggeser dominasi produk impor yang pada akhirnya akan mempercepat upaya pemulihan ekonomi nasional,” pungkasnya. (Actively Share)

Kemendikbud Berikan Anugerah Kihajar kepada 75 Peserta Didik dan 40 Tenaga Pendidik

Kemendikbud Berikan Anugerah Kihajar kepada 75 Peserta Didik dan 40 Tenaga Pendidik

Suarapemerintah.id – Sejak tahun 2006, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) secara rutin memberikan penghargaan kepada siswa, guru, pemerintah melalui Anugerah Kita Harus Belajar (Kihajar). Tahun ini, Anugerah Kihajar diberikan kepada 75 peserta didik dari jenjang SD, SMP, SMA, dan SMK, serta 40 tenaga pendidik yang dijadikan Duta Rumah Belajar tahun 2020.

Selamat kepada para pemenang dari seluruh kategori serta yang akan menjadi Duta Rumah Belajar di 34 provinsi. Saya berharap Bapak dan Ibu menjadi role model bagi pendidik lain untuk dapat menghadirkan inovasi dan mendorong peningkatan kualitas pembelajaran,” kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim pada Malam Anugerah Kihajar 2020 secara virtual di Jakarta, pada Jumat (4/12/2020).

Mendikbud mengatakan, pemanfaatan teknologi dalam pendidikan merupakan keniscayaan untuk menjawab berbagai tantangan sektor pendidikan yang memiliki skala dan keberagaman yang luar biasa.

Teknologi menjadi alat bantu untuk memperluas akses serta membantu mempermudah berbagai proses administrasi yang selama ini membelenggu upaya-upaya inovasi,” ujarnya.

Di samping itu, teknologi juga bisa dimanfaatkan untuk memberi dukungan peningkatan kualitas pembelajaran dan membantu guru-guru menjadi pendidik yang lebih baik untuk para peserta didik. ”Saya melihat antusiasme dari berbagai pihak dalam mengimplementasikan teknologi informasi untuk pembelajaran. Ini mencerminkan semangat Merdeka Belajar yang sejati,” tutur Mendikbud.

Kepada para peserta didik, Mendikbud berpesan agar jangan mudah puas dengan prestasi yang telah diraih saat ini.

Di tangan kalian tongkat estafet kepemimpinan bangsa akan diserahkan. Jangan mudah puas dengan prestasi yang ada. Terus kembangkan potensi diri dan asah kemampuan berpikir kritis, kreatif, mandiri, bergotong royong dan berkolaborasi. Selalu ingat banyak tanya, banyak coba, banyak karya,” ucap Mendikbud.

Senada dengan itu, Sekretaris Jenderal Kemendikbud Ainun Na’im juga turut mengapresiasi para peserta didik dan para tenaga pendidik dengan semangatnya yang tinggi telah mengikuti Kihajar 2020.

Kami di Kemendikbud percaya bahwa antusiasme ini tidak hanya di acara Kihajar saja, tapi juga di dalam keseharian melaksanakan belajar mengajar. Bapak dan Ibu guru mendidik anak-anak kita sangat antusias termasuk dalam pengembangan diri menguasai teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk meningkatkan kualitas layanan guru,” ujar Ainun Na’im.

Pada kesempatan ini, Kihajar 2020 juga menganugerahkan penghargaan kepada Almarhum Hendriyawan Widiyatmoko.

Hendriyawan adalah salah satu putra terbaik Pusdatin, Kemendikbud yang berkontribusi besar dalam pengembangan portal Rumah Belajar yang saat ini dimanfaatkan oleh seluruh pelajar di Indonesia, khususnya di tengah pandemi Covid-19.

Terima kasih atas penghargaan yang diberikan kepada suami saya. Mas Hendri merupakan sosok yang memang bisa kita contoh karena dari Mas Hendri kita bisa belajar bagaimana cara untuk menekuni sesuatu harus dari dasarnya, harus dari bagian terkecil lebih dahulu. Insya allah kesukesan akan menyertai. Mas Hendri memang sudah tidak ada di pelupuk mata kami, namun rasa cintanya, rasa sayangnya dan semangatnya akan terus ada di hati kami,” ujar istri Almarhum Hendri, Edina Ayuningtyas.

