Beranda blog Halaman 4639

Hari Pertama Pasca Cuti, Akhyar Langsung Tangani Dampak Banjir

Hari Pertama Pasca Cuti, Akhyar Langsung Tangani Dampak Banjir

Suarapemerintah.id – Hari kerja pertama setelah menjalani cuti kampanye, Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Medan, Ir. H. Akhyar Nasution, M. Si., Minggu (6/12), langsung melakukan langkah penanganan dampak banjir.

Dia menginstruksikan seluruh camat, lurah, kepala lingkungan didukung oleh Organisasi Perangkat Daerah terkait agar proaktif membantu warga terdampak banjir, termasuk soal pemberian obat-obatan, makanan, air bersih, dan peralatan bayi serta pembersihan lumpur. Selain itu, Akhyar juga menginstruksikan agar posko banjir di kantor camat tetap buka dan siap siaga untuk mengantisipasi kemungkinan buruk akibat cuaca ekstrim.

Instruksi ini disampaikan Akhyar dalam rapat di pendopo rumah dinas yang dihadiri camat se-Kota Medan. Turut hadir dalam rapat itu antara lain Plt Asisten Pemerintahan Sosial Setdako Medan, Renward Parapat, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Arjuna Sembiring, Kadis Kesehatan, dr. Edwin Effendi, Kadis PU, Zulfansyah Ali Saputra, Kasatpol PP, M. Sofyan Kabag Tapem Rasyid Ridho, dan Kabag Humas Arrahman Pane.

“Mulai besok, seluruh kepala lingkungan dan anggota Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum atau P3SU dari kecamatan yang tidak terkena banjir diperbantukan di wilayah kecamatan yang terkena banjir,” tegas Akhyar.

Di awal rapat, Akhyar meminta laporan dari setiap camat tentang kondisi di wilayah masing-masing terkait banjir dan penanganan dampak. Ada sepuluh kecamatan yang dilanda banjir akibat luapan beberapa sungai yang melintasi Kota Medan. Kesepuluhnya adalah Medan Baru, Tuntungan, Deli, Barat, Petisah, Johor, Sunggal, Helvetia, Maimun, dan Polonia.

Dari laporan para camat itu, orang yang terdampak banjir lebih kurang 26.671 atau 6.808 KK. Korban jiwa yang merupakan warga Medan dalam bencana banjir ini satu orang. Pemko Medan menyiapkan tenda pengungsian berikut dapur umum yang jumlahnya mencapai 57. Para camat itu juga melaporkan, berbagai pihak juga turut membantu penanganan dampak banjir ini, di antara TNI/Polri dan segenap komponen masyarakat.

Para camat yang wilayahnya terkena banjir juga melaporkan saat ini, sebagian besar warga mereka telah kembali ke rumah masing-masing. Dan yang diperlukan saat ini adalah mencegah terjadi penyakit, karena itu diperlu permeriksaan juga obat-obatan.

Selain itu, para korban juga membutuhkan peralatan bayi. Selain itu, beberapa camat juga membutuhkan alat sedot lumpur untuk melakukan pembersihan. Pasalnya banjir kali ini membawa lumpur. Tidak sedikit rumah maupun gang-gang yang terkena terpaan lumpur.

Berbagai laporan camat ini langsung dikoordinasikan Akhyar kepada pimpinan OPD terkait. Soal kesehatan korban, Akhyar meminta kepada Kadis Kesehatan menginstruksikan pihak puskesmas agar berkoordinasi dengan camat dan melakukan tindakan yang dibutuhkan, termasuk memberi obat-obatan bagi warga yang membutuhkan.

Soal pembersihan, Akhyar meminta kepada Kadis PU untuk menyediakan alat sedot lumpur. Intinya, setiap camat dan pimpinan OPD harus terus berkoordinasi untuk menanggulangi dampak banjir ini.

“Dan saya minta, semua camat, lurah, kepala lingkungan, pimpinan OPD tetap berada di Medan. Jangan kemana-mana. Jangan ada yang lepas kontrol. Apalagi menurut laporan dari Kepala BPPD tadi, dalam tiga hari ke depan cuaca masih ekstrim,” ucapnya Akhyar.

Di akhir rapat, Akhyar kembali menegaskan agar posko banjir ini harus ada di setiap kantor camat dan selalu siap siaga saat diperlukan.

“Ini memang pekerjaan keras. Karena itu, kita saling ingat, saling bantu. Terus siap siaga,” tandas Akhyar.

Pilkada 2020 Jelang Masa Tenang, Mahfud Ajak Ke TPS Dengan Protokol Kesehatan

Pilkada 2020 Jelang Masa Tenang, Mahfud Ajak Ke TPS Dengan Prokes
Suarapemerintah.id – Menko Polhukam Mahfud MD pada akhir masa kampanye Pilkada 2020, Sabtu sore (5/12) menghimbau semua pihak untuk menyambut jelang masa tenang, dengan tetap menjaga suasana kondusif, menghindari kegaduhan, dan ajakan bersiap menuju TPS. Kampanye 71 hari telah dilalui dengan baik dan kini memasuki masa tenang 6,7,8 Desember.

“Alhamdulillah hari ini Sabtu 5 Desember, kita sudah mengakhiri masa kampanye dan mulai memasuki masa tenang Pilkada 2020 serentak. Isilah hari-hari tenang itu, dengan betul-betul membuat ketenangan, tidak membuat kegaduhan. Persiapkan hari pencoblosan atau pemungutan suara 9 Desember dengan sebaik-baiknya, baik itu penyelenggara, kontestan maupun masyarakatnya,” ujar Menko Polhukam Mahfud MD dalam video keterangan pers dari kediaman rumah dinas Sabtu sore (5/12).

Menko meminta seluruh masyarakat untuk tetap menjaga situasi yang kondusif. Pilkada serentak sangat dikhawatirkan oleh banyak pihak, akan menimbulkan masalah penyebaran Covid, karena itu Menko mengajak bersama-sama membuktikan bahwa semua masyarakat bisa berlaku disiplin dan menjaga itu semua.

