Beranda blog Halaman 4647

Dayamaya, Cara Pemerintah Kembangkan Potensi Daerah Tertinggal

Dayamaya, Cara Pemerintah Kembangkan Potensi Daerah Tertinggal

Suarapemerintah.id – Pemerintah terus berupaya mengembangkan potensi ekonomi di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) dengan berbagai cara. Salah satu yang terbaru adalah pelaksanaan program Dayamaya yang dilakukan oleh Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Dayamaya mengajak para pelaku startup eCommerce, komunitas, kelompok masyarakat, dan UMKM digital bersinergi mengembangkan potensi serta membuat solusi tepat guna bagi masyarakat di daerah 3T.

Saat ini sudah ada lima inisiatif, dari 18 yang terpilih pada tahun 2019, yang mulai berproses di masyarakat. Kami yakin dengan peran serta mereka, akan segera terjadi perubahan di daerah 3T menuju ke arah yang lebih baik,” kata Danny Januar Ismawan, Direktur Layanan TI untuk Masyarakat dan Pemerintah, dalam keterangan tertulisnya yang diterima Rabu (2/12/2020).

Untuk tiga dari 18 inisiatif yang telah berkesempatan memberikan kontribusi kepada masyarakat, yaitu Atourin, Cakap, dan Jahitin.

Atourin sebagai perusahaan teknologi di sektor pariwisata yang menyediakan jasa dan layanan baik secara online maupun offline untuk industri pariwisata Indonesia, berkesempatan menyelenggarakan pelatihan dan sertifikasi pemandu wisata di Natuna melalui program Dayamaya.

Menurut Reza Permadi, selaku Tim Operasional Atourin, pada tahun 2019 terdapat 10 pemandu wisata di Natuna sudah memiliki lisensi, lebih berani melakukan self branding, dan mulai memanfaatkan media sosial untuk melakukan promosi. Harapannya akan ada lebih banyak lagi pemandu wisata yang berlisensi.

Di masa pandemi ini, salah satu satu program kami yaitu melakukan pelatihan secara daring bagi pemandu wisata se-Indonesia. Kami ajarkan bagaimana cara membuat tur virtual. Dengan pelatihan ini, diharapkan pemandu wisata dapat memanfaatkan internet untuk menghadirkan layanan virtual tour,” kata Reza.

Selaras dengan Atourin, Cakap sebagai platform online pembelajaran bahasa asing mendukung pengembangan daerah wisata dengan meningkatkan kemampuan masyarakat dari sisi penguasaan bahasa, utamanya bahasa Inggris.

Cakap telah menyelenggarakan digital assessment di Kabupaten Sabu Raijua dan Kabupaten Sumba Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), menggunakan standarisasi CEFR (The Common European Framework of Reference for Languages).

Program melibatkan peserta setingkat pelajar SMA sebanyak 250 orang. Kegiatan ini dilakukan secara daring melalui ruang belajar digital dalam sebuah kelas online yang diisi oleh guru bahasa Inggris asing (ESL Teacher).

Tommy Yunus CEO Cakap mengatakan, kemampuan berbahasa Inggris sangat penting dalam usaha mengembangkan daerah wisata, karena menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi jumlah wisatawan dalam menciptakan pariwisata berkelanjutan.

Untuk menjadi peserta dapat mendaftar dengan mengakses website resmi Cakap. Sejauh ini sudah ada beberapa daerah yang mendaftar, yaitu Kalimantan Selatan, Maluku Utara, Sulawesi Utara dan Bangka Belitung,” kata Tommy.

Bila Cakap meningkatkan kemampuan SDM dari sisi bahasa, maka Jahitin Academy memberdayakan SDM dengan meningkatkan skill para penjahit di Provinsi NTT, khususnya di Sumba Barat dan Sumba Barat Daya.

Melalui workshop pengolahan limbah kain tenun, Jahitin mengajarkan cara mengolah limbah tenun menjadi produk yang bernilai jual, seperti untuk membuat cushion pillow.

Tidak hanya itu, Jahitin juga membantu para penjahit agar dapat lebih mudah mengakses pasar. Dampaknya saat ini penjahit di Sumba sudah mendapatkan akses langsung berhubungan dengan Dinas Perdagangan.

Hasilnya, para penjahit di Sumba berhasil mendapatkan orderan membuat 5000 masker,” kata Asri Wijayanti.