Presiden Jokowi :1,2 Juta Vaksin Sinovac Sudah Tiba di Indonesia

Presiden Jokowi :1,2 Juta Vaksin Sinovac Sudah Tiba di Indonesia

Suarapemerintah.id – Presiden Joko Widodo  (Jokowi) menyebutkan vaksin virus corona (Covid-19) telah tiba di Indonesia. Vaksin Covid-19 yang tiba di Indonesia adalah vaksin buatan Sinovac, sebanyak 1, 2 juta vaksin.

Saya ingin menyampaikan satu kabar baik bahwa hari ini pemerintah sudah menerima 1,2 juta vaksin Covid-19. Vaksin ini buatan Sinovac, yang kita uji klinis di Bandung sejak Agustus 2020,” kata Jokowi dalam keterangan pers, Minggu (6/12).

Jokowi menambahkan pemerintah saat ini juga masih mengupayakan mendatangkan 1,8 juta dosis vaksin. Diperkirakan vaksin tersebut akan tiba Januari 2021.

Kita sangat bersyukur, alhamdulillah vaksin sudah tersedia, artinya kita bisa mencegah meluasnya wabah Covid-19,” ujar Jokowi.

Meski demikian Jokowi mengingatkan vaksin tak bisa langsung digunakan. Vaksin harus lebih dulu melewati tahapan-tahapan di BPOM untuk menjamin keselamatan dan kesehatan masyarakat.

Pesawat Garuda Indonesia jenis Boeing 777-300ER yang membawa vaksin corona telah tiba di Bandara Soekarno Hatta sekitar pukul 21.20 WIB.

Kedatangan pesawat tersebut disiarkan secara langsung dalam akun YouTube Sekretariat Presiden. Rencananya, Presiden Joko Widodo akan memberikan keterangan resmi usah pesawat mendarat.

Seperti yang diketahui, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menerbitkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/ Menkes/ 9860/ 2020 tentang Penetapan Jenis Vaksin Untuk Pelaksanaan Vaksinasi Corona Virus Disesase 2019 (Covid-19).

Keputusan Menkes itu menetapkan enam jenis vaksin Covid-19 yang dapat digunakan dalam proses vaksinasi di Indonesia.

Keenam vaksin tersebut diproduksi oleh Bio Farma, Astra Zeneca, China National Pharmaceutical Grup Corporation (Sinopharm), Moderna, Pfizer Inc and BioNtech, dan Sinovac Biotech.

Menetapkan jenis vaksin Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) yang diproduksi oleh PT Bio Farma (Persero), AstraZeneca, China National Pharmaceutical Group Corporation (Sinopharm), Moderna, Pfizer Inc and BioNTech, dan Sinovac Biotech Ltd, sebagai jenis vaksin COVID-19 yang dapat digunakan untuk pelaksanaan vaksinasi di Indonesia,” tulis keputusan tersebut.

Keenam vaksin tersebut baru bisa digunakan ketika mendapatkan Izin Edar atau persetujuan penggunaan pada masa darurat (emergency use athorization/ EUA) dari badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Vital Voice Festival 2020, Transformasi Museum Untuk Peradaban Digital

Vital Voice Festival 2020, Transformasi Museum Untuk Peradaban Digital

Suarapemerintah.id – Direktur Keuangan, MSDM, dan Umum Perum LKBN Antara Nina Kurnia Dewi menjadi pembicara dalam talkshow “Vital Voice Festival 2020: Perempuan Pekerja dalam Industri Kreatif dan Film” yang diselenggarakan Perum PFN pada Minggu (6/12).

Talkshow Vital Voice Festival  ini mengambil tema utama yakni “Harta Karun yang Terlupakan di Museum Indonesia”. Berkaitan dengan tema tersebut, Nina berbicara lebih lanjut mengenai Transformasi Museum untuk Peradaban Digital.