“Untuk masyarakat, untuk rakyat, silakan berikan suara Anda sebanyak-banyaknya karena satu suara Anda akan menentukan masa depan Anda, sekurang-kurangnya menentukan nasib Anda di bawah kepemimpinan selama 5 tahun ke depan,” ujar Mahfud.

Ia mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat, karena masa kampanye 71 hari ini menurutnya bisa dilalui dengan baik, dan mulai besok tanggal 6, 7, 8 adalah hari-hari tenang.

“Tolong di hari H, tanggal 9 itu, datang berbondong-bondong ke TPS sesuai dengan jam, jadwal yang sudah ditentukan oleh KPU dan ikuti protokol kesehatan yang ditentukan oleh KPU. Dan jangan membuat keributan. Biasanya keributan itu terjadi sesudah perhitungan suara dan sebagainya. Semuanya harus berlaku proporsional dan tertib demi kebaikan kita bersama,“ demikian pesan Menko untuk masyarakat.

Mengenang Dadang Hawari, Peran Agama Dalam Kedokteran Jiwa

Mengenang Dadang Hawari

Suarapemerintah.id – Di tengah pandemi Covid-19 yang belum mereda, Indonesia kehilangan psikiater senior dan agamawan yang dibutuhkan pemikiran dan nasihat-nasihatnya. Prof. Dr. dr. H. Dadang Hawari, Psikiater, telah wafat pada Kamis, 3 Desember 2020/18 Rabiul Akhir 1442 H pukul 15.10 WIB dalam perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta.

Guru Besar Ilmu Kesehatan Jiwa Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI) ini berpulang pada usia 80 tahun. Pengabdian panjang almarhum dalam berbagai jabatan dan kegiatan, sebagai dokter, guru besar, cendekiawan, da’i (pendakwah, penceramah agama) dan penulis yang produktif, semoga menginspirasi generasi bangsa.

Sabtu (05/12) pagi, saya mengunjungi makam almarhum Dadang Hawari di TPU Menteng Pulo Jakarta Selatan. Meninggalnya psikiater Dadang Hawari, sebuah kehilangan besar bagi masyarakat Indonesia yang belakangan ini menghadapi fenomena meningkatnya kasus orang dengan gangguan jiwa.

Sebagai dokter yang memiliki kemampuan menyampaikan pesan-pesan agama kepada khalayak dengan bahasa yang mudah dipahami, Dadang Hawari tidak hanya mampu mengobati penyakit fisik, tetapi juga penyakit kejiwaan yang disebabkan kehampaan ruhani manusia dari bimbingan agama.

Dadang Hawari dapat disebut sebagai “ulama” di bidang kedokteran. Putra ulama pejuang K.H. Iskandar Idries dan kakak dari dr. Abdul Mu’in Idries (ahli forensik RSCM, wafat tahun 2013) ini populer di kalangan kaum muda sekitar dekade 1970 – 1990-an, sebagai penerus Dr. H. Ali Akbar (Tokoh Pendiri dan Pembina YARSI – Yayasan Rumah Sakit Islam Indonesia).

Dalam pengabdian profesi dan kiprah di masyarakat, Dadang Hawari memiliki reputasi nasional dan dikenal di dunia internasional. Kemampuannya memadukan pendekatan kedokteran dengan pendekatan keagamaan dalam bingkai keislaman diakui banyak kalangan. Ia seorang yang peduli dengan pembinaan generasi bangsa dalam kesehatan fisik dan jiwa serta pencegahan penyalahgunaan Narkoba dan Zat Adiktif lainnya (NAZA).

Pemikiran dan pandangan almarhum banyak mengedukasi masyarakat melalui forum-forum dialog/seminar, kolom media massa dan siaran televisi. Dadang Hawari menegaskan, iman benteng kuat melawan bunuh diri. Ia mensinyalir ada upaya penghancuran bangsa lewat narkoba. Dalam kesempatan lain, sebagai dokter psikiater yang sekaligus ustadz, Dadang Hawari memiliki tips mengeratkan keluarga, antara lain  dengan shalat berjamaah.

Dadang Hawari dilahirkan di Pekalongan Jawa Tengah pada tanggal 16 Juni 1940. Lulus pendidikan dokter (umum) di FKUI pada tahun 1965, lalu melanjutkan ke pendidikan dokter ahli jiwa (psikiater). Almarhum dikukuhkan sebagai Guru Besar Ilmu Kesehatan Jiwa FKUI tahun 1993.

Karir almarhum bermula dari menjadi staf pengajar FKUI (1969 -1972), lalu Ketua Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) tahun 1966 – 1969,  Kepala Kesehatan Jiwa DKK DKI Jakarta (1972 – 1975), Direksi Rumah Sakit Islam Jakarta (1972 – 1978),  Pembantu Rektor III UI (1979 – 1982), Guru Besar Tetap FKUI mulai 1993, Staf Pengajar Agama Islam FKUI, Anggota Pleno Majelis Ulama Indonesia (MUI Pusat) selama dua periode 1995 – 2005, Ketua Umum Ikatan Dokter Ahli Jiwa Indonesia (IDAJI) Pusat dua periode 1988  1997, Tim Ahli DPR-RI (1995  2000), Staf Ahli Badan Koordinasi Narkotika Nasional, dan jabatan lainya.

Keaktifannya di sejumlah organisasi internasional membawa nama baik bangsa Indonesia. Dadang Hawari terpilih sebagai Presiden AFMPH (ASEAN Federation for Psychiatry and Mental Health) tahun 1993 – 1995, International Member World Federation for Mental Health dan organisasi lainnya. Dadang Hawari sering menghadiri forum ilmiah lintas negara berkaitan dengan kesehatan jiwa.

Sewaktu diundang DPR-RI dalam rangka pembahasan RUU Kesehatan Jiwa, April 2013, Dadang Hawari, memaparkan bahwa orang yang mengkonsumsi narkoba dan minuman keras memiliki kerusakan sistem transmisi syaraf di otaknya, sehingga pikiran, perasaan, dan perilakunya error juga. Makanya, disebut gangguan mental dan perilaku. Hal ini berbahaya kalau dibiarkan, sehingga perlu direhabilitasi serius. Oleh karena itu sangat perlu diatur dalam Undang-Undang.