Sebagai sebuah bangsa, Indonesia merupakan negara yang memiliki keberagaman, dalam membangun daerah 3T pemerintah tentu tidak dapat bekerja sendiri. Tak pelak, peran dari para startup dan komunitas sangat diperlukan untuk bersama-sama bersinergi mempercepat pembangunan di daerah 3T.

Dengan merangkul stakeholder strategis, kami yakin kita akan memiliki daya atau berdaya untuk bersama-sama membawa perubahan di daerah 3T. Utamanya perbaikan dari sisi perekonomian berbasis ekonomi digital. Hal ini selaras dengan campaign yang kami angkat, yaitu Berdaya Bersama,” jelas Ari Soegeng Wahyuniarti, Kepala Divisi Layanan Telekomunikasi dan Informasi untuk Masyarakat.

Kantor Imigrasi Bogor, Ramah HAM Dan Peduli Covid

Kantor Imigrasi Bogor, Ramah HAM Dan Peduli Covid

Suarapemerintah.idKantor Imigrasi (Kanim) Kelas I Non TPI Bogor kini memiliki gedung baru dengan multi fasilitas. Tak hanya ramah HAM, kantor yang memiliki bangunan seluas 5.121 meter persegi ini juga mempunyai inovasi didalam pengambilan paspor secara drive thru, yang relevan di masa pandemi Covid-19 sekarang ini.

Di masa pandemi Covid-19 yang mengharuskan kita untuk menjaga jarak fisik (physical distancing), inovasi yang ditawarkan kantor yang memiliki lahan seluas 14.042 meter persegi ini, dirancang memudahkan pemohon untuk melakukan pengambilan paspor tanpa harus repot-repot keluar dari kendaraannya.

“Oleh karena itu, dengan semangat gedung baru yang sangat megah dan representatif ini, Kantor imigrasi Bogor harus mampu menjawab tuntutan masyarakat, melakukan perbaikan diri, dan beroperasional dengan mengedepankan prinsip-prinsip pelayanan publik,” kata Sekretaris Jenderal Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham), Bambang Rantam Sariwanto saat meresmikan gedung baru Kanim Bogor.

Menurut Bambang yang mewakili Menteri Hukum dan HAM, pelayanan publik yang representatif itu haruslah melihat dari apa yang dibutuhkan masyarakat.

“Kualitas pelayanan publik yang baik itu bukan hanya sarana saja, tetapi kebutuhan masyarakat,” kata Bambang, Rabu (02/12/2020) siang. “Semoga bangunan yang baik ini juga dilengkapi dengan mindset teman-teman ASN yang baik. Keramahtamahan dalam (memberikan) pelayanan itu harus menjadi hal yang penting bagi seluruh jajaran Kanim Bogor,” tambahnya.

Fasilitas lain yang tersedia di gedung ini antara lain area parkir umum bagi pemohon/pengunjung, area parkir khusus bagi disabilitas dan tersedia juga kursi roda, alat bantu bagi disabilitas, jalur landai bagi disabilitas, dan jalur pedestarian bagi tuna netra.

Sebelumnya, Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto memberikan apresiasi atas beragam fasilitas dan inovasi yang dimiliki kantor yang beralamat di Jl. Ahmad Yani no. 19 Tanah Sareal, Kota Bogor ini. Menurut Bima, Kota Bogor sudah lama sekali mendambakan kehadiran kanim yang lebih representatif.

“Saya lahir di Bogor, dari SD berurusan dengan kantor (imigrasi) yang lama, rasanya sempit sekali. Apalagi didepannya ada pedagang, dsb. Jadi kalau dibandingkan dengan yang ini, luar biasa,” ujar Wali Kota yang menjabat sejak 20 April 2019 ini.

Kedepan, perkembangan Kota Bogor akan semakin dahsyat. Bima menargetkan perkembangan kota hujan ini akan semakin mudah untuk terintegrasi dengan Jakarta. Bersama dengan Kabupaten Bogor, pihaknya sedang melakukan perencanaan airport komersil di Bandar Udara Atang Senjaya.

“Usulannya (airport komersil) dari kabupaten, tetapi nanti konsumennya adalah warga Bogor Raya. Jadi dengan prospek seperti itu, rasanya Bogor tidak saja semakin terintegrasi kepada Jakarta, tetapi (juga) terintegrasi secara regional dan internasional. Jadi kantor (imigrasi) ini kebutuhannya mutlak,” ucap Bima.

Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Jawa Barat, Imam Suyudi dalam laporannya mengatakan pembangunan gedung ini dilaksanakan selama 180 hari kalender. Terhitung mulai tanggal 26 Juni 2019 sampai dengan 22 Desember 2019. Penyerahan gedung dari kontraktor kepada Kanim Bogor dilaksanakan pada 22 Desember 2019 dengan masa pemeliharaan enam bulan. Kemudian pada 20 Juli 2020, Kanim Bogor telah menempati gedung yang baru.

“Semoga dengan menempati gedung yang baru ini, dapat meningkatkan kinerja menjadi lebih baik lagi. Jadikan suasana yang baru ini menjadi media untuk melahirkan inovasi-inovasi yang mampu mendorong peningkatan kualitas penyelenggaraan tugas pokok dan fungsi, baik di bidang pelayanan publik maupun penegakan hukum keimigrasian,” kata Imam.

Ayub Suratman Dilantik Sebagai Pejabat Fungsional Kemasyarakatan Ahli Utama

Ayub Suratman Dilantik Sebagai Pejabat Fungsional Kemasyarakatan Ahli Utama

Suarapemerintah.idSekretaris Jenderal Kemenkumham Bambang Rantam Sariwanto melantik dan mengambil sumpah jabatan kepada Ayub Suratman sebagai Pejabat Fungsional Pembimbing Kemasyarakatan Ahli Utama.

Dalam arahannya, Bambang Rantam mengatakan kepada pejabat yang dilantik untuk  terus mengeluarkan karya dan berkontribusi untuk Kemenkumham. “Saya berharap  kepada pejabat fungsional ini agar dapat memberikan telaahan dan sekaligus memberikan masukan dalam rangka pengambilan kebijakan di jajaran masing masing serta sama-sama menjalankan pelayanan publik demi berkontribusi pada kemenkumham,” Kata Bambang Rantam di Longue Lt, 7 Gedung Kemenkumham, (2/12)

Pejabat Fungsional Pembimbing Kemasyarakatan merupakan jabatan yang mempunyai ruang lingkup tugas, tanggung jawab, wewenang dan hak untuk melakukan kegiatan di bidang bimbingan kemasyarakatan.

Dalam tugasnya Pembimbing Kemasyarakatan melaksanakan kegiatan bidang bimbingan kemasyarakatan yang meliputi penelitian kemasyarakatan, pendampingan pembimbingan, pengawasan, dan sidang tim pengamat pemasyarakatan dalam penanganan klien pemasyarakatan

Ajub Suratman sebelumnya menjabat sebagai Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Sumatera Selatan. “Oleh karenanya, saya berharap Saudara dapat menjalankan tugas dengan baik dan penuh semangat,” tambah Bambang Rantam.

TP PKK Mitra Pemerintah Memutus Rantai Penyebaran Covid-19

TP PKK Mitra Pemerintah Memutus Rantai Penyebaran Covid-19

Suarapemerintah.id – Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) merupakan mitra kerja pemerintah dalam memutus rantai penyebaran Covid-19.

Hal ini diperkuat dengan surat Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 440/3592/BPd tanggal 24 Agustus 2O20 tentang Keterlibatan PKK Dalam Perubahan Perilaku di Masa Pandemi Covid-19.

Demikian dikatakan Pjs Ketua TP PKK Kota Medan, Dian Rumondang Arief Sudarto Trinugroho, saat membuka kegiatan Sosialisasi dan Gerakan Bersama Pakai (Gebrak) Masker di halaman kantor Kecamatan Medan Petisah, Rabu (2/12).

Kegiatan ini bertujan untuk memberikan edukasi dan pemahaman kepada masyarakat tentang pencegahan penyebaran Covid-19 di Kota Medan. Selain itu juga untuk mensosialisasikan Peraturan Wali Kota (Perwal) Medan No 27 Tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru Pada Kondisi Pandemi Corona Virus Disease 2019 di Kota Medan.

Dian mengatakan, untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, terang Dian, Pemko Medan telah menerbitkan Perwal No 27 Tahun 2020 tentang Pedoman Adaptasi Kebiasaan Baru Pada Kondisi Pandemi Covid-19 di Kota Medan yang didalamnya mengatur kebiasaan baru yang harus dilakukan, antara lain cuci tangan dengan air mengalir dan sabun atau hand sanitizer, melakukan pengaturan jarak (physical distancing) dan memakai masker di setiap kegiatan.