Nina menjelaskan, adanya pandemi menuntut adaptasi cepat untuk peradaban digital bagi masyarakat dunia, termasuk yang berkaitan dengan museum. Hal ini membuat semua lini museum perlu segera bergerak untuk mengikuti perubahan-perubahan yang ada.

Nina memberi contoh bagaimana ANTARA bergerak cepat untuk menyesuaikan kondisi ini. Ia mencontohkan bagaimana pameran yang diselenggarakan di Galeri Foto Jurnalistik Antara, Pasar Baru, Jakarta kini dapat dikunjungi secara virtual. “Ini adalah transformasi yang dilakukan museum kami,” terang Nina.

Menurut Nina, transformasi museum ditandai dengan perubahan peran museum di masa mendatang. Museum tidak hanya berperan menjadi arsip dan melestarikan aset berharga tetapi juga sebagai wisata edukasi dan “a living classroom” bagi generasi muda.

Selain itu, museum dapat menjadi big data sejarah dengan mengkolaborasikan secara digital kekuatan dan koleksi museum di seluruh Indonesia. “Jadi, kita tidak lagi terpaku pada museum sebagai sekadar ‘gedung’ saja,” ujarnya.

Di akhir pembicaraannya, Nina pun mengajak seluruh masyarakat untuk kembali ke “rumah kita” yakni museum, tempat dimana berbagai sejarah peristiwa tersimpan sebagai bagian dari peradaban masyarakat di masa mendatang.

KWT Code Hijau Asri Bersinergi Tingkatkan Pangan Masyarakat Yogya

KWT Code Hijau Asri Bersinergi

Suarapemerintah.id – Pandemi Covid-19 tidak bisa menghentikan semangat dan kreativitas warga. Hal ini sebagaimana dilakukan oleh warga Kampung Surokarsan RW 4 Kelurahan Wirogunan, Kecamatan Mergangsan. Dengan semangat gotong royong mereka merintis Relawan Hijau untuk meningkatkan ketahanan pangan mandiri masyarakat.

Pada Sabtu (5/12) warga Kampung Surokarsan melakukan panen raya dari hasil budidaya berbagai macam sayuran dan juga lele cendol. Panen raya secara simbolis dilakukan oleh Wakil Walikota Yogya, Heroe Poerwadi, dengan memetik beberapa sayuran seperti tomat, sawi dan selada. Wawali juga berkesempatan melihat budidaya lele cendol yang dikembangkan warga.

Wawali Heroe Poerwadi, dalam sambutannya berharap relawan hijau yang ada di Kampung Surokarsan bisa bersinergi, bekerjasama dengan berbagai pihak, misalnya dengan e-warung. Selain itu sinergi dengan kampung-kampung sekitar juga perlu dilakukan, misalnya dengan RW 07 Surokarsan yang saat ini sedang mengembangkan budiaya ikan cupang, alpukat dan membuat kampung wisata yang diberi nama Suro Amerta.

Wawali menambahkan, bahwa sinergi bertujuan agar relawan hijau tidak hanya sekadar menjadi program di saat pandemi Covid-19, tetapi juga bisa berkelanjutan. Sinergi dengan berbagai pihak akan memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan di suatu rumah.

“Program kampung sayur ini memang program yang kita peruntukkan untuk kelurahan-kelurahan dan saya harapkan setiap tahunnya di Yogya terbentuk kampung sayur. Makanya mulai saat ini kita harus bergandengan, setelah kita bergandengan maka bisa disambungkan dengan gendong atau saling menggendong sehingga bisa menjadi kekuatan baru,” katanya.

Ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) Code Hijau Asri, Supriyatun, menjelaskan KWT ini berdiri 27 September 2020 sebagai tindak lanjut dari pelatihan lorong sayur. Saat ini KWT Code Hijau Asri memiliki anggota 28 orang yang berasal dari ibu-ibu RT 12 hingga RT 15 di wilayah RW 04.