Dadang Hawari pernah mengemukakan analisa mengenai depresi dalam diri prajurit TNI/Polri yang harus ditangani dengan serius. Menurutnya, sistem pembinaan fisik dan mental yang sudah ada di lingkungan TNI/Polri perlu dikaji ulang. Bagi seorang prajurit, depresi bisa disebabkan berbagai hal. Penugasan terlalu lama akan menimbulkan kelelahan fisik dan mental. Kondisi ini bisa menyebabkan seorang prajurit mengalami gangguan persepsi.

Belum lagi masalah minimnya anggaran yang berujung pada rendahnya tingkat kesejahteraan prajurit. Situasi ini berperan besar terhadap kinerja seorang prajurit di lapangan. Jika kesejahteraan kurang, pikiran bisa kemana-mana dan tidak fokus.

Depresi bisa terjadi pada siapa saja yang mengalami penurunan fisik dan mental. Maka perlu dikaji dan dievaluasi fisik dan mental prajurit Jaminan logistik jangan cuma di lapangan saja, tapi juga di rumah, sehingga mereka dapat dengan tenang bertugas di lapangan.

Pandangan di atas disampaikannya menanggapi terjadinya peningkatan kasus agresifitas di kalangan personil TNI dan Polri, yaitu seringnya terjadi bentrokan sesama personil, baik sesama anggota TNI maupun dengan Polri. Menurut Dadang Hawari, institusi TNI/Polri harus mewaspadai faktor-faktor pendorong agresifitas prajurit tersebut, termasuk mencegah peredaran minuman keras dan narkoba.

Sampai akhir hayat, Dadang Hawari sebagai psikiater publik melayani pasien dengan membuka klinik di kediamannya di bilangan Tebet, Jakarta Selatan. Klinik Dadang Hawari menangani berbagai kasus gangguan jiwa dan skizofrenia, konsultasi pranikah, disfungsi dan penyimpangan seksual, perkembangan anak dan remaja, serta membantu pemulihan pecandu narkoba dan minuman keras agar kembali hidup normal. Metode yang diterapkannya adalah metode terpadu dan holistik atau dikenal dengan metode BPSS (Bio-Psiko-Sosial-Spiritual).

Dalam pidato purnabakti Prof. Dr. dr. Dadang Hawari setelah 40 tahun pengabdian di FKUI (1965 – 2005) berjudul Paradigma Baru Di Bidang Kesehatan Jiwa, ia menegaskan bahwa faktor agama penting sekali bagi kelengkapan pemeriksaan psikiatrik. Dadang Hawari merujuk sejumlah literatur internasional mengenai hal tersebut. Dokter ahli jiwa (psikiater) hendaknya dapat menelusuri riwayat kehidupan beragama pasiennya sejak masa kanak-kanak hingga dewasa, sejauh mana pasien terikat dengan ajaran agamanya, sejauh mana kuatnya, dan sejauh mana hal ini mempengaruhi kehidupan pasien.

Organisasi Kesehatan Sedunia (WHO) pada tahun 1984 menambahkan dimensi agama sebagai salah satu dari empat pilar kesehatan manusia seutuhnya, meliputi: sehat secara jasmani, sehat secara kejiwaan, sehat secara sosial, dan sehat secara spiritual.

Dadang Hawari satu dari sedikit dokter di Indonesia yang cukup lama berkonsentrasi dan tekun mengembangkan kajian, penelitian, dan narasi mengenai dimensi agama dalam kesehatan jiwa. Upaya Dadang Hawari seiring dengan yang dilakukan Prof. Dr. Hj. Zakiah Daradjat sebagai pelopor ilmu jiwa agama dari sudut dan perspektif non-medis.

Dalam buku Al-Quran, Ilmu Kedokteran Jiwa dan Kesehatan Jiwa dikemukakan bahwa dari semua cabang ilmu kedokteran, cabang ilmu kedokteran jiwa (psikiatri) dan kesehatan jiwa (mental health) adalah yang paling dekat dengan agama. Bahkan, di dalam mencapai derajat kesehatan yang mengandung arti keadaan kesejahteraan (well being) pada diri manusia, terdapat titik temu antara kedokteran jiwa/kesehatan jiwa di satu pihak dan agama di lain pihak.

Masalah lain yang menjadi perhatian Dadang Hawari adalah mengenai ancaman krisis rumah tangga dalam masyarakat modern. Menurutnya, dalam masyarakat modern dan industri yang bercorak sekuler, individualistis, serta permisif, lembaga perkawinan adalah lembaga yang paling mengalami goncangan, sehingga sebahagian masyarakat lebih memilih hidup bersama tanpa nikah.

Ia mengemukakan, di Amerika Serikat dan di negara-negara Barat lainnya, perkawinan tidak lagi dianggap sebagai ikatan yang sakral (suci). Hal ini disebabkan kehidupan beragama dalam perkawinan tidak dijadikan sebagai tiang rumah tangga. Krisis perkawinan terjadi, manakala pasangan lebih mementingkan penampilan fisik dan kebutuhan biologis samata, dan kurang memperhatikan aspek afeksional.

Dadang Hawari mengemukakan, dari sudut pandang agama, munculnya penyakit AIDS merupakan peringatan Tuhan kepada kaum homoseksual dan mereka yang melakukan perzinaan. Statistik membuktikan bahwa penularan penyakit maut ini 95,7 persen melalui perzinaan, yakni pelacuran, seks bebas dan homoseksual.

Ia tidak sependapat dengan teks book Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder (DSM) yang disusun oleh American Psychiatric Association (APA), di mana menyebutkan homoseksual bukan suatu gangguan mental atau kejiwaan. Menurut Dadang Hawari, Amerika Serikat jangan memaksakan kehendaknya terhadap negara berkembang terkait pemahaman soal lesbian, homoseksual, biseksual, dan transgender (LGBT).