“Saya minta kepada seluruh Kader PKK agar dapat menjadi agen sosialisasi Perwal No 27 Tahun 2020 dan dapat berinteraksi langsung dengan masyarakat dengan mengajak masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan, tidak hanya ketika keluar rumah bahkan sampai di rumah juga harus tetap menerapkan protokol kesehatan sebelum memasuki rumah dan bertemu keluarga,” jelasnya.

Disamping itu, Pjs TP PKK Kota Medan mengungkapkan, hari ini TP PKK Kota Medan sekaligus melakukan kegiatan Gebrak Masker kepada para Kader PKK dengan cara membagikan masker kepada para peserta kegiatan sosialisasi di tempat ini. “Tentu pembagian masker yang diberikan hari ini belum mencukupi namun melalui kegiatan Gebrak Masker ini merupakan salah satu motivasi agar kita selalu tetap menggunakan masker,” ujarnya.

Selanjutnya, Dian didampingi Wakil Ketua I TP PKK Kota Medan Ismiralda Wiriya Alrahman, Kadis Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat (DP3APM) Kota Medan Khairunnisa Mozasa, dan Camat Medan Petisah selaku Pembina TP PKK Kecamatan Medan Petisah, M Agha Novrian, membagikan masker kepada kader PKK juga warga yang melintas di persimpangan Jalan Iskandar Muda dan Gajah Mada.

Bangkitkan Perekonomian, Pemkab Bogor Gelar Lomba Video Kreatif Promosi UMKM dan Tanaman Hias

Bangkitkan Perekonomian, Pemkab Bogor Gelar Lomba Video Kreatif Promosi UMKM dan Tanaman Hias
Suarapemerintah.idPemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Diskopukm) serta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (Distanhorbun) menggelar B-Vest atau Bogor Video Festival 2020 yang diselenggarakan pada 5 – 23 November 2020, dengan tema Bogor Bangkit, Indonesia Maju demi pemulihan ekonomi.
Lomba terbagi menjadi dua kategori, pertama kategori video kreatif iklan produk UMKM dan kedua kategori Tanaman Hias.
Lomba yang digelar secara virtual ini memperebutkan hadiah berupa uang senilai Rp 61 juta untuk para pemenang lomba.
Dewan Juri yang dihadirkan tentu para profesional dan handal di bidangnya. Untuk Lomba Video Kreatif UMKM menghadirkan Atiqah Hasiholan (Artis/Influencer), Putra Ausa (Film Maker), dan Soni Trison (Praktisi/Dosen IPB University). Sementara untuk Lomba Video Kreatif Tanaman Hias menghadirkan Sugiyanto (Dekan Fakultas Pertanian IPB University), Harry Capri (Pengusaha) dan Goen Rock (Film Maker).
Bupati Bogor Ade Yasin mengatakan, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya dan inovasi Pemkab. Bogor di masa New Normal di tengah pandemi Covid-19.
“Event ini tentu menjadi upaya Pemkab. Bogor dalam inovasi pemulihan ekonomi di masa New Normal, sekaligus menggali potensi kreatif anak-anak muda di Kabupaten Bogor,” kata Ade Yasin di Cibinong, Rabu (2/12/20).
“Masyarakat menyambut baik, dan InsyaAllah ini akan menjadi event rutin setiap tahun,” pungkas Ade Yasin.
Berikut para pemenang Lomba Video Kreatif Promosi UMKM yang diumukan secara virtual pada tanggal 1 Desember 2020.
Juara 1: Wahyu Prasetyo – @NGELAMUNDULU
Juara 2: M. Nasrul – @NSRL.RMDHAN
Juara 3:  Salim Alfaris – @_SALFARISS
Juara Favorit
1. Azzar Wibowo – @AJAARRRR.E
2. Mohammad Irfan – @UNCLEBENS_FNB
3. Firman Adiyas – @FIRMANADIYASA
4. Albi Adiktia Kendala – @ALBIAAK
5. Naufal Aziz – @NAUFALLAZIIZ
6. Syifa Anisah – @SYIFAANISAH
7. Ahmad Mulyono – @MULYO_NOISE
8. Ferdinand Tirtahadi – @FERDINANDTT
9. Kholid Alfadhil – @KHOLIDFADHIL
10. Roby Depriansyah – @ROBY.DEPRIANSYAH
Sedangkan Lomba Video Kreatif Tanaman Hias
Juara 1 : Agung Gilang @AGPP23
Juara 2: Trya Noviutami @tryanrp
Juara 3: Lili Aini @bungamatakugalery
Juara Favorit:
1. Faisal Rachman – @MEDIAFSPPM
2. Evrina Budiastuti – @evrinasp
3. Andika Gustiana Sumantri – @gustiana.x
4. Yoga Permana Niagara – @ypermana19
5. Muhammad Wildan Fikriansyah – @wildanfikriyansah
6. Dasep Somarli – @daef_prodaction
7. Priyo Widiyanto – @priyowiddi9_official
8. Salwa Islami Putri – @salwaip
9. Anjelina Elzzatus Sabila – @amjelinaaes
10. Tri Sumarno – @bang_try5