“Meskipun KWT ini tergolong baru, namun kebersamaan antar warga anggota sangat baik. Hal ini tentu karena dukungan dari Dinas Pertanian dan juga  Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Pokja III Kota Yogyakarta,” katanya.

Lebih lanjut, Supriyatun menuturkan saat ini ada lebih dari 20 jenis sayuran yang dibudidayakan, antara lain gambas, terong, sawi, cabe, seledri serta juga budidaya lele dan nila. KWT Code Hijau Asri ini pada dasarnya dibentuk sebagai upaya pelibatan kaum perempuan di RW 04 dalam memperkuat ketahanan pangan keluarga.

Sempat Tertunda, Kemenag Segera Input Aplikasi e-Formasi Calon PPPK

Sempat Tertunda, Kemenag Segera Input Aplikasi e-Formasi Calon PPPK

Suarapemerintah.id – Usulan Kementerian Agama terkait kebutuhan jabatan PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) mendapat respon positif dari Kemenpan dan RB. Hal tersebut tertuang dalam Surat Sekretaris Menpan dan RB tertanggal 27 November 2020 yang ditujukan kepada Menteri Agama, c.q Sekjen Kementerian Agama.

“Alhamdulillah, usulan kita terkait 9.495 pelamar PPPK direspon baik oleh Kemenpan dan RB,” tegas Sekjen Kemenag Nizar, di Jakarta, Minggu (06/11).

Menurutnya, 9.495 PPPK yang diusulkan adalah mereka yang dinilai telah memenuhi syarat administrasi melalui SSCN-PPPK BKN pada tahun 2019. Mereka berasal dari tenaga pendidik (guru dan dosen) Eks Tenaga Honorer Kategori II.

Setelah lulus administrasi, seleksi kompetensi mereka seharusnya dilaksanakan pada 19 Februari 2019, namun sempat tertunda. Mereka lalu diusulkan kembali ke Kemenpan dan RB melalui surat Menag pada 12 Oktober 2020.

“Seiring terbitnya surat jawaban Kemenpan dan RB, Kemenag akan segera melakukan input data melalui aplikasi e-formasi,” jelas Sekjen.

Kepala Biro Kepegawaian Setjen Kemenag Saefuddin menambahkan, 9.495 calon PPPK ini tersebar di 31 Satuan Kerja (Satker), terdiri atas 28 Kanwil Kemenag Provinsi dan tiga Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). Sesuai surat Kemenpan dan RB, input data ke e-Formasi  harus segera dilakukan satker, paling lambat dilakukan pada 11 Desember 2020.

“Waktunya tidak banyak. Satker harus segera input data calon PPPK yang telah lulus seleksi administrasi 2019 ini ke e-Formasi,” jelasnya.

Input data diperlukan, kata Saefuddin, sebagai bahan Kemenpan dan RB untuk menetapkan kebutuhan. “Setelah ada penetapan kebutuhan,  tahapan selanjutnya adalah seleksi kompetensi,” jelas Saefuddin.

Sesuai Peraturan Pemerintah No 49 tahun 2018 dan PermenpanRB No 2 tahun 2019, lanjut Saefuddin, setelah dilakukan seleksi kompetensi, tahapan selanjutnya adalah pengumuman kelulusan dan proses pemberkasan untuk pengangkatan

“Untuk pelaksanaan seleksi kompetensi, kami masih menunggu arahan selanjutnya dari Kemenpan dan RB,” tandasnya.