Pada tahun 2004, saya menerbitkan kembali karya monumental almarhum Bapak H.S.M. Nasaruddin Latif tentang Tanya Jawab Masalah-Masalah Perkawinan dan Keluarga yang pernah dimuat di Majalah Kiblat dan Selecta. Dadang Hawari memberi Kata Pengantar, antara lain beliau menulis sebagai berikut:

“Buku tentang Nasihat Perkawinan ini termasuk langka dalam kepustakaan Indonesia, dan karena itu seyogianya setiap rumah tangga memiliki buku ini, karena isinya sangat luas dan komprehensif, baik dari sudut agama, hukum maupun etika moral. Setiap orang ingin menikah, namun disayangkan tidak ada sekolah untuk itu. Untuk menjadi dokter, sarjana ekonomi, sarjana hukum dan lainnya, ada sekolah untuk jurusan yang dimaksud; lalu bagaimana dengan sekolah untuk perkawinan?

Buku ini menjawab semua permasalahan yang berkaitan dengan perkawinan, mulai dari pra-nikah, nikah itu sendiri dengan segala permasalahan serta solusinya, dan masalah-masalah kebutuhan biologis (seksual). Sehubungan dengan hal tersebut di atas, kami anjurkan untuk mereka yang hendak menikah, sebaiknya belajar dan atau membaca buku ini agar dalam mengemudikan bahtera rumah tangga itu dapat dengan sabar menjalaninya dan yakin bahwa di balik kesulitan sesungguhnya ada kemudahan.

H.S.M.Nasaruddin Latif adalah seorang pelopor dalam dunia penasihatan perkawinan (marriage counselor) yang telah berpengalaman luas di dalam maupun di luar negeri. Pengalaman-pengalaman beliau selama menjadi Marriage Counselor dituangkan dalam buku ini. Oleh karena itu membaca buku ini seolah kita mendapat pelajaran di sekolah perkawinan yang secara formal belum ada sekolah atau kursus untuk itu. Semoga buku ini dapat dijadikan pedoman dalam kehidupan berumah tangga yang dewasa ini sedang mengalami krisis, sebagai dampak modernisasi dan industrialisasi.

Sebagai catatan, dapat kami kemukakan di sini, di Amerika Serikat sendiri, 75% para suami selingkuh, sementara 40% para istri juga selingkuh dan perselingkuhan ini telah menjadi penyebab utama perceraian (Family Crisis American Psychiatric Association 1995).”

Semasa hidup, Dadang Hawari telah menulis sedikitnya 18 judul buku, di antaranya:  Al Quran, Ilmu Kedokteran Jiwa dan Kesehatan Jiwa (1996), Konsep Islam Memerangi AIDS dan NAZA (1995), Doa dan Dzikir Sebagai Pelengkap Terapi Medis (2001), Gerakan Nasional Anti MO-LIMO  Madat, Minum, Main, Maling dan Madon (2001), Love Affair (Perselingkuhan)  Prevensi dan Solusi (2002), Pendekatan Holistik Pada Gangguan Jiwa Skizofrenia (2001), Manajemen Stress, Cemas dan Depresi (2002), Konsep Agama (Islam) Menanggulangi HIV/AIDS (2001), IQ, EQ, CQ, SQ, Kriteria Sumber Daya Manusia (Pemimpin) Berkualitas (2003), Ilmu Kedokteran Jiwa dan Kesehatan Jiwa Perspektif Al-Quran dan As-Sunnah (edisi kedua), Prof. Dr. dr. H. Dadang Hawari, Psikiater 40 Tahun Pengabdian (1965 – 2005), dan beberapa judul lainnya. Tahun 1975 ia melakukan penelitian kesehatan jiwa Jemaah Haji Indonesia.

Hemat saya, selayaknya pemerintah memberi bintang tanda jasa sebagai penghargaan negara atas dedikasi keilmuwan dan pengabdian almarhum yang bermanfaat untuk masyarakat, bangsa dan negara.

Selamat jalan Profesor Dadang Hawari. Semoga mendapat tempat kembali yang mulia di sisi Allah SWT.

Anak Wartawan Bali Terima Gawai Pendidikan HUT Ke-83 LKBN ANTARA

Anak Wartawan Bali Terima Gawai Pendidikan HUT Ke-83 LKBN ANTARA

Suarapemerintah.id – Pelajar SMPN 2 Denpasar yang anak seorang jurnalis Bali dan memiliki prestasi di bidang tari hingga mancanegara, I Made Manipuspaka (14), menerima Gawai Pendidikan Daring dalam rangka HUT Ke-83 LKBN ANTARA di Kantor Biro LKBN ANTARA Bali, Jalan Mataram 1, Banjar Lumintang, Kota Denpasar, Selasa.

Saat menerima HP tablet dari Kepala Biro LKBN ANTARA Bali Edy M Ya’kub, yang mewakili Manajemen LKBN ANTARA Pusat itu, Manipuspaka yang kelahiran Denpasar pada 18 Juli 2006 itu didampingi ayahnya I Nyoman Budarsana S.Sn.,M.IKom, yang merupakan wartawan “Bali Travelnews”, dari Grup Bali Post.

“Terima kasih kepada ANTARA yang memberi apresiasi gawai pendidikan kepada anak saya, semoga pemberian ANTARA ini memberi motivasi anak saya untuk lebih bersemangat dalam pendidikan dan kesenian, khususnya tari dan tabuh. Semoga ANTARA semakin berkembang di era digital saat ini,” ujar I Nyoman Budarsana, wartawan yang juga seniman itu.

Senada dengan itu, Manipuspaka juga mengucapkan terima kasih kepada Kantor Berita ANTARA atas “kado” yang diberikan kepadanya. “Terima kasih dan selamat ulang tahun ke-83, semoga ANTARA semakin sukses. Pemberian ini sangat bermanfaat bagi saya dalam situasi pandemi COVID-19 saat ini,” kata pelajar asal Banjar Untal-untal, Desa Dalung, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali, itu.

Anak bungsu dari dua bersaudara itu memiliki prestasi mancanegara sejak menapak dari sejumlah sanggar, di antaranya Sanggar Buratwangi (2014-sekarang), Sanggar Maha Bajra Sandi (2011-sekarang), Sanggar Restu Kumara Lambing Abiansemal Badung (2014–sekarang) dan Sanggar Seni Kembang Bali Desa Tunjuk (2014–sekarang).