Bupati Bogor Cek Pembangunan Pedestrian Jalan Pakansari Cibinong

Bupati Bogor Cek Pembangunan Pedestrian Jalan Pakansari Cibinong
Suarapemerintah.idPembangunan jalan pedestrian dibeberapa titik wilayah cibinong untuk mempertegas bahwa cibinong merupakan Ibu Kota Kabupaten Bogor, hal tersebut dikatakan Bupati Bogor, Ade Yasin saat meninjau langsung Pembangunan Pedestrian disekitar Jalan Pakansari, Cibinong, Rabu, (2/12/2020).
“Saya hari ini bersama Kepala Dinas PUPR meninjau langsung pembangunan pedestrian diwilayah Cibinong tepatnya di sekitaran Pakansari. Hal ini juga sekaligus penataan Kota Cibinong, saya ingin mempercantik beberapa titik yang ada diwilayah Cibinong, pedestrian dan penataan kota mulai dari keluar tol Sentul sampai Pakansari. Ini kita lakukan agar Cibinong terlihat sebagai Ibu Kota Kabupaten Bogor,” kata Ade Yasin.
Ia juga menambahkan, pembangunan pedestrian ini untuk memberikan kenyamana bagi masyarakat. “Wilayah sekitar jalan Pakansari ini kan kanan-kiri banyak tempat wisata kuliner, untuk itu kita tata dengan rapih sehingga masyarakat bisa lebih nyaman untuk berjalan-jalan disini, baik itu untuk kegiatan berolahraga atau mengajak keluarga kuliner. Intinya pedestrian ini untuk masyarakat lebih nyaman berada disini,” tambahnya.
Lebih lanjut, Ade Yasin ingin pedestrian disini agar dipercepat proses pengerjaannya. “Pembangunan pedestrian di Pakansari ini memang kita kasih waktu selama 6 bulan pengerjaanya, tapi kalau memang harus cepat selesai, saya minta ke penyedia jasa pembangunan ini untuk dikerjakan siang-malam agar cepat selesai. Karena kalau pembangunan ini terlambat tidak sesuai waktu juga akan mengganggu, saya harap dalam jangka waktu 6 bulan bisa selesai dan bisa dinikmati oleh masyarakat pada tahun 2021,” lanjutnya.
Selain mempercantik wilayah Pakansari, Ade Yasin juga ingin pedestrian ini terintegrasi sampai ke arah pasar Citeureup. “Dalam kurun waktu 2 tahun kita akan menata wilayah Cibinong, saya juga ingin mulai dari sekitaran Cibinong City Mall (CCM) ke kiri ditata sampai ke arah pasar Citeureup. Nantinya ketika sudah ditata dan dipercantik akan terintegrasi dan kalau sudah jadi diliatnya akan semakin bagus,” pungkasnya.
Total keseluruhan untuk penataan wilayah Cibinong memakan biaya sekitar 300 milyar. Dana tersebut untuk biaya penataan dari arah keluar tol Sentul sampai ke Pakansari memakan biaya sekitar 200 milyar. Penataan Jalan Tegar Beriman 60 milyar, sementara untuk pembebasan warung-warung memakan biaya 15 milyar.