Berikut daftar satuan kerja 9.495 calon PPPK:

  1. Kanwil Kemenag Provinsi Aceh,
  2. Kanwil Kemenag Provinsi Bali,
  3. Kanwil Kemenag Provinsi Bangka Belitung,
  4. Kanwil Kemenag Provinsi Banten,
  5. Kanwil Kemenag Provinsi Bengkulu,
  6. Kanwil Kemenag Provinsi DI Yogyakarta,
  7. Kanwil Kemenag Provinsi DKI Jakarta,
  8. Kanwil Kemenag Provinsi Jambi,
  9. Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Barat,
  10. Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah,
  11.  Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur,
  12. Kanwil Kemenag Provinsi Kalimantan Barat,
  13. Kanwil Kemenag Provinsi Kalimantan Selatan,
  14. Kanwil Kemenag Provinsi Kalimantan Tengah,
  15. Kanwil Kemenag Provinsi Kalimantan Timur,
  16. Kanwil Kemenag Provinsi Kep Riau,
  17. Kanwil Kemenag Provinsi Lampung,
  18. Kanwil Kemenag Provinsi Maluku,
  19. Kanwil Kemenag Provinsi Maluku Utara,
  20. Kanwil Kemenag Provinsi Riau,
  21. Kanwil Kemenag Provinsi Sulawesi Barat,
  22. Kanwil Kemenag Provinsi Sulawesi Selatan,
  23. Kanwil Kemenag Provinsi Sulawesi Tengah,
  24. Kanwil Kemenag Provinsi Sulawesi Tenggara,
  25. Kanwil Kemenag Provinsi Sulawesi Utara,
  26. Kanwil Kemenag Provinsi Sumatera Barat,
  27. Kanwil Kemenag Provinsi Sumatera Selatan,
  28. Kanwil Kemenag Provinsi Sumatera Utara
  29. UIN Alauddin Makassar,
  30. UIN Raden Fatah Palembang, dan
  31. UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Ini Lima Upaya Kemenag Akselerasi Peningkatan Kapasitas PTKIN

Ini Lima Upaya Kemenag Akselerasi Peningkatan Kapasitas PTKIN

Suarapemerintah.idKementerian Agama akan mengakselerasi peningkatan kapasitas Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). Akselerasi ini akan dilakukan secara berkelanjutan mulai tahun 2021.

Dirjen Pendidikan Islam (Pendis), Muhammad Ali Ramdhani mengatakan, ada lima upaya peningkatan kualitas PTKIN yang akan dilakukan. Kelimanya, terangkum dalam RAISE University.

“Secara prinsip, apa yang kita canangkan sesungguhnya sudah melampaui ekspektasi kita dan ketika membangun pilar-pilar penting dalam penyelenggaraan pendidikan perlu dilakukan peningkatan kapasitas berkelanjutan sebuah institusi melalui model RAISE University,” ungkap Ali Ramdhani dalam Rapat Koordinasi PMU-PIU Project Four in One The Islamic Development Bank UIN Mataram 2020 di Mataram, Lombok, Sabtu (5/12).

Menurut pria yang akrab disapa Dhani ini,  RAISE merupakan akronim dari Responsibility, Accountability, Integritas, Sustainability, dan Empower. “RAISE secara terminologi adalah sebuah keinginan besar jajarannya agar institusi dapat tumbuh berkembang berkelanjutan,” terangnya.

Pertama, penguatan responsibility. Apapun yang dilakukan hari ini harus dipertanggungjawabkan dengan baik dan harus dituangkan dalam bentuk formal sebagai laporan. Tanggung jawab adalah muara dari sebuah kepercayaan dan kehidupan ini amat bergantung dengan sebuah kepercayaan. Maka, wujud nyata dari tanggung jawab adalah kepercayaan.

“Dan tanggung jawab ini bukan hanya bersifat duniawi, namun juga tanggung jawab yang bersifat transendental,” imbuh Dhani.

Kedua, peningkatan accountability. Yaitu, mekanisme laporan yang memenuhi kaidah-kaidah yang dapat dipahami orang lain. Dalam ruang accountability, kebaikan jika tidak dibingkai dengan administrasi yang baik, bisa dipandang sebagai kejahatan. Sebaliknya, kejahatan apabila dibingkai dengan pola administrasi yang baik, bisa jadi dipandang sebagai sebuah kebaikan.

“Kinerja dan kebaikan yang kita lakukan harus didukung tata administrasi yang baik sehingga akuntabel,” jelasnya.