Setelah itu, ia bergabung dengan sejumlah komunitas seni, seperti Komunitas Bumi Bajra (2016–sekarang), Komunitas Jalan Air (2017– sekarang), Sekaa Gong Dwi Semara Gita SMPN2 Denpasar (2018–sekarang), Teater Lingkar SMPN 2 Denpasar (2019–sekarang). “Anak saya memang berangkat dari lingkungan seni sejak kecil, terutama tari dan tabuhan,” kata Budarsana.

Manipuspaka yang berbakat dalam seni tari itu juga memiliki pengalaman berkesenian di tingkat internasional, yakni Kolaborasi Suling Bali dan Lagu Kristiani di Seoul, Korea Selatan (2017), pemain teater “Tari The Seen and Unseen” bertajuk Pesta Rakyat di Esplanade Singapura (2019), dan Februari 2020 sempat mengikuti pentas seni di Australia.

Anak bungsu dari dua bersaudara itu juga pernah meraih Juara Harapan Lomba Gender Wayang PKB ke-38 Duta Kabupaten Tabanan (Sanggar Buratwangi/2016), Juara Harapan Lomba Bleganjur PKB XL Duta Kabupaten Tabanan (Pucil Makembang/2018), Artis/Penampil Ruang Kreatif Seni Pertunjukan “Gen” Djarum Foundation Garin Nugroho, Jakarta (2018), Juara Harapan II Lomba Baleganjur Kelompok Anak-anak Festival Seni Budaya Kabupaten Badung (Dwi Semara Gita/2018), dan Bintang Iklan “Karangasem Sprit of Bali” oleh Kemenpar RI (2019).

Dalam kesempatan itu, Kepala LKBN ANTARA Biro Bali Edy M Ya’kub mengatakan Gawai Pendidikan untuk anak wartawan non-ANTARA itu diberikan Manajemen LKBN ANTARA Pusat dalam rangkaian HUT Ke-83 ANTARA yang puncaknya diperingati pada 13 Desember 2020.

“Kami diminta Manajemen ANTARA Pusat untuk menyampaikan kepada anak wartawan non-ANTARA di Bali yang memiliki prestasi dalam bidang akademik atau non-akademik, terutama pelajar yang terdampak COVID-19 hingga kesulitan gawai dalam pembelajaran online/daring,” katanya.

Sebelumnya, LKBN ANTARA Pusat juga melaksanakan kegiatan sosial, berupa rapid test untuk awak media yang selama ini menjadi mitra ANTARA Pusat. “Untuk HUT ANTARA di Bali, kami menyelenggarakan pameran foto tentang COVID-19 bertema ‘Grubug Ageng’ bekerja sama dengan Pemkot Denpasar di Gedung DNA Denpasar pada 3 Oktober – 31 Desember 2020,” katanya.

Selain itu, ANTARA Bali juga mengadakan Workshop Jurnalistik tentang Penulisan, Fotografi, dan Hoaks di Gedung DNA Denpasar pada 12 Desember 2020, yang juga dirangkai dengan peluncuran buku “Suara Milenial untuk Bali” yang merupakan hasil Lomba Esai “Piala Gubernur Bali 2019” bekerja sama dengan Pemprov Bali.

“Kami menutup peringatan HUT Ke-83 ANTARA di Bali dengan Simakrama Internal bersama karyawan dan pensiunan di Kantor Biro ANTARA Bali pada 13 Desember 2020, sekaligus menyerahkan ‘Tjatranata Award’ kepada pensiunan LKBN ANTARA Bali yang berjasa memajukan kantor berita ANTARA yang ada di Bali sejak tahun 1945 hingga kini,” kata Edy yang saat itu juga menyerahkan buku esai ‘Suara Milenial untuk Bali’ itu kepada Manipuspaka.

Buka Festival Olahraga Rekreasi, Kabupaten Bogor Jadi Tuan Rumah

Buka Festival Olahraga Rekreasi, Kabupaten Bogor Jadi Tuan Rumah
Suarapemerintah.idBupati Bogor, Ade Yasin membuka pelaksanaan Festival Olahraga Rekreasi Provinsi (Forprov) Jawa Barat yang  pada tahun 2020 Kabupaten Bogor menjadi tuan rumah pelaksanaan kegiatan tersebut, pembukaan Forprov Jawa Barat bertempat di Hotel Mars 91,  Megamendung pada Sabtu (5/12).
Dalam sambutannya Bupati Bogor, Ade Yasin mengatakan bahwa festival olahraga rekreasi yang berbasis masyarakat dengan prinsip mudah,  murah, menarik, manfaat dan massal berperan strategis dalam pembangunan bangsa yaitu membangun masyarakat yang sehat dengan mendorong masyarakat agar tidak malas bergerak dan rajin berolahraga.
“Dengan olahraga rekreasi kita juga membangun kebersamaan, hubungan sosial sekaligus melestarikan dan meningkatkan kekayaan budaya daerah dan Nasional,” ujarnya.
Ia juga mengatakan Forprov Jabar 2020 merupakan momentum paling tepat untuk memperkenalkan kepada masyarakat dan olahraga rekreasi serta lembaga Formi, masih banyak masyarakat yang belum paham bedanya olahraga rekreasi, olahraga pendidikan dan olahraga prestasi, sehigga belum tahu bedanya Formi, Bapopsi dan Koni.
“Saya minta Forprov Jabar 2020 dapat menjadi ajang unjuk prestasi sekaligus mempopulerkan olahraga rekreasi di tengah masyarakat agar semakin membudaya,” tambahnya.
Ia juga berharap bahwa tujuan utama olahraga rekreasi adalah memperoleh kebugaran jasmani dan kegembiraan, oleh karena itu selain berkompetisi semua dapat bergembira dan senantiasa menjaga sportivitas dan kebersamaan.
“Selamat bertanding, semoga dapat menunjukkan kemampuan terbaiknya dan mendapatkan manfaat serta kegembiraan pada ajang ini,” harapnya.
Sementara itu, ketua Formi Kabupaten Bogor mengatakan bahwa pelaksanaan Forprov Jabar ini diikuti 14 Kabupaten/Kota dengan jumlah atlet berserta official sejumlah 300 orang, pelaksanaan selama 2 hari pada 2 tempat.
“Semoga pelaksanaan Forprov Jabar di Kabupaten Bogor menjadi cikal bakal setiap tahun bisa di laksanakan di setiap kota dan kabupaten yang ada di Jawa Barat,” ungkapnya.