Hari Pertama Bekerja, Bupati Bogor Kunjungi RSUD Cibinong

Hari Pertama Bekerja, Bupati Bogor Kunjungi RSUD Cibinong
Suarapemerintah.idBupati Bogor, Ade Yasin kembali memulai aktivitas bekerja setelah sembuh dari Covid-19, pada hari pertamanya Bupati Bogor mengunjungi RSUD Cibinong pada Rabu (2/12).
Ditemui saat selesai menemui Direktur Utama (Dirut) RSUD Cibinong dr. Wahyu Eko Widiharso, Sp.OT MARS dan jajarannya, Bupati Bogor mengatakan ini hari pertama masuk kerja setelah dua minggu istirahat, ucapan terima kasih kepada tim dokter yang sudah merawat sampai sembuh.
“Terima kasih kepada seluruh tim dokter yang telah merawat saya dari mulai saya sakit akibat virus Covid-19 sampai saya sembuh dan bisa beraktivitas kembali,” ujarnya.
Ia juga mengatakan bahwa ketersedian ruangan RSUD khusus penanganan Covid-19 masih bisa terfasilitasi dan angka kesembuhannya juga cukup tinggi, disamping tiga RSUD lainnya dan dua rumah isolasi, semoga Kabupaten Bogor bisa menangani pasien Covid-19.
“Semoga pandemi Covid-19 bisa segera turun dan kamar-kamar khusus penanganan pasien Covid-19 tidak terpakai dan dapat segera turun,” katanya.
Ia juga terus menghimbau agar terus melaksanakan protokol kesehatan dengan memperhatikan 3M.

Kota Yogya Diharapkan Jadi Percontohan Penanganan HIV Ramah ODHA

Kota Yogya Diharapkan Jadi Percontohan Penanganan HIV Ramah ODHA

Suarapemerintah.id – Selama ini masih banyak masyarakat yang bersikap diskriminatif tehadap orang yang tekena HIV AIDS atau ODHA karena ketakutan dan ketidaktahuan di masyarakat. Untuk itu, harus ada upaya untuk menghilangkan sifat dan sikap diskriminasi tersebut, di antaranya dengan sosialisasi, optimalisasi peran media dan penguatan hukum.

“Pemerintah menyadari untuk menanggulangi HIV AIDS ini kami tidak bisa berjalan sendiri. Oleh karena itu diperlukan partisipasi aktif dari semua komponen,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogya, Emma Rahmi Aryani mewakili Walikota Yogya saat membuka Zoom Meeting Bincang HIV 10 Tahun Menuju Three Zero HIV, Selasa (1/12) di Hotel Porta Yogya.

Acara ini digelar untuk memperingati Hari AIDS Sedunia (HAS) tahun 2020 yang didukung oleh CD Bethesda Yayasan Kristen Untuk Kesehatan Umum (YAKKUM), Perkumpulan Kelurga Berencana Indonesia (PKBI), Pemerintan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan Pemerintah Kota Yogyakarta serta didukung oleh Yayasan Vesta Indonesia, Srikandi Lintas Iman, Dimas Support, Violet serta Warga Peduli AIDS.

Emma Rahmi Aryani menuturkan bahwa peringatan Hari HIV AIDS ini menjadi kesempatan penting untuk mengetahui peran yang telah dilakukan masyarakat dalam penanggulangan AIDS baik ditingkat nasional maupun lokal. Dalam hal ini, Pemerintah Kota Yogyakarta, bersama seluruh pemangku kepentingan ingin mengajak seluruh lapisan masyarakat meraih sukses mencapai Three Zero pada tahun 2030, dengan cara antara lain tidak ada lagi penularan inveksi HIV, tidak ada lagi kematian terhadap AIDS dan tidak ada lagi diskriminasi terhadap ODHA.

“Masih banyak orang yang tidak dapat mengakses layanan pencegahan HIV karena adanya diskriminasi, kekerasan bahkan penganiayaan. Oleh karena itu, masyarakat diingatkan untuk memainkan peran penting dalam memberikan layanan keselamatan jiwa ini kepada orang-orang yang membutuhkan,” kata Emma.

Emma juga menjelaskan, bahwa berbagai upaya telah dilakukan untuk mencegah dan menanggulangi penyebaran HIV. Terlepas dari berbagai upaya yang telah dilakukan, Pemkot Yogya mengajak semua element masyarakat untuk merenung sejenak, menghidupkan kembali dalam hati, dan membayangkan bagaimana seandainya kita atau keluarga kita terkena HIV AIDS sehingga tidak ada lagi perlakuan diskriminasi.

Kepala Devisi Pelayanan Primer CD Bethesda YAKKUM, Sukendri Siswanto, berharap agar Kota Yogya menjadi role model atau percontohan penanganan HIV yang ramah terhadap Orang dengan HIV AIDS (ODHA).

“Saya berharap Kota Yogyakarta  ini menjadi percontohan bagi pelayanan dalam penanganan HIV yang ramah. Untuk itu dalam memperingati hari HIV AIDS sedunia ini mari kita mengkampanyekan pencapaian-pencapaian dan perubahan-perubahan penting yang terjadi,” katanya.