Ketiga, peneguhan integritas. Akuntabilitas harus beriringan dengan integritas. Kejujuran harus jadi mainstream dengan apapun yang dilakukan. “Tanggung jawab harus diberikan ruang-ruang accountability dan dikawal oleh orang-orang yang berintegritas,” pesannya.

Keempat, kepastian sustainability. Kalau hari ini, ruang-ruang yang sifatnya fisikal sudah diselesaikan, maka sesuatu yang intangible akan hadir melengkapi kebutuhan business process dalam meneguhkan tridharma perguruan tinggi.

“Pekerjaan kita belum selesai, masih banyak hal yang perlu kita improve kembali, terutama pada ruang-ruang yang intangible. Apa yang hari ini dicanangkan perlu dirumuskan kembali tentang capaian-capaian di masa depan, akreditas institusi harus A (unggul),” ujar Dhani.

Kelima adalah empowering. Dirjen Pendis berharap, keberhasilan yang telah dicapai dapat ditularkan ke seluruh mitra, baik ke junior maupun sejawat. Kemampuan menangani persoalan, serta tekanan dari masyarakat harus menjadi bagian penting untuk ditularkan ke yang lain hingga lahir generasi tangguh di masa mendatang, sehingga organisasi tidak pernah mati.

“Seperti apapun, kita akan semakin menua, waktu pengabdian kita akan selesai. Tapi kita berkewajiban membangun kader-kader yang kita harap memiliki kapasitas yang lebih baik dari kita. The best teacher is experiences, guru terbaik adalah pengalaman,” tukas Dhani.

Dhani mengajak civitas akademika PTKIN untuk bersama melakukan empowering dengan memperkokoh kebersamaan, tumbuh, maju dan berkembang dengan pendekatan yang harmoni.

“Tidak ada satupun manusia yang mampu maju di dalam ruang bebas, tanpa menyelesaikan harmoni di lingkungannya. Apabila universitas sudah selesai dengan ruang domestiknya, maka dia akan berlari kencang. Karena tantangan kita bukan tantangan domestik, melainkan tantangan yang jauh lebih besar. Mari berkarya dan mengabdi untuk kemajuan republik yang kita cintai,” tutupnya.

Asrama SBSN MAN IC Palu, Saksi Lahirnya 50 Juara

Suarapemerintah.id – Tidak kurang 50 prestasi ditorehkan sejak 2018 oleh siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia (IC) Kota Palu. Persisnya, sejak program pembinaan siswa berbasis asrama diintensifkan.

Prestasi itu diukir sejak tingkat lokal hingga nasional, bahkan internasional. Sejak 2018, tercatat siswa Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia Kota Palu merah 20 medali di tingkat Kab/Kota, 7 medali tingkat Provinsi,  8 medali tingkat regional (Sulawesi), 14 medali tingkat nasional, dan 1 medali tingkat internasional.

“Alhamdulillah, setelah berdiri asrama siswa yang dibangun dengan biaya SBSN, kami bisa intensifkan program pembinaan. Hasilnya, sejak 2018 Prestasi yang diperoleh MAN Insan Cendekia Kota Palu terus meningkat,” terang Kepala MAN IC Kota Palu Soim Anwar di Palu, Minggu (06/12).

Alumni MAN IC Kota Palu, kata Soim, juga banyak diterima di berbagai  perguruan tinggi favorit. Misalnya,  ITB, UI, Universitas Hasanuddin, Universitas Brawijaya, UNDIP, UNPAD, Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Universitas Negeri Makassar (UNM). Banyak juga yang diterima di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, dan UIN Alauddin Makassar.

“Ada juga yang diterima di Fakultas Kedokteran dan Kedinasan  Universitas Pertamina, serta Perguruan Tinggi Luar Negeri di Yaman,” ujarnya.

Selain di bidang akademik, pembinaan siswa juga diintensifkan pada bidang keagamaan. Bahkan, salah satu siswa MAN IC Kota Palu ada yang mengukir prestasi pada ajang MTQ Nasional.