2021 Kemenag Kelola Anggaran Rp66T, Untuk Apa Saja?

2021 Kemenag Kelola Anggaran Rp66T, Untuk Apa Saja?

Suarapemerintah.idKementerian Agama mendapat amanah anggaran lebih dari Rp66triliun pada tahun 2021. Lantas untuk apa sajakah anggaran tersebut dialokasikan?

Sekjen Kemenag Nizar Ali  menjelaskan anggaran 2021 dialokasikan dalam dua fungsi, yaitu fungsi agama sebesar Rp. 11.075.918.924.000 (16,54%) dan fungsi pendidikan sebesar Rp. 55.885.467.898.000 (83,46 %).

Dari dua fungsi tersebut, ada lima program strategis yang akan dilakukan, yaitu dukungan manajemen, kerukunan umat dan layanan kehidupan beragama, pendidikan tinggi, kualitas pengajaran dan pembelajaran, pendidikan usia dini dan wajib belajar 12 tauhun.

“Anggaran untuk pengembangan pendidikan tinggi mencapai Rp. 6.987.656.465,-yang tersebar di unit eselon I, termasuk yang dialokasikan pada 58 PTKIN se-Indonesia”, kata Mantan Direktur Diktis ini saat memberikan sambutan secara virtual pada Focus Group Discussion Wakil Rektor (WR)/Wakil Ketua (WK) II Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan se-Indonesia, Jumat (04/12).

Dihadapan WR/WK II, Nizar menegaskan kebijakan anggaran diarahkan untuk mendukung terciptanya SDM aparatur yang berintegritas dan berkinerja tinggi, penguatan bantuan sosial (melakukan perluasan target KIP Kuliah), serta dukungan belanja modal.

Di kesempatan yang sama, Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Ditjen Pendidikan Islam Suyitno mengatakan PTKI diharapkan untuk membuka double degree, baik itu dalam PTKI sendiri maupun bekerjasama dengan perguruan tinggi yang lain.

Suyitno mencontohkan mahasiswa PAI yang ingin mendalami kajian Al-Qur’an bisa mengambil keahlian di Program Studi IAT (Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir) sehingga mendapatkan dua kesarjanaan. Pun dalam ilmu-ilmu lainnya pada PTKIN.

“Posisi WR/WK II sangat penting karenanya menyangkut perencanaan sekaligus keuangan dan itu akan menentukan cetak biru pengembangan PTKIN,” tegas Suyitno yang didampingi Kasubdit Sarpras dan Kemahasiswaan Ruchman Basori.

Rektor IAIN Batusangkar Marjoni Imamora mengatakan kampusnya sedang banyak berbenah terutama untuk membangun sejumlah sarana dan prasarana, peningkatan akreditasi, dan penguatan akademik dan kelembagaan. “Kehadiran bapak dan Ibu WR/WK II menambah motivasi kami untuk terus menuju yang lebih baik,” katanya.

Sahiron Syamsuddin Ketua Forum WR/WK II PTKIN se-Indonesia mengatakan salah satu agenda penting pertemuan ini adalah memfinalkan usulan Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang harus segera ditetapkan dengan KMA. Selain itu, FGD juga membahas tata Kelola perencanaan dan keuangan PTKIN.

Nampak hadir, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan Ridwal Trisoni, Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan Edicandra, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama Sirajul Munir, Kepala Biro AUAK Yasrizal, dan sejumlah Pengurus Forum WR/WK II PTKIN se-Indonesia.

Pererat Kerukunan Bangsa, Tokoh Papua & Aceh akan Bertemu di Serambi Makkah

Pererat Kerukunan Bangsa, Tokoh Papua & Aceh Akan Bertemu di Serambi Makkah

Suarapemerintah.idKemenag terus berupaya mempererat kerukunan anak bangsa dari Sabang hingga Merauke. Salah satunya, membangun jembatan kesetiakawanan Aceh – Papua.

Sehubungan itu, Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Kementerian Agama akan menggelar pertemuan tokoh Papua dan Aceh di Serambi Makkah. Pertemuan di Aceh ini akan melibatkan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), tokoh agama dan tokoh adat Provinsi Aceh, Papua, Papua Barat, dan Maluku.

Menag Fachrul Razi dan Wamenag Zainut Tauhid Sa’adi dijadwalkan akan hadir dalam pertemuan yang berlangsung 12-14 Desember 2020.

Sebagai persiapan, PKUB menggelar rapat dengan pejabat eselon I dan II terkait, di Jakarta, Jum’at (04/12). Pertemuan dipimpin Kepala PKUB, Nifasri. Hadir, Staf Khusus Menteri Agama, Jul Efendi Syarief, Sekretaris Dirjen Katolik Aloma Sarumaha, Kabag Umum Dirjen Pendis, Kakanwil Kemenag Aceh serta Kasubag Ortala dan KUB Kanwil Kemenag Aceh.

“Kita memiliki beragam suku bangsa, adat istiadat, bahasa dan agama. Ini adalah kekayaan dan khasanah bangsa yang mesti dilestarikan dengan baik dan menjadi tugas kita bersama untuk komitmen merawatnya,” kata Nifasri.

“Kementerian Agama punya tugas membawa kesejukan dan kedamaian hingga pelosok negeri,” lanjutnya.

Nifasri berharap, pertemuan di Serambi Makkah yang mengusung tema “Kita Cinta Aceh” dapat berjalan dengan baik dan penuh makna.

Stafsus Jul Efendi Syarif mengajak para pihak yang telibat dalam program “Kita Cinta Aceh” yang terdiri dari berbagai pejabat dan tokoh lintas agama untuk mempersiapkan dengan maksimal, sehingga capaian outputnya terlaksana dan dapat dirasakan manfaatnya di tengah keberagaman umat.

“Jadikan momen pertemuan kita, mempererat silaturrahmi dan mengokokohkan persaudaraan lintas agama,” kata Jul Efendi Syarief.