SMP Kota Yogya Sabet Predikat 30 Besar Pemain Terbaik Ajang Gala Siswa Indonesia Nasional

SMP Kota Yogya Sabet Predikat 30 Besar Pemain Terbaik Ajang Gala Siswa Indonesia Nasional

Suarapemerintah.id – Pelatih Eko Supriyono, Guru SMPN 6 Yogyakarta dan pelajar Kelas Khusus Olahraga SMPN 13 Yogyakarta yaitu Gilang Ardha Pradipta, Chandra Rambu Rabbani, Achmad Zidan Ar Rosyid, dan Keano Azura Owen meraih prestasi tinggi dalam ajang Training Center Gala Siswa Indonesia (GSI) jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) Tingkat Nasional tahun 2020 yang diselenggarakan oleh Kemdikbud melalui Puspresnas berkolaborasi dengan PSSI di Soreang, Kabupaten Bandung Provinsi Jawa Barat pada tanggal 14-30 November 2020.

Gala Siswa Indonesia jenjang SMP tingkat Nasional merupakan ajang resmi Kemdikbud RI melalui Pusat Prestasi Nasional bekerja sama dengan PSSI dalam menjalankan amanat intruksi Presiden tentang percepatan pembangunan sepak bola Nasional.

Gala Siswa Indonesia adalah talent scouting cabang sepak bola dengan sistem pertandingan mulai dari tingkat kecamatan, kabupaten, propinsi dan Nasional.  Dimasa pandemi Covid-19  ini tidak memungkinkan dilakukan pertandingan sehingga adaptasi baru terkait sistem seleksi dilakukan yaitu dengan seleksi kemampuan fisik, teknik dan karakter anak dilakukan secara daring. Peserta siswa SMP kelas 8 dan 9 kelahiran setelah 1 Januari 2006.

Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta melalui bidang SMP bekerjasa dengan MGMP PJOK SMP Kota Yogyakarta menfasilitasi proses daring dan pengambilan video mulai dari tingkat Kecamatan dan Kabupaten. Kemudian tingkat nasional pemain dipilih oleh Talent Scouting dari PSSI sebanyak 5 pemain dan 1 pelatih setiap propinsi.

Tahun ini sebanyak 150 pemain terbaik dan 30 pelatih dari 30 propinsi. untuk kontingen Kota Yogyakarta diwakili oleh 4 pemain dan 1 pelatih yang terdiri dari Pelatih Eko Supriyono dari SMPN 6 Yogyakarta, Gilang, Rambu, Keano, Zidan dari SMPN 13  Yogyakarta.

Dedi Budiono selaku Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Yogykarta dalam acara pelepasan kontingen GSI Kota Yogyakarta menjelaskan bahwa “ Pemain sepak bola tidak hanya tetang Fisik, taktik, strategi dan mental saja tetapi karakter sebagai pemain di dalam dan diluar lapangan akan menentukan kesuksesan pemain di masa yang akan datang”

Kegiatan tingkat Nasional dilakukan dengan mekanisme Training Centre bertempat di Soreang, Kabupaten Bandung mulai dari tanggal 14 s. d 30 November 2020. Kegiatan TC diisi dengan latihan sepak bola, materi gizi, kepemimpinan, psikologi, pemahaman strategi bermain dll di minggu pertama. Kemudian di minggu kedua 150 pemain dan 30 pelatih dari 30 propinsi se-Indonesia disebar dan dibagi menjadi 8 tim yaitu tim rajawali, gagak, muray, cendrawasih, kepodang, elang, merpati, dan jalak.

Tim DIY yang terdiri dari Pak Eko Supriyono (SMPN 6) dan Gilang (SMPN 13)  berada di tim Rajawali, Rambu dan Keano (SMPN 13) di tim elang, kemudian Zidan (SMPN 13) di tim Cendrawasih. Pertandingan dilaksanakan di Gelora Sabilulungan kompleks Stadion Si Jalak Harupat Soreang Kabupaten Bandung.

Tim Rajawali yang berisi pelatih Eko Supriyono dan Gilang Ardha mampu menenbus partai Final setelah berhasil menjadi Juara Grup. Partai Final dilaksanakan pada hari sabtu, 28 November 2020. Hasil pertandingan gagak berhasil menjadi juara setelah menundukan Rajawali dengan score 4-1. Peringkat ketiga diraih oleh tim muray setelah mengalahkan tim kepondang 1-0.