“Kemarin, siswa MAN IC Kota Palu menjadi juara 1 bidang Fahmil Qur’an, mewakili Provinsi Sulawesi Tengah di ajang MTQ Nasional di Padang Sumatera Barat,” tuturnya.

Soim merasa prestasi ini tidak terlepaa dari program pembinaan yang dioptimalkan dengan memanfaatkan sarana asrmaa siswa yang dibangun melalui SBSN.

“Prestasi ini tidak terlepas dari dukungan Kemenkeu, Bappenas, serta Direktorat KSKK Madrasah, Ditjen Pendidikan Islam Kemenag untuk menjadikan madrasah hebat bermartabat,” tandasnya.

Dirjen Pendis Harap Madrasah jadi Ruang Pembudayaan Pembelajaran

Dirjen Pendis Harap Madrasah jadi Ruang Pembudayaan Pembelajaran

Suarapemerintah.id – Dirjen Pendidikan Islam Muhammad Ali Ramdhani berharap madrasah tidak hanya menjadi tempat pengajaran, tapi juga pembudayaan pembelajaran.

Menurutnya, pembudayaan pembelajaran penting dalam merespon pergeseran peradaban, dari abad industri ke abad pengetahuan. Dalam kondisi tersebut, penting memiliki sumber daya manusia yang memadai. Kalau dulu sesuatu yang dijual adalah sesuatu yang tangible (nampak), sekarang kehidupan kerapkali diukur berdasarkan ukuran ukuran yang intangible (tidak nampak).

“Pergeseran dari hal hal yang nyata menjadi sesuatu yang tidak nyata khususnya dalam ilmu, maka keunggulan dari sumber daya manusia terletak pada hal yang ia miliki yaitu ilmu, dan ketika bicara tentang ilmu maka pembudayaan pembelajaran itu menjadi proses yang elementer,” ujar Ali Ramdhani saat memberikan arahan dalam Workshop Pembinaan Guru Madrasah bertajuk Menyongsong Pembelajaran Millenial di Jembrana Bali, Sabtu (05/12).

Pria yang akrab disapa Dhani ini mengingatkan bahwa suatu hal yang tetap adalah perubahan dan sesuatu yang pasti adalah ketidakpastian. Menjadi tugas bersama seluruh stakeholder Kemenag, termasuk madrasah, mempersiapkan anak didik agar mampu berkiprah di masa depan.

“Kita ingin menghadirkan mereka sebagai anak zaman, menjadi anak dari sebuah dinamika zaman, mereka yang beribukan waktu, berayahkan zaman, mampu menari bersama zaman untuk menarikan zaman,” ungkap Dirjen.

Sejalan dengan itu, guru dan tenaga kependidikan madrasah harus mampu menjadi agent of change. Karena guru mendapat tempat yang luar biasa di masyarakat.

“Guru memperoleh strata yang istimewa di masyarakat kita. Setiap ucapan guru dipandang masyarakat sebagai ilmu, dan setiap apa yang dilakukan adalah teladan,” tambah Dhani.

Dengan menjadi Agent of Change, kata Dhani, guru bertugas memperkokoh ruang ruang esensial peserta didik sehingga mereka menyadari dinamika pembelajaran.

“Hal paling esensial pada manusia terletak pada akalnya, yakni kemampuan dia berpikir. Dinamika pembelajaran hari ini menjelma menjadi warna dan corak kehidupan, karena hari ini terjadi perubahan pergeseran peradaban dari abad perindustrian sekarang masuk abad pengetahuan,” tandasnya.

Dirjen Pendis mengapresiasi Bidang Pendidikan Islam Kanwil Kementerian Agama Bali atas prestasi yang telah diperoleh madrasah dalam kurun waktu terakhir.

“Madrasah adalah tempat pilihan dari anak bangsa untuk meningkatkan keagamaan pada satu sisi, dan di sisi lain juga kapasitas keilmuan yang mudah mudahan bermanfaat bagi dinamika kehidupan duniawi,” tutup Dirjen.