Kakanwil Kemenag Aceh, Iqbal berterimakasih kepada PKUB pusat yang akan melaksanakan kegiatan di Aceh pada pertengahan Desember 2020.

“Kami merasa bersyukur, Aceh menjadi titik pacu mewujudkan kerukunan bangsa Indonesia. Sebelumnya kita telah sama-sama hadir di Papua. Untuk pengaturan dan pemberdayaan umat beragama, seluruh komponen masyarakat Indonesia harus bersama-sama saling memelihara serta menjaga kerukunan, tidak terkecuali Aceh,” ucap Iqbal.

Iqbal menyatakan, moderasi beragama yang dijadikan sebagai program nasional, bersumbu pada kerukunan. Oleh karena itu, semoga dimulai dari nol kilometer Indonesia, menjadikan Indonesia nol konflik.

MAN 1 Kota Malang Dapat Bantuan SBSN Pembangunan Gedung Asrama

Suarapemerintah.id – Kementerian Agama sejak 2015 memperoleh amanah untuk melakukan pembangunan sarana prasana pendidikan dengan skema pembiayaan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). Enam tahun berselang, program ini mulai banyak dirasakan manfaatnya oleh lembaga pendidikan agama dan keagamaan, salah satunya Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kota Malang.

Menurut Kepala MAN 1 Kota Malang Mohammad Husnan,madrasahnya kali pertama mendapatkan bantuan SBSN pada tahun 2018, untuk pembangunan gedung asrama.  Sekali menerima SBSN, MAN 1 Kota Malang diganjar SBSN award yang langsung diserahkan Menteri Keuangan Sri Mulyani. MAN 1 Kota Malang dinilai sukses mengelola dana SBSN, karena tepat pelaksanaan, tepat anggaran, dan tepat guna.

“Karena dinilai sukses, alhamdulillah pada 2019 MAN 1 Kota Malang mendapat bantuan SBSN lagi  untuk pembangunan asrama tiga lantai,” ujar Husnan di Kota Malang, Sabtu (05/12).

Kebutuhan asrama MAN 1 Kota Malang, kata Husnan, memang semakin meningkat. Sebab, siswa MAN 1 Kota Malang berasal dari berbagai daerah, misalnya: Bali, Kalimantan, Sumatera, Sulawesi, Maluku, bahkan Papua.

“Keberadaan asrama siswa yang dibangun dengan dana SBSN juga berdampak positif dan menunjang prestasi siswa dan kemajuan MAN 1 Kota Malang,” lanjutnya.

Husnan menjelaskan, setidaknya ada tiga manfaat besar dengan adanya asrama MAN 1 Kota Malang. Pertama, animo masyarakat menyekolahkan puta-putrinya di MAN 1 Kota Malang semakin meningkat. Pendaftar siswa baru sudah menembus angka 1.300 siswa. Padahal, kuota MAN 1 Kota Malang, hanya 350 siswa.

“Orang tua lebih senang dan tenang jika puta-putrinya tinggal di asrama, di samping aman dalam sisi pergaulan dan juga maksimal dalam belajarnya,” tuturnya.

Kedua, peningkatan mutu belajar para siswa, utamanya jurusan keagamaan. Sebab, mereka wajib tinggal di asrama (ma’had) sehingga banyak waktu untuk memperdalam ilmu, antara lain: Ushul Fikih, Musthalah Hadis, Ilmu Tafsir, Tahfidz, Nahwu Sharraf dan lain sebagainya dengan berbasis Kitab Kuning.

Ketiga, data MAN 1 Kota Malang mencatat bahwa siswa yang tinggal di asrama lebih banyak menyumbang prestasi, baik bidang akademik maupun non akademik, misalnya:
a). Juara 3 Nasional Lomba Syi’ar Anak Negeri  (Kerjasama Kemenag RI dan Metro TV) tahu 2020
b) Juara 2 Nasional KSMO Kemenag RI Bidang Biologi,
c) Juara Hararpan 1 Mayres (Madrasah Young Riset Super Camp) 2020
d) Juara 3 Tingkat Nasional Olimpiade Akuntansi di UGM Yogyakarta

e). Juara 1 Nasional Lomba Essai UIN Maliki Malang
f). Juara 3 Lomba Poster FEB Unair Surabaya
g) Juara 3 Nasional Musabaqah Syarhil Qur’an UIN Maliki Malang
h). Juara 3 Tingkat Internasional, International Robotic Compettion Dinas Pendidikan Jatim tahun 2020

i). Juara 3 National Bussiness Competition, ITS Surabaya
j). Juara 2 dan 3 Nasional Musabaqah Khattil Qur’an, Universitas Brawijaya Malang
k). Juara 2  Nasional Speech, Brawijaya English Tournament 2020
l). Juara 2 Nasional Lomba Fotografi Radiation Lakesma Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang 2020, dll.

Lulusan MAN 1 Kota Malang yang tinggal di asrama juga banyak diterima di perguruan tinggi favorit, baik dalam maupun luar negeri. Untuk perguruan tinggi dalam negeri antara lain UI, UGM, Unair, ITS, UIN, dan IPDN. Untuk perguruan tinggi luar negeri, di antaranya: Universitas Al Azhar Kairo Mesir, serta sejumlah perguruan tinggi di Jerman, China, dan Taiwan.

“Keberadaan asrama yang dibangun dari SBSN terbukti membawa manfaat besar bagi kemajuan Madrasah, terutama dalam membangun karakter peserta didik dengan ajaran Islam yang moderat dan rahmatan lil alamin,” jelas Husnan.

“Terima kasih kepada Kemenkeu, Bappenas, dan Direktorat KSKK Madrasah, Ditjen Pendidikan Islam Kemenag atas kepercayaannya terhadap MAN 1 Kota Malang untuk mengelola dan memanfaatkan Dana SBSN,” tandasnya.

Hari Terakhir Masa Kampanye, Mahfud Minta Tim dan Paslon Tetap Tertib

Hari Terakhir Masa Kampanye, Mahfud Minta Tim dan Paslon Tetap Tertib

Suarapemerintah.id – Hari terakhir masa kampanye Pilkada serentak 2020. Menko Polhukam Moh. Mahfud MD mengingatkan agar semua Pasangan Calon (Paslon) tetap mematuhi protokol kesehatan dan aturan kampanye. Semua Paslon yang melakukan pelanggaran tetap akan diberikan sanksi.