Hasil ini membuat Eko Supriyono dan Gilang Ardha meraih medali Perak. Lebih membanggakan lagi Gilang Ardha menjadi Kiper terbaik dalam ajang tersebut. Sementara itu 3 pemain lain masuk dalam 30 pemain terbaik pilihan talent scouting dari PSSI.

Hasil 30 pemain ini menjadi Pustaka bagi PSSI untuk seleksi Timnas U-16 kedepan dan diharapkan menjadi talenta-talenta terbaik Indonesia yang menjadi generasi penerus pemain-pemain yang sudah berprestasi untuk bangsa.

Penutupan kegiatan dilakukan di Ballroom Hotel Sunshine Soreang pada hari Minggu, 29 November 2020. Kegiatan ditutup langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Bapak Nadim Anwar Makarim dan Ketua Umum PSSI Bapak Muchammad Iriawan. Kemudian penyerahan medali dilakukan secara langsung oleh PLT Kepala Pusat Prestasi Nasional Bapak Asep Sukmayadi, Sekjen PSSI Bapak Yunus Nusi dan Direktur Teknik PSSI sekaligus Brand Ambasador GSI BapaK Indra Safri.

Prestasi tinggi kontingen GSI Kota Yogykarta tidak terlepas dari dukungan dan fasilitas yang luar biasa oleh Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta yang bekerjasama dengan Bank BPD DIY cabang Senopati.

Ratusan Pejabat Fungsional Dilantik

Ratusan Pejabat Fungsional Dilantik

Suarapemerintah.idWakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi melantik ratusan pejabat fungsional tertentu di lingkungan Pemerintah Kota Yogyakarta.

Pada kesemptan tersebut Wawali mengatakan pengambilan sumpah dan pelantikan pejabat fungsional tertentu ini adalah salah satu upaya dalam rangka mengembangkan manajemen pemerintahan yang berkelanjutan, serta dalam rangka melakukan penyegaran organisasi di lingkungan Pemerintah Kota Yogyakarta.

“Sebagaimana kita pahami bersama peralihan jabatan dari administratif menjadi fungsional memiliki keistimewaan dan tantangan tersendiri,” katanya di ruang Yudistira, Rabu (2/12/2020).

Menurutnya jabatan fungsional menjadi hal yang istimewa karena penuh tantangan. Penataan jabatan fungsional adalah salah tujuan reformasi birokrasi agar lebih ramping, efektif, dan efisien.

“Perampingan jabatan administrator (eselon III) dan jabatan pengawas (eselon IV) juga ditempuh untuk mewujdukan reformasi dimaksud,” ujarnya.

Penyederhanaan birokrasi sebagai sebuah keniscayaan dalam mewujudkan pelayanan publik yang cepat dan professional menjadi cita-cita kita bersama.

Pihaknya juga mengatakan jika Pemerintah Kota Yogyakarta telah melakukan berbagai kajian untuk mempercepat reformasi birokrasi menuju birokrasi berkelas dunia, world class bureucracy.

“Salah satu syarat utamanya adalah birokrasi yang ramping dan agile (gesit), serta berkinerja tinggi. Penyederhanaan eselonisasi ini merupakan salah satu cara untuk mewujudkan birokrasi yang gesit tersebut,” bebernya.

Pemerintah Kota Yogyakarta juga melakukan adjustment terhadap pola dan metode pengembangan kapasitas dan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Sebagai contoh ASN yang berkarier di jabatan struktural selama ini titik berat pengembangan kapasitasnya terletak pada peningkatan kompetensi kepemimpinan dan manajerial. Sedangkan untuk jabatan fungsional, fokus utamanya pada kompetensi teknis berupa keterampilan dan keahlian tertentu.” katanya.

Transformasi dari jabatan struktural ke jabatan fungsional perlu diikuti dengan penyesuaian pola dan metode pengembangan kompetensi.

“Sehingga dapat melahirkan semangat pelayanan yang lebih adaptif, serta meningkatkan kompetensi yang berimplikasi pada peningkatan kinerja birokrasi” jelasnya.

Berkaitan dengan hal tersebut, maka pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan fungsional tertentu diharapkan dapat memberikan paradigma baru pelayanan publik.

“Para pejabat adalah garda depan perubahan wajah birkorasi yang lebih baik. Oleh karenanya memberikan pelayanan prima penuh keikhlasan harus menjadi nafas dalam setiap aktifitas pengabdian,” jelasnya.