”Kepada tim kampanye masing-masing, kepada Paslon, sanksi masih tetap menanti kalau anda pada hari terakhir ini melakukan pelanggaran,” ujar Menko Polhukam dalam keterangan persnya, (5/12).

Atas nama penerintah yang bertanggung jawab menangani dan mengawal Pilkada serentak 2020, Menko Polhukma menyampaikan apresiasi, karena berdasarkan laporan, di lapangan masa kampanye berjalan dengan baik.

“Saya mengucapkan terima kasih, dan saya bergembira karena berdasarkan laporan-laporan dari lapangan, baik dari Kepolisian, maupun dari Bawaslu dan KPU, pelaksanan kampanye selama 71 hari sampai dengan hari ini berjalan dengan baik,” tambahnya.

Hingga hari ke-71, lanjut Mahfud, telah ditemukan sebanyak 1520 kasus pelanggaran, atau sebesar 2,2 persen dari 75 ribu event, yang dilakukan pada masa kampanye. Namun demikian, pelanggaran yang terjadi masih dalam skala kecil dan tidak menimbulkan klaster baru Covid-19. Sejumlah pelanggaran yang terjadi, menurut Mahfud juga telah ditindak lanjuti.

“Semuanya berjalan dengan baik, pelanggaran yang kecil-kecil sudah diperingatkan. Ada yang sampai masuk ke ranah pidana, sebanyak 16 kasus. Karena sesudah diperingatkan masih melanggar lagi, peringatan ke-2 masih melanggar lagi, akhirnya masuk ke pidana. Ada 16 kasus tetapi kecil-kecil, oleh sebab itu tidak pernah menjadi perhatian publik,“ kata Menko Polhukam.

Menko Polhukam berharap di hari terakhir masa kampanye, para tim dan Paslon tetap menjaga tata tertib serta memperhatikan protokol kesehatan.

“Biasanya di hari terakhir emosi ditumpahkan sekaligus. Lalu bikin kerumunan dan sebagainya. Tolong dijaga,” harap Menko Polhukam pada para tim dan Paslon agar menutup masa kampanye dengan citra yang baik.

“Mari kita tutup masa kampanye ini, hari ini, sampai sore nanti silahkan, sampai sore tanggal 5 ini, silahkan berkampanye, sesudah itu, masuk ke hari tenang. Selamat kampanye hari terakhir,” pungkas Menko Polhukam.

Menkeu Sebut 3 Resep Strategi Komunikasi Memformulasikan Keuangan Negara

3 Resep Strategi Komunikasi Memformulasikan Keuangan Negara

SuaraPemerintah.id – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengembangkan strategi komunikasi yang responsif, adaptif, dan kolaboratif dalam menjalankan tugas sebagai suatu institusi yang memiliki tanggung jawab yang besar dalam memformulasikan kebijakan keuangan negara untuk menghadapi Covid-19 sekarang ini. Hal ini disampaikan oleh Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati saat memberikan pidato kunci pada acara Konvensi Nasional Humas 2020, yang diselenggarakan secara virtual pada Jumat (04/12).

“Kenapa kita harus responsif? Karena Covid ini menimbulkan tantangan extraordinary yang tidak direncanakan. Kita tadinya berharap tahun 2020 adalah tahun yang lebih baik, pemulihan ekonomi akan meningkat dan masyarakat akan terus meningkat kesejahteraan nya. Namun dengan adanya Covid, seluruh perencanaan itu berubah. Maka kami harus melakukan berbagai langkah-langkah kebijakan yang responsif dari Kementerian Keuangan,” kata Menkeu.

Dalam situasi pandemi sekarang ini, banyak terjadi perubahan pada tata kehidupan dan cara berkomunikasi dengan stakeholder, maka itu semua memerlukan adaptasi yang cepat. Menkeu mengatakan bahwa Kementerian Keuangan melakukan adaptasi tidak saja dari sisi prioritas kebijakan keuangan negara, namun juga terhadap kondisi Covid-19 dengan memaksimalkan penggunaan teknologi dalam cara bekerja. Hal ini sebutnya juga membutuhkan strategi komunikasi yang juga adaptif.

“Kita juga melakukan strategi kolaboratif, karena kita tahu bahwa tantangan ini tidak bisa dihadapi dan diselesaikan oleh hanya satu institusi atau satu pihak saja. Bahkan oleh pemerintah secara keseluruhan tidak mungkin melakukannya tanpa kolaborasi dari masyarakat, dunia usaha para akademisi. Inilah esensi dari kolaborasi karena tantangan ini adalah ancaman untuk kita semuanya,” terang Menkeu.

Pada kesempatan itu, Menkeu menjelaskan bahwa Kementerian Keuangan berusaha agar bisa menjelaskan sebuah kebijakan yang begitu kompleks dan komprehensif dengan cara yang semudah mungkin sehingga masyarakat dan para stakeholder memahaminya karena ini adalah bagian dari transparansi serta akuntabilitas.

“Sekarang kita menggunakan juga media sosial apakah Facebook, Instagram, Twitter dan semua channel digunakan. Titik berat dari setiap pesan dari kebijakan kita adalah untuk menjelaskan bagaimana negara hadir melalui keuangan negara. Dalam kondisi ini kita mengundang kreativitas dari seluruh jajaran Kementerian Keuangan,” jelasnya.

Kementerian Keuangan juga memperluas jangkauan komunikasinya hingga ke anak-anak SD melalui Kemenkeu Mengajar, anak-anak SMP melalui lomba vlog dan juga dengan anak-anak SMA melalui Olimpiade APBN, serta pada tingkat mahasiswa dengan penyelenggaraan debat mengenai keuangan negara.

“Semua ini adalah cara untuk berkomunikasi secara responsif, adaptif dan kolaboratif. Tujuannya adalah agar sebagai institusi publik kita menjaga dan mengelola kepercayaan masyarakat, karena itu adalah esensi dari pemerintahan terutama pengelolaan keuangan negara,” tukas Menkeu.